Demi Golkar, Melki Mengalah untuk Mendukung Nai Soi Jadi Cawagub 

KUPANG – Intrik politik di tubuh Partai Golkar selalu berakhir dengan kejutan. Grand desain politik yang diformat Golkar dalam berbagai dinamika, selalu melahirkan keputusan kontroversial.

Tidak saja di DPP Partai Golkar yang heboh dengan kasus dugaan korupsi yang melibatkan Ketum Setya Novanto, di DPD I Golkar NTT, riak politik pun tak terhindarkan. Saling sikut pun menjadi hal yang lumrah. Kekuatan generasi muda golkar telah berhasil melengserkan Ibrahim Medah, dari tampuk ketua, hingga harus hengkang ke Partai Hanura. Ketua Golkar NTT pun direbut generasi muda yang direpresentasikan oleh Melki Laka Lena.
Melki yang menghipnotis publik NTT dengan Sayembara Ayo Bangun NTT, menjadi magnet bagi kaum muda. Mereka jatuh cinta pada keberanian Melki Laka Lena yang turun gunung menggalang aspirasi rakyat, dan berani menyatakan diri maju sebagai  cagub NTT 2018. Kekuatan kaum muda pun  dierat-satukan dalam Relawan MLL, yang menyebar merata di seluruh kabupaten/kota. Mereka solid bekerja untuk Melki Laka Lena menjadi gubernur NTT.
Harapan kaum muda terhadap Melki membuat mereka sangat fanatik berjuang untuk MLL yang saat itu ditandemkan dengan Ketua Nasdem NTT Jacky Ully.
Politik memang tak bisa diprediksi. Kekuatan Melki mulai lemah ketika pecah kongsi antara Golkar dan Nasdem, yang sudah sepakat mencalonkan Jacky Uly-Melki Laka Lena. Alasannya, karena elektabilitas Jacky Uly dalam survei tak pernah beranjak naik dari posisi buntut. Golkar pun menyatakan Melki maju sebagai cagub. Nasdem juga merubah keputusan; mendorong Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) sebagai Cagub.
Konstalasi politik menjadi tak menentu. Melki merasa dikianati DPP Partai Golkar ketika muncul nama Yos Nai Soi, yang diduetkan dengan Viktor Laiskodat.
Tapi Melki tak gegabah. Irama politik itu dijaga dengan santun meski ia sendiri tak pernah diberitahu oleh DPP soal perubahan figur itu. Melki tak melawan. Ia mengikuti perubahan arus politk itu.
Akbirnya, Jumat (15/12/2017), di Hotel T-More, Melki Laka Lena, dalam Rapat Pleno Diperluas dengan seluruh DPD II Golkar se-NTT, menyatakan mendukung Yos Nai Soi sebagai Cawagub untuk diduetkan dengan Viktor Bungtilu Laiskodat.
Di sinilah kebesaran jiwa seorang Melki patut diapresiasi tapi sekaligus menjadi kabar buruk bagi kaum muda yang sudah terlanjur jatuh cinta padanya. Harapan mereka sirna dengan keputusan politik tersebut.
Menurut Melki Laka Lena, dengan mempertimbangkan kepentingan yang lebih besar bagi Partai Golkar, serta perjalanan politik yang lebih baik lagi di NTT, dirinya ikhlas memberikan kesempatan itu kepada Nai Soi.
“Saya akan segera membawa keputusan ini kepada DPP Partai Golkar, untuk meminta segera memutuskan hasil yang diputuskan pada sore ini,” tegas Laka Lena
Melki Laka Lena sempat meneteskan air mata ketika menyampaikan dukungan kepada Yos Nai Soi untuk diduetkan dengan VBL. Hampir satu menit ia terdiam sebelum memberi penjelasan.
Didampingi jajaran pengurus DPD Partai Golkar NTT dan DPD Partai Golkar kabupaten/kota, Melki menuturkan,
Viktor Laiskodat adalah guru baginya. “Saya bisa menjadi seperti sekarang ini juga karena belajar dari Viktor Bungtilu Laiskodat. Sesungguhnya saya ingin Bang Viktor tetap di Jakarta dan tidak harus pulang ke NTT sebagai calon gubernur. Sebab dia adalah satu-satunya orang NTT yang memiliki kemampuan untuk bersaing di tingkat nasional,” kata Melki.
Akan tetapi, lanjut dia, dirinya dan seluruh jajaran pengurus Partai Golkar NTT siap mendukung dan memenangkan pasangan VBL-YNS dalam perhelatan politik Pilgub NTT 2018,” tegas Melki.
Muhamad Ansor menambahkan, setelah melalui dinamika yang panjang, Melki Laka Lena menyatakan legowo dan merelakan posisi cawagub kepada Yos Nai Soi.
Selain itu, menurut Ansor,  Rapat Pleno juga memberikan mandat kepada Melki Laka Lena, sebagai Ketua DPD I Partai Golkar NTT untuk melakukan koordinasi dan komunikasi kepada DPP Partai Golkar dalam rangka menetapkan pasangan calon ini dalam SK dan Rekomendasi Penetapan,” kata Ashor yang juga anggota DPRD NTT ini. (jdz)