Dua Ribu Lebih Ha Sawah Gagal Tanam, Produksi Merosot

Kupang, mediantt.com – Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan NTT Johanes Tay mengatakan, areal persawahan gagal tanam di daerah itu sampai Maret 2016 berjumlah 212.4900 hektare (ha).

Angka itu merupakan bagian dari target areal tanam pada 2016 sebanyak 229.618 ha. Kondisi tersebut bakal berdampak terhadap produksi padi.

“Tahun ini curah hujan sangat minim. Banyak areal persawahan mulai mengalami kekerungan air sejak Maret,” kata Johanes, Selasa (26/4).

Menurut Johanes, petani yang tidak menanam padi, tetap didorong untuk mengolah lahan mereka guna ditanamai tanaman hortikulura yang tidak membutuhkan banyak air. Petani dapat mengalirkan air dari sumur untuk
mengairi tanaman mereka.

“Pemerintah tetap mendorong peningkatan produksi dan menjaga optimalisasi harga. Menggunakan benih yang bermutu tanpa pupuk,” katanya.

Gagal tanam mengakibatkan banyak petani tidak menjual gabah mereka ke pasar. Imanuel, petani di Persawahan Oesao, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang mengatakan menyimpan gabah untuk persediaan jika terjadi krisis pangan.

Dia mengatakan banyak petani di persawahan Oesao tidak menanam padi. Petani tersebut meninggalkan areal persawahan mereka yang kini telah berubah menjadi tempat pengembalaan ternak.

Hal yang sama juga terjadi di Persawahan Oepoi di Kota Kupang. Sesuai pantauan, hampir seluruh areal persawahan di lokasi itu ditumbuhi ilalang.

Sejumlah petani setempat yang sebelumnya nekat menanam padi, mulai menghadapi masalah karena tanaman tersebut mulai layu akibat tidak diairi air. (mi/che)

Foto : Areal Sawah Lodok di Lembor