Betapa Pentingnya Tim Pakar untuk Program Revolusi Pertanian Malaka

Program Revolusi Pertanian Malaka yang digagas Bupati Stef Bria Seran, telah menjadi primadona bagi petani Malaka. Suksesnya program ini juga karena ada Tim Pakar. Tim yang terdiri dari para ahli pertanian ini, selalu memberikan pendampingan langsung kepada petani. Seberapa besar pentingnya Tim Pakar ini?

KEHADIRAN Tim Pakar dalam mengimplementasikan Program RPM sangat diperlukan. Sejak awal Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran sebagai pemrakarsa dan pencetus program itu dalam berbagai kesempatan saat kampanye Paket SBS-DA hingga terpilih jadi Bupati Malaka, tetap berkomitmen untuk menggunakan tim ahli dalam mengimplementasikan program RPM. Alasannya sederhana, supaya kita mendapatkan nasehat-nasehat penting terkait implementasi di lapangan sehingga tidak salah arah atau melenceng dari tujuan program RPM.

Dalam nalar jurnalistik saya yang namanya tim ahli berarti terdiri dari orang-orang pintar dan cerdas di bidang ilmunya masing-masing. Mereka bekerja dan merekomendasikan sesuatu untuk dikerjakan sudah melalui kajian ilmiah melalui metode-metode keilmuan yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Bukan asal omong atau asal bunyi. Atau bahasa pasarnya mimpi malam ini dan besok bikin.

Dalam aktivitasnya, tim ahli tidak hanya angkat-angkat program lalu pasang untuk dikerjakan tetapi mereka benar-benar mengkaji komoditi yang bermanfaat untuk mensejahterakan petani yang disesuaikan dengan potensi yang dimiliki di Malaka termasuk prospek pasarnya.

Ketua Tim Pakar RPM Kabupaten Malaka, Herry Kota, kepada media ini mengatakan, salah satu peranan tim ahli adalah membekali petani dengan tata tanam yang bisa meningkatkan produksi hasil pertanian.

Dicontohkan, tata tanam double track untuk jagung, tata tanam “Klunar” alias Jajar Legowo untuk komoditas padi. Pisang: dua anak cukup, kacang hijau: sistem larikan. Bawang merah dikawal sejak olah tanah, persiapan benih, penanganan benih sebelum tanam, tata tanam, penyemprotan tepat waktu, penyiangan, panen tepat waktu dan penanganan pascapanen yang tepat pula.

Dikatakan, contoh pendampingan Tim Pakar untuk bawang merah di desa binaannya, ada tanaman bawang merah agar memperhatikan
prinsip utama budidaya bawang merah:
Pertama, sebelum menanam, benih direndam dengan fungisida misalnya antracol selama 2 jam.

Kedua, gunting ujungnya sedikit dan pisahkan umbi menjadi siung sehingga yang ditanam hanya 1 siung per lubang tanam.

Ketiga, setelah tanam dan tumbuh 7 HST langsung disemprot dengan fungisida misalnya antracol dan diulang setiap 10 hari sekali. Sehingga selama tanaman telah tumbuh sampai panen disemprot 3 kali.

Empat, menyiang gulma, jangan tergenang dan panen setelah cukup umur (minimal 60 hari).

Berikut beberapa hal penting yang berhubungan dengan Double Track (DT).
1. Double track adalah salah satu opsi inovasi tata tanam jagung.

2. Double Track menanam 1 biji/lubang untuk meningkatkan performa pertumbuhan dan produksi sejak perkecambahan hingga pengisian biji

3. Opsi ini dibuat atas realitas lapangan dimana dalam satu lubang tanam ditanam lebih dari 3 biji per lubang bahkan di Malaka ada sampai 10 biji per lubang.

4. Double Track adalah teknik menata persaingan hara, gas (co2 dan o2) dan cahaya matahari antar tanaman dalam satu lubang (sebelum) yang kemudian dengan cara dipisahkan (disapih) menjadi satu lubang satu biji.

5. Dengan cara penataan ruang justru telah meningkatkan populasi menjadi 71.000 tanaman/ha dibanding cara konvensional tanam berbaris dengan jarak 80 x 40 cm yang populasinya 66.000 per tanaman

6. Double Track berbeda dengan Legowo 2 : 1 pada padi. Legowo lebih pada meningkatkan efek tepi sehingga memicu meningkatnya jumlah anakan/rumpun. Sedangkan DT bukan mendapatkan efek tepi tapi menekan tingkat kompetisi terhadap tiga hal (hara, gas dan cahaya).

7. Persamaan legowo 2:1 dan DT terkesan bentuknya sama secara visual

8. Pengembangan Double Track terluas diimplementasikan pada program RPM Pemerintah Malaka. (rm/bobi/jdz)