Dukung Festival 3G, Gubernur NTT Targetkan 3 Juta Wisman di 2022

LEWOLEBA, mediantt.com – Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, mendukung penuh dan memberikan apresiasi yang tak terhingga atas imajinasi kreatif dan inovatif dari seorang Eliaser Yentji Sunur. Sebab, Bupati Lembata itu berhasil mendesain dan melahirkan even Festival 3 Gunung 2018. Dari festival 3G ini dan sejumlah festival yang akan digelar di seluruh NTT, Gubernur Viktor menargetkan 3 juta wisatawan berkunjung ke NTT di tahun 2022.

“Bupati Lembata dan Wakil Bupati serta seluruh jajarannya berhasil melahirkan imajinasi kreatif untuk dinikmati orang lain. Malam ini kita ada di tempat yang indah ini, Bukit Cinta, menikmati panorama alam dan aneka budaya Lembata yang eksotis. Sebagai Gubernur saya memberikan apresiasi yang tak terhingga kepada Pemerintah Kabupaten Lembata yang juga mendukung program pariwisata provinsi. Kita punya mimpi besar yang harus diwujudkan dalam kerja-kerja konkrit,” tegas Gubernur Viktor ketika menutup Festival 3G 2018 di pelataran Bukit Cinta, Wolor Pass, Sabtu (29/9) malam.

Menurut mantan Ketua Fraksi Nasdem DPR RI ini, dunia telah menetapkan pariwisata sebagai kekuatan ekonomi baru yang sangat menjanjikan. “Dan kita sedang berada dalam lingkaran itu. Karena itu kita harus desain pariwisata secara baik, karena kita punya atrakasi alam dan budaya yang sangat indah, beragam dan tak tertandingi,” kata Viktor dan mengingatkan agar orang pariwisata tidak membuang sampah sembarangan termasuk sampah plastik.

Ia mengatakan, festival serupa akan digelar di kabupaten lain, sehingga ada konektifitas, sehingga gagasannya tentang Ring of Beauty (cincin cantik) menjadi penting. “Tidak mungkin F3G ini berjalan tanpa konektifitas. Karena itu, dengan Ring of Beauty, kita akan punya jadwal pesawat tetap juga kapal laut. Saya harapkan kita kerja bersama. Kita jaga alam dan budaya kita yang berdampak nilai ekonomi,” tegas politisi dan pebisnis ini.

Ia juga mengingatkan agar indahnya alam NTT tidak boleh dirusakkan. “Kita hadir di sini karena alasan alam dan budaya. Kita akan desain dengan baik. Saya sangat serius dengan agenda festival seperti ini. Berbagai festival akan kita buat di NTT. Salah satunya kita buka lingkaran utara-utara, mulai dari Lembata, Alor, Belu, TTU, Kabupaten Kupang, dan Kota Kupang. Ini namanya Ring of Beauty dari utara ke utara atau kluster pariwisata utara-utara,” tandas Gubernur Viktor.

“Saya menaruh harapan kepada Lembata soal pariwisata. Sebab hanya orang gila yang buat hal-hal hebat. Harus mulai dari gagasan. Jangan mulai dari uang. Lembata jadi contoh,” tambah Viktor yang datang ke Lembata selain untuk menghadiri puncak F3G, tapi juga melakukan panen bawang merah dan menanam marungga (kelor).

Sentuhan Anggaran

Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur menjelaskan, F3G adalah sebuah gagasan dan inovasi kebijakan berani yang strategis, yang bersinergi dengan kebijakan pariwisata provinsi dan nasional, dalam satu kesatuan yang integrated. “Lembata punya atraksi alam dan budaya yang indah, yang bisa menjadi daya tarik kepada wisatawan. Dan, Festival 3 Gunung ini mengangkat citra pariwisata Lembata dan NTT. Kalau semua potensi wisata ini dieksplor dan dikelolah secara baik maka Lembata menjadi Trully Heaven” kata Bupati Sunur.

Ia juga meminta Gubernur NTT untuk memberi perhatian ke pariwisata Lembata. “Saya sangat yakin dengan gaya kepemimpinan Pak Gubernur yang inovatif ini, NTT pasti mengalami loncatan percepatan pembangunan, khususnya pariwisata. Lembata jadi mitra kerja untuk wujudkan desain pariwisata ntt,” kata Sunur.

Ia juga berharap sinergitas antara pemerintah pusat, provinsi dan Lembata perlu dikonkritkan dalam tindakan implementatif. “Tidak hanya dalam tataran kebijakan. Tapi perlu sentuhan anggaran. Karena pariwisata Lembata juga milik kita orang NTT dan Indonesia. Sampai jumpa lagi di F3G tahun 2019 yang lebih megah,” tegas bupati dua periode ini.

Ketua DPRD NTT, Anwar Pua Geno, menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Pemkab Lembata yang sukses menggelar F3G 2018. “Ini sesuatu yang luar biasa dan menjadi agenda tahunan. DPRD NTT berharap tingkatkan kualitas penyelenggaraan F3G. Kami dukung gagaaan pa gubernur untuk memperpanjang landasan pacuh bandara Wunopito dan infrastruktur jalan,” kata Anwar, dan menyebutkan Gubernur Viktor akan mengalokasikan Rp 200 miliar untuk pembangunan jalan di Lembata.

Disaksikan mediantt.com, sebelum acara penutupan F3G, digelar juga atraksi paralayang dari Bukit Jomblo. Karena angin cukup kencang, hanya ada tiga paralayang yang berani adu adrenalin dan berhasil mendarat dgn baik di pantai.

Puncak acara F3G ini juga dihadiri warga di Kota Lewoleba dan sekitarnya, juga utusan dari seluruh desa se-Lembata. Seluruh rangkaian acara dalam balutan budaya dan adat ini diakhiri dengan pesta kembang api. (jdz/roy)