Bicara Pariwisata di UKAW, Viktor Soroti Pantai Lasiana dan Ina Boi

KUPANG, mediantt.com – Calon Gubernur NTT No Urut 4, Viktor Bungtilu Laiskodat, bicara tentang Pariwisata sebagai program utama Victory-Joss, dalam diskusi publik bertajuk “Quo Vadis NTT; Bedah Visi dan Misi Cagub dan Cawagub NTT” yang digagas Sinode GMIT bekerja sama dengan Iniversitas Kristen Artha Wacana (UKAW) Kupang, Selasa (12/6).

Dalam forum tersebut, Cagub Voktor juga sscara gamblang menyorot obyek wisata Pantai Lasiana dan Hotel Ina Boi yang tidak terurus dengan baik.

Kepada Civitas Akademika UKAW, Cagub Viktor menjelaskan, pariwisata menjadi lokomotif utama pembangunan di NTT. Menurut dia, membangun pariwisata NTT perlu menjadi perhatian semua pihak terutama pemerintah. Karena membangun dunia pariwisata tidak saja membangun perekonomian tetapi membangun sebuah peradaban manusia dan nilai.

ia mengatakan, sektor pariwisata akan lestari kalau pariwisata itu mempunyai nilai ekonomi bagi masyarakat. Kalau tidak memiliki nilai ekonomi maka pariwisata itu akan hilang. Ia mencontohkan keindahan terumbu karang yang akan di bom oleh orang manakala tidak memiliki dampak ekonomi. Orang akan mudah bom ikan daripada menjaga terumbu karang menjadi keindahan alam.

”Jadi membangun pariwisata itu adalah membangun ekonomi, membangun alam dan membangun budaya atau peradaban. Kita bicara soal kelestarian alam, tapi kalau tidak ada dampak ekonomi maka tidak ada guna. Soal bom ikan, orang tinggalkan, Kalau mau bangun pariwisata, itu melalui ekonomi, alam dan budaya,” kata Laiskodat.

Ia juga mengatakan, paradigma pembangunan pariwisata pemerintah saat ini masih sebatas bangun hotel. Padahal, pariwisata itu berbicara tentang aksesibilitas seperti infrastruktur menuju objek wisata. “Aksesibilitas lebih penting untuk meningkatkan optimilisasi pariwisata,” katanya.

Ia mencontohkan objek wisata Pantai Lasiana yang berorientasi proyek dan asal jadi karena tidak mempertimbangkan estetika sebagai objek wisata. ”Pantai Lasiana kalau orang yang mengerti pariwisata kalau berkunjung ke sana pasti akan menangis. Mengapa? Karena dibangun tembok penahan untuk menutupi pantainya. Alasannya untuk mengatasi abrasi. Ini karena membangun mau gampang saja, asal proyeknya jadi. jadi tidak ada estetikanya,” kritik Laiskodat.

Ia juga mengatakan, membangun infrastruktur ke depanya harus mempertimbangkan kepentingan pengembangan pariwisata di NTT. Selain itu, kata Laiskodat, optimalisasi aset milik pemprov harus berorientasi pada pengembangan sektor wisata.

Ia mencontohkan Hotel Ina Boi yang ada di Kota Kupang namun digunakan untuk menampung imigran. Padahal Hotel Ina Boi berada pada lokasi strategis dengan view Sunset yang menawan tapi dimanfaatkan untuk kebutuhan yang tdak berkaitan dengan pariwisata.

Selain menyoroti Hotel Ina Boi, Lasikodat juga menyentil soal Pulau Komodo, Pulau Rinca dan sejumlah pulau lainnya, yang dalam pengelolaannya bukan Pemrov NTT tapi dikelolah oleh pemerintah pusat. “Aset itu merupakan milik NTT tapi NTT hanya menjadi penonton saja,” kata Viktor. (jdz)