Jaringan Listrik Kawasan Teluk Maumere segera Dibangun

MAUMERE, mediantt.com – Kerinduan masyarakat di wilayah Kepulauan Sikka untuk mendapatkan layanan aliran listrik segera terwujud. Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diego (Robby), memastikan seluruh kawasan Teluk Maumere dan desa terpencil dapat teraliri listrik dalam waktu dekat.

“Tugas kami saat ini menjamin terpenuhinya kebutuhan masyarakat Kabupaten Sikka secara adil, merata dan memadai. Khususnya terkait terpenuhinya kebutuhan masyarakat akan listrik. Sehingga saya harus bekerja sama dengan kawan-kawan dari PLN. Saya minta PLN bangun jaringan listrik di pulau-pulau di kawasan Teluk Maumere dan semua desa yang belum teraliri listrik,” kata Bupati Robby Idong, kepada Manager PT PLN Flores Bagian Timur (FBT), Lambas Pasaribu, di ruang kerjanya, di Maumere, Selasa (2/10).

Berdasarkan rilis yang diterima mediantt.com dari Kepala Bagian (Kabag) Humas Pemerintah kabupaten Sikka, Even Edomeko, menjelaskan, kedatangan Manager PT PLN FBT, Lambas Pasaribu, untuk memperkenalkan diri sekaligus bersilaturahmi sehubungan tugas barunya selaku Manager PT PLN Unit Pelayanan Pelanggan (UPP) wilayah FBT, terhitung 1 Oktober 2018.

Pertemuan dengan Bupati Sikka dan Wabup Romanus Woga, lambas Pasaribu, didampingi Kabag Pelayanan Pelanggan, Reny Djuma dan Suharman (Kabag Perencanaan) PT PLN FBT.

Bupati Robby menjelaskan, saat kampanye waktu lalu, ia pernah bermalam di desa yang belum terjangkau aliran listrik. Warga setempat hanya menggunakan obor di malam hari. Sebut Bupati, desa yang dimaksud adalah desa Watumerak di Kecamatan Doreng.

Bupati Robby didampingi Wabup Romanus Woga, sebagai pasangan Bupati dan Wabup pertama hasil Pilakada serentak 2018 yang dilantik Gubernur NTT, mengatakan, berdasarkan kondisi saat ini di Sikka, terdapat beberapa titik yang harus menjadi perhatian utama soal listrik. Yaitu, di Samparong (Pulau Sukun), Pulau PaluE, Gusun Karang, Kojadoi, Kojagete dan pemukiman besar masyarakat di seluruh Kepulauan Teluk Maumere.

Manager PT PLN FBT, Lambas Pasaribu, setelah mendapat masukan dari Bupati Sikka, menjelaskan, siap membantu pemerintah daerah dan masyarakat. “Lokasi yang disebutkan Pak Bupati, segera menjadi perhatian kami. Mengingat, ketersediaan listrik di Sikka saat sekarang surplus sebesar 1.000 sampai 1.500 kilowatt (KW). Apalagi selesai dibangunnya PLTG Wairita berkapasitas 40 megawatt (MW) tahun depan maka semua desa langsung dapat diterangi di tahun 2019,” papar Pasaribu.

Pasaribu menambahkan, pihaknya telah mengajukan permohonan penambahan fasilitas ke kantor pusat. Untuk tahun 2019 direncanakan perluasan jaringan listrik ke seluruh wilayah Sikka dan FBT. (son/jdz)