Headline

Bentrok Dua Desa di Adonara, Satu Tewas dan Lima Rumah Terbakar

WEWIT – Satu orang dilaporkan meninggal dunia, dan tiga lainnya mengalami luka-luka dalam bentrok antarwarga Desa Wewit dan Nubalema-2, di Kecamatan Adonara Tengah, Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Wakil Bupati Flores Timur Agus Payong Boli mengatakan bentrok terjadi Rabu (5/6) malam.

“Betul, ada bentrok antarwarga di Pulau Adonara. Ada empat warga yang luka-luka dan dilarikan ke rumah sakit di Larantuka, tetapi satu orang tidak bisa tertolong dan meninggal dunia,” kata Agus.

Selain korban jiwa, sekitar lima rumah warga juga terbakar, tetapi tidak semua bangunan terbakar seluruhnya karena masyarakat langsung memadamkan kobaran api.

Dia mengatakan, bentrok itu dipicu pemuda mabuk yang melontarkan ancaman kepada warga desa, yang kemudian menyulut perkelahian antarwarga Desa Wewit dan Nubalema 2.

Menurut dia, tidak ada motif lain. Peristiwa tersebut semata-mata dipicu oleh pemuda yang sedang mabuk.

“Klaim kampung memang biasa terjadi di Pulau Adonara. Jadi semua warga kampung lain mudah terlibat dalam suatu konflik, tetapi biarkan aparat kepolisian yang menanganinya,” katanya.

Dia menjelaskan, solidaritas warga Adonara sangat tinggi, apalagi menghadapi ancaman dari luar kampung atau wilayah, walaupun sikap tersebut menurut berbagai kalangan tidak tepat.

Saat ini, Kapolres dan Dandim Flores Timur berada di lokasi bentrok untuk menenangkan situasi.

Brimob Amankan

Antara juga melaporkan, Polda NTT mengerahkan satuan setingkat peleton (SST) Brimob dari Sikka, Maumere, untuk membantu Polres Flores Timur dalam mengamankan situasi di Pulau Adonara pascabentrok antarwarga dua desa di pulau itu.

“Selain satu SST Brimob, Polda NTT juga mengirim personil BKO (bawah kendali operasi) dari Polres Maumere, untuk mencegah aksi keributan antarwarga lebih lanjut,” kata Kabid Humas Polda NTT Komisaris Besar Polisi Jules Abraham Abast, Jumat (7/6).

“Personil masih di lokasi keributan di Adonara. Ada sekitar 100 Personel Polres Flores Timur dengan dibantu unsur TNI dan Pemda, serta telah dikerahkan satu SST Brimob dari Sikka, dan Personel BKO dari Polres Maumere,” katanya.

Kegiatan pengamanan untuk mencegah aksi keributan antarwarga tersebut dipimpin oleh Kapolres Flores Timur, AKBP Deny Abrahams. (che/ant)