Headline

Bertemu Pastor Sedekenat, Bupati Sunur Beberkan Arah dan Strategi Pembangunan

LEWOLEBA – Bupati dan Wakil Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur dan Thomas Ola Langoday, berkesempatan bertemu para pastor dan frater sedekenat Lembata pada Kamis (14/03/2019. Pertemuan yang berlangsung di Rumah Dekenat ini mengagendakan pemaparan dan dialog tentang arah dan strategi pembangunan Kabupaten Lembata sampai tahun 2022.

Romo Deken Lembata, Sinyo Da Gomes, Pr, dalam sambutan pembukaan, selain mengapresiasi juga menegaskan pentingnya sinergitas gereja dan pemerintah dalam membangun daerah.

Menurut Romo Sinyo, sinergitas ini dibutuhkan agar masyarakat yang juga adalah umat gereja dapat lebih merasakan manfaat dari berbagai kebijakan pembangunan.

Hal serupa diungkapkan Wakil Bupati Lembata, Thomas Ola Langoday. Sembari mengucapkan terima kasih atas kerjasama yang telah dibuat selama ini antara Pemda dan Gereja, misalnya kerjasama dalam program pemberantasan penyakit Malaria dan kerjasama dalam menyukseskan program T-Cabang bidang pertanian, Langoday juga mengungkapkan harapannya agar  kerjasama yang sudah ada lebih ditingkatkan lagi di banyak aspek lain.

Di pertemuan perdana bersama  para Pastor dan Frater sedekenat Lembata ini, Bupati Lembata ELiaser Yentji Sunur memaparkan secara umum arah dan strategi pembangunan Kabupaten Lembata yang telah, sedang dan akan dilaksanakan Pemerintah Daerah.

Bupati Sunur meminta agar gereja mengambil peran dalam salah satu kebijakan pembangunan ekonomi  daerah, yakni pemberdayaan ekonomi umat basis.

Menurut Bupati Sunur, kebijakan ini belum berjalan sehingga dari awal harus duduk bersama sehingga semuanya ‘tercover’ dalam perencanaan pembangunan daerah.

Menjawab pertanyaan beberapa pastor terkait lambatnya pembangunan infrastruktur khususnya jalan, Bupati Sunur menjelaskan, Pemda pada prinsipnya terus mencari peluang untuk mempercepat semua pembangunan infrastruktur yang ada.

“Anggaran pembangunan infrastruktur jalan sangat terbatas sehingga Pemda berusaha mencari peluang intervensi dana provinsi dan pusat sambil terus memacu peningkatan PAD,” katanya.

Ada Dilema

Diakuinya bahwa ada dilema antara percepatan pembangunan infrasturkutur jalan dan upaya mengejar pasar pariwisata yang menjadi potensi andalan Kabupaten Lembata.

Menurut Bupati Sunur, keduanya harus jalan bersama-sama, tidak bisa meninggalkan salah satunya. “Pasar pariwisata yang telah dibuka pemerintah pusat dan provinsi harus secepatnya direbut, jika terlambat maka akan hilang untuk seterusnya,” tegasnya.

”Kalau kita tunggu sampai semua jalan ini selesai baru mulai menjual pariwisata, maka Lembata pasti terus tertinggal. Jalan sudah pasti sangat penting dan kita terus berjuang untuk benahi, tetapi kita juga jangan sampai kehilangan pasar pariwisata karena ini potensi andalan yang akan lebih cepat memacu perkembangan pembangunan Lembata sekarang dan kedepan,” Bupati Sunur menambahkan.

Sementara terkait penataan jalan dalam Kota Lewoleba, menurut Bupati Sunur, penataan kota seluruhnya akan diserahkan kepada pihak ketiga. “Sebenarnya kalau Perdanya cepat selesai maka sudah bisa berjalan di tahun ini, tetapi dipastikan mulai tahun depan pihak ketiga akan mengerjakan semua penataan jalan dalam kota sampai dengan pemeliharaan. Karena anggaran terbatas maka Pemda akan menyicil pembayarannya setiap tahun. Saya sudah bicarakan ini dengan Menteri Keuangan,” jelas Bupati Sunur. (ferry/jdz)