Flight Kupang-Dili-Darwin Masih Perlu Perijinan di Timor Leste

KUPANG – Rencana pembukaan rute penerbangan (flight) dari Kupang ke Dili dan Darwin untuk membangun konektivitas antar daerah secara nasional dan internasional, masih dalam pembahasan. Gubernur NTT, Frans Lebu Raya, mengatakan rencana pembukaan rute penerbangan itu, menjadi tujuan Pemprov NTT untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi. Namun sejauh ini masih diperlukan perijinan di Dili, Timor Leste.

“Kita mengharapkan dengan dibukanya rute penerbangan akan dapat memajukan perekonomian di tiga kawasan itu. Namun, diperlukan penambahan dan pembukaan slot time, terlebih pada urusan perijinan di Dili,” ucap Gubernur Lebu Raya, di sela-sela pembukaan Travel Fair Garuda Indonesia, di Lippo Plaza, Kupang, Jumat (23/3).

Slot time penerbangan nasional berperan untuk mengatur lalu lintas dan pergerakan pesawat di bandar udara (bandara) agar terhindar dari tabrakan antar pesawat atau dengan benda lain. Kewenangan penetapan slot time dikelola oleh tim pengelola slot time penerbangan nasional yang disebut Airport Slot Time Management (ASM).

Menurut Lebu Raya, soal slot penerbangan, perlu membicarakan dengan pemerintah Republic Demokratic Timor Leste (RDTL) dan pihak otoritas penerbangan di Denpasar. “Penerbangan Kupang ke Dili dan Kupang ke Darwin, tidak perlu setiap hari. Nanti kita lihat perkembangan pasar. Juga kita lihat apakah ada penambahan atau pengurangan slot. Hal ini membutuhkan campur tangan Kementerian Perhubungan RI, di Jakarta,” katanya.

Direktur Teknik Garuda Indonesia, I Wayan Susena, menjelaskan, soal rencana Garuda Indonesia membuka rute penerbangan Kupang ke Dili dan Kupang ke Darwin, pihaknya perlu melakukan evaluasi terutama menyangkut perijinan slot time dan respon pasar. Bahkan, tambah dia, setiap pembukaan rute penerbangan menjadi langkah positif dalam membangun konektiviti untuk menghubungkan seluruh nusantara.

“Sudah pasti kami juga akan mengevaluasi apakah pembukaan rute penerbangan baru berkaitan dengan peluang pasar. Kami juga akan menentukan apakah nantinya rute penerbangan Garuda Indonesia ke Dili lewat Kupang atau tidak. Hal ini butuh evaluasi dari unit yang melayani pembukaan rute penerbangan,” jelas Wayan.

Berkaitan dengan belum adanya penerbangan Garuda Indonesia ke Waingapu, sebagaimana dikemukakan Gubernur Lebu Raya, kata Wayan, hal ini menjadi masukan bagi Garuda Indonesia akan mengkajinya dari berbagai aspek. (hms/son)