Bupati Sunur Serius Cari Peluang Pacuh Pembangunan Infrastruktur

HOELEA – Senin (4/3/2019), Bupati Lembata Eliazer Yentji Sunur, melantik Penjabat Desa Roma dan Hoelea di Kecamatan Omesuri. Saat itu, Bupati Sunur menegaskan akan terus mencari peluang agar bisa memacuh atau mempercepat pembangunan infrastruktur di Lembata.

Menurut Bupati, untuk membangun dibutuhkan modal yang cukup,  tidak mungkin membangun kalau tidak ada modal. Karena itu, yang harus dikejar Pemerintah Daerah adalah peningkatan PAD. Selama masa kepemimpinannya, PAD terus meningkat dari sekitar Rp 11 miliar sampai Rp 38 miliar di tahun 2017 dan Rp 48 miliar di tahun 2018. Targetnya akan mencapai Rp 74 miliar di tahun 2019 dan Rp 100 miliar di tahun 2021.

Berbagai usaha yang dibuat pemerintah termasuk sentuhan-sentuhan untuk meningkatkan daya tarik wisata pada beberapa titik destinasi adalah bagian dari upaya pemerintah meningkatkan PAD.  Seluruh jalan utama di Lembata panjangnya kurang lebih 600 km.

“Untuk membangun jalan ini dibutuhkan uang sekitar Rp 2.4 triliun. Untuk itu, peluang meningkatkan PAD melalui  pengembangan destinasi wisata harus dilakukan dari sekarang. Kita sudah berkomitmen tidak ada tambang, maka peluang kita ada di pariwisata. Kita tidak bisa hanya diam saja,” jelas Bupati Sunur.

Bupati Sunur melanjutkan, “Sudah ada kepastian Menteri Bapenas akan datang kesini pada akhir Bulan Maret. Di bulan Mei nanti,  Menteri Keuangan juga akan datang untuk meresmikan Rumah Sakit kita. Harapan kita agar kedatangan mereka dapat membuka lebih luas intervensi dana pusat untuk Lembata. Walaupun sudah di periode kedua, saya tidak mau hanya diam saja. Saya akan terus kerja keras membangun Lembata sampai batas kemampuan saya”.

SPBU Baru

Pada kesempatan pelantikan dua Penjabat Kepala Desa di Kecamatan Omesuri ini, Bupati Sunur juga menyinggung  soal SPBU yang selama ini menjadi salah satu persoalan utama di Lembata.

“Kita doakan agar di bulan April nanti kita sudah ada SPBU baru. Sudah ada peluang baik dari Presiden dan kita tangkap peluang itu. Presiden mintanya cepat di bulan Maret agar beliau dapat resmikan untuk seluruh Indonesia,” kata Sunur. (ferry/jdz)