Headline

Expo Alor IX & Karnaval II Dihelat Enam Agustus

Kalabahi, mediantt.com — Pergelaran Expo Alor IX dan Karnaval Alor II akan dihelat pada 6-13 Agustus 2015. Pembukaannya akan berlangsung bersamaan dengan kehadiran para peserta Sail Indonesia 2015 yang akan menyinggahi Kalabahi, ibu kota Kabupten Alor.

Ketua panitia Expo Alor IX dan Karnaval Alor II, Hopni Bukang kepada wartawan di kantor Bupati Alor, Senin (3/8/15) menjelaskan, pantia telah mempersiapkan kegiatan tahunan ini. Menurut Bukang, pergelaran ini akan diikuti oleh sejumlah perserta dari luar Alor bahkan dari luar Provinsi NTT. “Sekarang persiapan panitia sudah oke. Pembukaannya itu sesuai rencana tanggal 6 Agustus 2015, nanti sama-sama dengan kehadiran peserta Sail Indonesia,” katanya.

Sekda Alor ini menyebutkan, pihaknya juga telah meminta semua kecamatan dan semua instansi untuk mengambil bagian dalam ajang promosi budaya dan pariwisata tersebut.

Menurut dia, semua pihak termasuk para pelaku usaha harus ikut terlibat dalam ivent itu. “Kita harapkan semua pihak harus terlibat karena ini event tahunan untuk mendukung kegiatan investasi di Alor. Kita berharap semua pelaku-pelaku ekonomi harus ambil bagian dalam event ini,” tandasnya.

Ia menjelaskan, Expo Alor IX dan Karnaval Alor II tentunya membuka peluang investasi usaha pariwisata, ekonomi kreatif, akomodasi, pertambangan, kuliner dan souvenir-souviner khas daerah Alor.

Kata dia, panitia telah bersurat ke semua kabupaten/kota termasuk kementerian terkait untuk mengikuti Expo Alor IX dan Karnaval Alor II. “Makanya semua kabupaten/kota di NTT kita sudah undang melalui surat bahwa ada kegiatan Expo Alor IX dan Karnaval Alor II, tapi sampai saat ini belum ada yang mendaftar. Kita juga sudah bersurat ke kementerian terkait untuk mengikuti kegiatan ini. Semua 17 kecamatan kita libatkan karena mereka yang punya souvenir khas masing-masing,” ujarnya.

Sebelumnya, Bupati Alor, Amon Djobo menyatakan, Expo Alor IX dan Karnaval Alor II sebagai event untuk mempromosikan keunggulan Kabupaten Alor. Menurut Djobo, keunggulan yang dimiliki harus dijadikan sebagai sumber devisa daerah dan industri ekonomi kreatif. “Alor harus dijadikan sebagai pintu masuk investasi melalui kemandirian produksi,” katanya. (joka)

Foto : Tugu monumen perjuangan rakyat Alor.