Inilah Strategi Cerdas Golkar NTT Menuju Pilkada, Pileg dan Pilpres

KUPANG – Partai Golkar NTT dibawah kendali politisi muda, Meliades Laka Lena, terus melakukan terobosan untuk sdmakin membesarkan partai. Banyak cara dan strategi cerdas yang dilakukan nenuju Pilkada dan Pilgub NTT serentak 2018, Pemilu Legislatif dan Pilpres 2019. Apa saja strategi cerdas itu? Berikut penjelasannya yang dituangkan dalam Pernyataan Politik Golkar NTT.

Dalam siaran Pers yang diteken Ketua DPD Golkar NTT, Melki Laka Lena dan Sekertaris, Inche Sayuna, yang diterima mediantt.com, Senin (21/5), Golkar mengajak seluruh elemen masyarakat NTT waspada dan bergandengan tangan mencegah paham dan aksi terorisme tumbuh di Bumi Flobamorata. Golkar NTT juga mengajak warga untuk mendoakan jiwa semua korban yang meninggal akibat teroris, para korban yang dirawat segera pulih dan keluarga korban diberi kekuatan lahir batin.

Selain itu, Golkar NTT meminta aparat keamanan untuk bisa menangkap sel, para pendukung dan otak teroris sampai ke akar-akarnya, dan para petinggi negeri khususnya pemerintah dan DPR RI segera merampungkan dasar dan payung hukum pemberantasan terorisme yang lebih tegas, keras dan terukur.

Siaran Pers itu juga menjelaskan, DPD PG NTT dua minggu terakhir bergerak ke berbagai daerah untuk membuat Orientasi Fungsionaris dalam rangka membekali para bakal caleg DPR RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota se NTT untuk memahami berbagai hal terkait Partai Golkar, ke-Indonesia-an, tentang NTT, tentang berbagai daerah se NTT, isu-isu pembangunan nasional dan daerah, menangkan demokrasi digital, penggalangan pemilih di Pileg, Pilpres serentak 2019, peluang dan tantangan Partai Golkar di NTT serta strategi Golkar NTT memenangkan Pilbup dan Pilgub serentak 2018, serta memenangkan pileg pilpres serentak 2019.

Orientasi ini melibatkan berbagai pakar dan praktisi berkompeten, antara lain Melchias Markus Mekeng, Agung Laksono, Sebastian Salang, Herman Hayong, Dr Domingggus Elcid Li, Prof. Dr David Pandie, Dr Ahmad Atang, Dr Edu Dosi SVD, Steve Kause, Gabriel Goa, Melki Laka Lena dan ditutup dengan sharing praktis memenangkan pileg oleh politisi Golkar yang berhasil seperti Honing Sani, Inche Sayuna, Hugo Kalembu, Anwar Pua Geno, Mohamad Ansor, Alfridus Bria Seran, Moris Weni, Ossy Gandut.

“Sistem Pileg saat ini membuka peluang siapa saja caleg yang bekerja dengan baik untuk bisa menang dan jadi legislator ke depan, apalagi setelah mendengar pemaparan materi terakhir dari para politisi Golkar yang sukses dengan berbagai cara,” demikian siaran pers itu.

Orientasi Fungsionaris (Orfis) 1 dan 2 dibuat di Kupang, Orientasi Fungsionaris 3 di Borong Manggarai Timur untuk 4 tingkat ll se Manggarai Raya dan Ngada, Orfis 4 di Ende untuk seluruh Flores bagian Timur sampai Lembata. Orfis 5 di Waitabula Sumba Barat Daya untuk seluruh daratan Sumba dan Orfis ke 6 di Soe Timor Tengah Selatan untuk seluruh daratan Timor, Sabu, Rote dan Alor.

Partisipasi dan antusiasme para bakal caleg sangat membanggakan dan memberi optimisme bagi masa depan Partai Golkar NTT dan seluruh tingkat ll se NTT kembali bangkit dan menang dalam pertarungan politik di 2018 dan 2019.

Orfis di berbagai daerah juga sekaligus media konsolidasi pimpinan dan pengurus DPD PG ll tentang menggerakkan mesin Partai Golkar sampai pengurus desa/kelurahan, membuat Satgas Anti Human Trafficking dan Satgas Anti Korupsi Partai Golkar NTT juga di seluruh DPD PG II se NTT dan strategi memenangkan Pilbup dan Pilgub NTT serentak 2018 tanggal 27 Juni nanti.

Menangkan Pilkada

Partai Golkar juga melakukan evaluasi menyeluruh tentang berbagai hal terkait langkah langkah pemenangan semua kekuatan Partai Golkar untuk memenangkan pilbup 10 daerah dan pilgub NTT. Dengan pola dan semangat gotong royong, semua kekuatan Partai Golkar dan pola one united campaign (satu kesatuan kampanye), maka seluruh kekuatan Golkar se NTT saat ini bergerak lebih maksimal ke bawah.

Para bakal caleg pun ditugaskan membantu DPD PG II masing masing-masing untuk menggerakkan mesin Partai Golkar sampai tingkat desa kelurahan dan bersama pengurus menggalang pemilih untuk menangkan calon bupati dan gubernur, sekaligus perkenalkan dirinya sebagai bakal caleg DPRD/DPR RI 2019 nanti.

“Gotong royong dan one united campaign dalam waktu tersisa ini membuat kami yakin mesin Golkar se NTT bisa maksimal bergerak untuk pilkada serentak 2018 di NTT”.

Sementara itu, Orfis angkatan ke 7 di buat oleh DPD PG NTT di Kupang secara khusus untuk kalangan perempuan dan pemuda se kota Kupang dan sekitarnya. Partai Golkar NTT berkomitmen tetap menjaga pemilih tradisional dan para senior sekaligus menggalang secara khusus kalangan perempuan dan pemuda yang selama ini belum diurus secara serius oleh Partai Golkar.

Golkar NTT berencana membuat Orfis khusus perempuan dan pemuda di berbagai daerah sebagai wujud keseriusan Golkar NTT. “Kami yakin dengan dukungan perempuan dan pemuda potensial se NTT bisa membuat Partai Golkar berjaya di NTT. Kaum muda yang jadi bakal caleg di Orfis ke 7 antara lain Bung Kasimirus Bara Beri aktivis anti korupsi di Flores dan Riesta Megasari, pengusaha yang juga mantan Bendahara DPW PPP NTT, ikut mengikuti Orfis ke 7″.

Setelah pelaksanaan Orfis angkatan ke 7, bakal caleg DPR RI Dapil NTT, DPRD NTT dan DPRD kabupaten/ kota se NTT sudah melewati 100 persen dari kebutuhan dan jumlah kursi yang disyaratkan. Semua bakal caleg berbagai tingkatan ini bersama DPD PG NTT, DPD PG II dan semua pengurus sampai desa kelurahan dengan semangat gotong royong dan one united campaign, bergerak terus dalam konsolidasi organisasi dan pilkada serentak 2018 plus Pileg Pilpres serentak 2019.

Satgas Anti Human Trafficking (HT) Partai Golkar NTT yang dipimpin oleh aktivis HT yang bukan kader Golkar seperti Gabriel Goa dan Satgas Anti Korupsi Partai Golkar NTT juga melakukan hal yang sama nantinya dibuat ke seluruh NTT.

DPD PG NTT juga membuat tim media sosial untuk menggalang pemilih milenial menjaga dunia maya NTT dengan tetap menjaga nilai Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika, selain menjaga kepentingan Golkar dan masyarakat NTT. (jdz)