Headline

Golkar Lembata Siap Launching Satgas Anti Human Trafficking

LEWOLEBA, mediantt.comĀ – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar NTT, membentuk Satuan Tugas (Satgas) Anti Human Trafficking (Perdagangan Manusia). Karena itu, Partai Golkar Kabupaten Lembata menyambut baik dan siap melaunching Satgas Anti Human Trafficking, dengan ketuanya Piter Gero, mantan TKI yang kini anggota DPRD Lembata.

Demikian penegasan Ketua Satgas Human Traffic king Partai Golkar NTT, Gabriel Sola, yang disampaikan dalam Orientasi Fungsionaris bagi kader Golkar Lembata, di Hotel Palem, Jumat (25/5). Orientasi Fungsionaris ini dilengkapi dengan “Rapat Konsolidasi dan Koordinasi Pemenangan Partai Golkar Lembata”, Sabtu (26/5).

Gebi menjelaskan, Satgas itu dibentuk untuk mencegah terjadinya perdagangan orang yang marak di wilayah NTT, termasuk di Lembata.

“Human trafficking ini sebenarnya bukan hal baru bagi Partai Golkar di NTT. Lembata sudah punya Perda tentang Buru Migran, kita harapkan bisa diimplmentasikan hingga tingkat desa yang diwujudkan dalam bentuk Peraturan Desa (Perdes),” kata Gebi Sola, aktivis Padma yang sudah berpengalaman menangani human trafficking di Indonesia.

Ketua DPD I Golkar NTT, Melkiades Laka Lena, mengatakan, pada April 2018 lalu ia berkunjung selama seminggu di Kuala Lumpur, Malaysia dan bertemu dengan TKI asal NTT.

“Pada saat Hari Raya Paskah kemarin, saya berada di Malaysia, karena terganggu dengan berita terkait banyaknya TKI asal NTT yang meninggal dengan kondisi organ tubuh yang hilang,” katanya.

“Di Kuala Lumpur, saya bertemu dengan TKI asal NTT, yang berasal dari Timor, Sumba dan Flores. Mereka mengeluh bahwa pemerintah RI termasuk Pemprov NTT tidak peduli dengan mereka,” sambungnya.

Karena itu, sebut Melki, setelah pulang dari Malaysia, dirinya lalu menggelar rapat bersama pengurus DPD I Golkar NTT. Hasil rapat, memutuskan untuk membentuk Satgas Anti Human Trafficking.

Menurut Melki, selain pengurus Golkar, Satgas ini juga mengajak dari unsur non-Golkar yang berasal dari aktivis. “Artinya harus ada program politik yang mesti kita gerakan untuk membantu TKI. 90 persen dari mereka adalah TKI ilegal. Kalau mereka tertangkap polisi, maka pasti mereka mati dan diotopsi. Tubuhnya akan dibelah dan banyak organ tubuh yang akan hilang,” tegas Melki.

Dengan adanya pembentukan Satgas tersebut, Melki mengaku telah berkoorinasi dengan Kepala BNP2TKI Nusron Wahid, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dan Melchias Markus Mekeng.

Kata Melki, Golkar NTT juga akan memfasilitasi pembentukan paguyuban NTT di Malaysia. “Nanti setelah semua perangkat ini jadi, kami akan siapkan kelembagaan, infrastruktur dan semua perangkat lainnya. Secara khusus, kami akan bersama DPRD NTT, DPRD Kabupaten dan Kota serta kepala daerah dari partai Golkar untuk bersikap dan mendukung tugas Satgas ini,” katanya.

Gebi Sola menambahkan, Satgas tersebut bisa tahu persis persoalan atau akar masalah human trafficking di NTT, termasuk juga mencegah terjadinya human trafficking.

“Saya berpandangan bahwa, masalah human trafficking ini tentu berawal dari hulu. Kalau hulunya baik, tentu hilirnya atau negera penerima TKI akan baik,” katanya. (jdz)