Headline

Bupati Malaka Ikut Rontokkan Padi Bersama Petani Desa Kamanasa

KAMANASA – Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran, memantau rakyat panen padi di sawah. Tak cuma itu, bupati yang merakyat dengan sapaan SBS itu ikut merontokkan padi bersama rakyat di Desa Kamanasa, Kecamatan Malaka Tengah, Jumat (24/5/2019).

Pencetus Program Revolusi Pertanian Malaka (RPM) itu mengaku sangat senang hadir bersama rakyat untuk melihat dari dekat usaha pertanian yang dilakukan masyarakat.

“Hari ini saya senang sekali bisa memantau langsung aktifitas rakyat saat melakukan panen padi di sawah. Saya juga sangat senang bisa rontok padi milik rakyat yang sementara di panen. Kehadiran saya hari ini sebagai bentuk dukungan sekaligus memberikan semangat kepada petani agar tetap menekuni usaha pertanian sawah sebagai salah satu sumber penghidupan keluarga,” kata Bupati SBS.

Menurut dia, dari awal sudah ditegaskan tanah Malaka itu tanah yang sangat subur dan bila dikelola secara baik, maka memberikan kemakmuran kepada rakyat. “Kehadiran saya di tengah rakyat untuk memberikan semangat dan dukungan bahwa Pemkab Malaka memiliki kepedulian besar untuk memajukan usaha pertanian masyarakat melalui program RPM,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Program RPM itu definisinya merupakan upaya yang sungguh-sungguh, dengan cara-cara luar biasa dan dalam waktu sesingkat-singkatnya rakyat berkelimpahan makanan. Definisi operasionalnya, sebut dia, rakyat yang memiliki tanah dan tidak mampu mengolahnya, maka pemerintah membantu mengolahnya. Rakyat yang tidak mampu mengadakan benih unggul maka pemerintah menyiapkan benih unggul, termasuk pupuk dan obat-obatan pertanian. Rakyat tinggal tanam dan merawat tanaman itu dan hasilnya semuanya dinikmati rakyat.

“Supaya rakyat paham tentang teknologi pertanian modern maka pemerintah siapkan tim pakar di bidang pertanian untuk memberikan bimbingan dan petunjuk-petunjuk terkait teknologi pertanian. Tim pakar bimbing PPL
dan rakyat serta memberikan masukan kepada pemerintah untuk membuat keputusan yang baik dan benar,” tegasnya.

Sebagai Kepala Daerah, pihaknya sangat senang karena berkat bimbingan tim pakar, maka hasil produksi pertanian padi mengalami peningkatan dari tahun ke tahun dengan memanfaatkan teknologi penanaman jajar legowo 2:1.

“Di bidang penanaman jagung menggunakan teknologi penanaman double track dan hasilnya sangat meningkat dan membantu petani. Kita harapkan pemanfaatan teknologi pertanian modern semakin dikenalkan dan diperluas guna percepatan kemakmuran rakyat melalui usaha dibidang pertanian,” imbuh Bupati SBS. (boni/jdz)