Headline

Direksi dan Komisaris PT Flobamor Siap Diberhentikan Jika Tak Mampu

KUPANG, mediantt.com – Setelah manajemen PT Flobamor sebagai BUMD NTT ditangani wajah-wajah baru, kinerjanya mulai makin progresif. Bahkan jajaran direksi dan komisaris berjanji mulai bekerja secara profesional dan siap diberhentikan jika salah atau tidak mampu.

“Kami baru tiga bulan bekerja dan telah melakukan berbagai perbaikan internal. Kami akan bekerja secara profesional sesuai visi misi gubernur dan wagub NTT. Kami juga siap diberhentikan kalau salah atau tidak mampu memanage perusahaan daerah ini. Kami butuh dukungan masyarakat NTT termasuk dari teman-teman Pers,” kata Direktur Operasipnal PT Flobamor, Budhy S. Karsidin kepada wartawan, Rabu (19/12).

Ia mengatakan, seluruh managemen akan bekerja profesional dan siap bersaing secara sehat dengan tetap berpegang pada prinsip-prinsip kerja yang baik demi NTT yang bangkit menuju sejahtera. “Kami mendukung penuh program kerja Bapa Gubernur dan Wagub NTT untuk NTT yang bangkit dan sejahtera,” kata mantan pengelolah maskapai TransNusa ini.

Ke depan, sebut dia, PT Flobamor akan lebih bankable. “Artinya, kalau kami butuh uang atau modal maka pinjam saja ke bank. Tidak perlu lagi minta terus ke pemerintah,” kata Budhy.

Sementara itu, Plt Direktur Utama PT Flobamor, Agustinus Zadriano Bokotei, menjelaskan, selama tiga bulan bekerja pihaknya telah melakukan efisiensi biaya, antara lain, penyederhanaan susunan pengurus, yang sebelumnya enam orang dewan direksi dan komisaris menjadi cukup 4 orang. Juga restrukturisasi karyawan yang berdampak pada beban biaya gaji dan perusahaan bisa saving kurang lebih Rp 35 juta per bulan.

“Perubahan pengurus dan restrukturisasi ini juga berdampak pada beban biaya perjalanan dinas direksi dan dewan komisaris sebelumnya rata-rata Rp 65 juta per bulan menjadi Rp 25 juta per bulan,” kata Bokotei.

Selain itu, sebut dia, melakukan renegosiasi rate premi asuransi kapal menjadi turun tapi memberikan coverage dan manfaat lebih luas. Juga renegosiasi rencana docking kapal untuk mendapatkan perbaikan yang tepat sesuai skala prioritas, harga yang lebih kompetitif dan mengedepankan aspek keselamatan. “Kami juga akan menyelesaikan kewajiban tunggakan pajak yang belum diselesaikan sebesar kurang lebih Rp 1 miliar lebih,” kata Bokotei.

Menurut dia, pihaknya juga akan menghentikan sementara operasional empat anak perusahaan dan satu koperasi karyawan yang menyimpang dari Core Bisnis dan tidak memberikan kontribusi bagi perusahaan induk. “Menindaklanjuti hasil temuan audit Financial Due Diligent dan berkoordinasi dengan BPKP untuk dilakukan audit,” ujarnya.

Ia juga menyebutkan, pendapatan tahun 2017 sebesar Rp 16,9 miliar ditargetkan mencapai Rp 20 miliar pada tahun 2018. Artinya, meningkat 30 persen dari tahun 2017. “Dengan peningkatan itu, pada tahun sebelumnya perusahaan hanya memberikan saldo laba negatif maka pada tahun 2018 ini ditargetkan mencapai saldo laba positif. Kami juga sudah cadangkan anggaran untuk kontribusi PAD tahun 2018 sebesar Rp 500 juta,” tegas Bokotei.

Ia menanbahkan, rencana kinerja tahun 2019 antara lain, menargetkan perolehan subsidi untuk tiga unit kapal dan penambahan lintasan penyeberangan dan penyehatan kembali tiga kapal sebagai alat produksi, dengan implementasi sistem reservasi dan tiketing secara online. “Ekspansi atau pengembangan usaha yang berhubungan dengan komoditi daerah di NTT untuk menunjang usaha perekonomian rakyat. Selain itu, target kontribusi PAD tahun 2019 minimal Rp 3 miliar,” tandas Bokotei. (jdz)