Golkar NTT Dukung Kebijakan DPP soal Dana Optimalisasi untuk Fiskal

KUPANG, mediantt.com – Langkah Fraksi Partai Golkar DPR RI yang mengusulkan agar penggunaan dana optimalisasi difokuskan untuk mengatasi krisis fiskal yang sedang melanda Indonesia, mendapat dukungan penuh dari DPD I Partai Golkar NTT. Sebab, langkah ini dianggap bijak tapi juga berani dan menantang.

“Prinsipnya Partai Golkar NTT mendukung penuh kebijakan itu. Karena ini semata untuk kepentingan rakyat terutama untuk menekan krisis inflasi dan moneter dan menghindari anggota dewan dari masalah hukum yangg selama ini menjerat oknum anggota dewan,” kata Ketua DPD I Golkar NTT, Melkiades Laka Lena, kepada wartawan usai doa bersama tokoh agama sebagai langkah awal memulai kampanye Pileg, di Sekretariat Golkar NTT, Minggu (23/9).

Menurut Melki, kebijakan ini memang perlu dilakukan karena selama ini dana optimalisasi yang bernilai puluhan triliun ditengarai menjadi lahan bancakan kalangan oknum DPR di Senayan memberi rente melalui mafia pengaturan proyek yang bersumber dari dana tersebut. Apalagi saat ini DPR bersama pemerintah sedang membahas APBN tahun 2019.

“Ini solusi dari Golkar untuk bersama pemerintah mengatasi krisis fiskal dan moneter. Ini juga menunjukkan bahwa Golkar mau berubah dan menghendaki APBN yang bersih,” tegas Caleg DPR RI Dapil NTT 2 ini, dan berharap usulan Golkar ini bisa mendapat dukungan politik dari fraksi lain di DPR RI.

Melki juga meminta seluruh fraksi Golkar di DPRD NTT dan kabupaten/kota untuk mengawal pembahasan dan pelaksanaan APBD agar bersih dan dipergunakan untuk rakyat. “Kita akan berusaha agar APBD kita juga bersih tanpa ada upaya bancakan yang bisa menjerat oknum anggota dewan,” imbuh Melki.

Pesan Moral

Golkar NTT juga mengawali masa kampanye Pileg 2019 dengan doa dan harapan dari tokoh lintas agama. Minggu (23/9), Golkar NTT mengundang tokoh lintas agama dari Katolik, Kristen dan Islam, untuk menyampaikan harapan dan pesan moral sekaligus mendoakan seluruh Caleg Partai Golkar untuk bekerja bersama memenangkan kontestasi Pileg 2019.

“Golkar NTT memulai dengan pesan moral dari tokoh lintas agama. Sebab pesta demokrasi ini harus menggembirakan, bukan menakutkan atau melahirkan cerita negatif. Artinya harus melahirkan optimisme dan harapan juga kesejukan bagi NTT,” kata Melki.

Menurut dia, doa ini penting dilakukan agar target yang dipatok bisa tercapai. Ia menyebutkan, untuk DPR RI Golkar tergetkan 4 kursi, sedangkan untuk DPRD NTT 18 kursi, dan untuk DPRD Kabupaten/Kota minimal 20 persen dari alokasi kursi yang diperebutkan di setiap daerah pemilihan. “Mari kita kerja bersama-sama untuk menang merebut hati rakyat,” ujarnya.

Romo Maksi Un Bria, Pr, dalam pesan moralnya mengatakan, Golkar adalah partai besar yang telah teruji dalam sejarah perjalanan bangsa. Karena itu, kader Golkar yang maju sebagai caleg harus mengedepankan spirit Golkar yakni semangat gotong royong dan bekerja sama-sama untuk melahirkan gagasan cerdas bagi rakyat dan membesarkan Golkar.

“Pilihan untuk mengikuti jalan yang benar perlu diimbangi semangat sportif dan berkerja bersama. Semua mesti berjuang dengan jalan kebenaran demi meraih kemenangan agar visi misi golkar menjadi nyata dan berpihak kepada rakyat,” kata Romo Maksi. (jdz)