Bank NTT Harus Mampu Bangun Usaha dan Ekonomi Masyarakat

WAIKABUBAK – Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya, mengatakan, Bank NTT itu namanya adalah Bank Pembangunan Daerah (BPD) NTT. Artinya, dia hadir untuk mendorong percepatan pembangunan di daerah ini. Karena itu Bank NTT berperan penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi NTT.

Demikian ditegaskan Gubernur Lebu Raya saat meresmikan Gedung Kantor Baru BPD NTT Cabang Waikabubak di Waikabubak, Jumat ( 16/3).

Menurut Lebu Raya, Bank NTT tidak boleh hanya sebatas bangga karena dapat menghimpun dana pihak ketiga yang besar, tetapi juga harus mampu menyalurkannya untuk  membangun usaha dan ekonomi masyarakat.

“Angka pertumbuhan ekonomi kita selama kurang lebih empat tahun terakhir lebih tinggi dari angka rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional. Hal ini mengindikasikan semangat dan dinamika ekonomi masyarakat semakin membaik.Karena itu, saya meminta kalangan perbankan khususnya Bank NTT dapat menyalurkan kredit dengan syarat yang mudah supaya bisa mengjangkau banyak para pedagang kecil,” jelas Lebu Raya.

Menurut dia, Bank NTT harus mampu memberikan pelayanan kredit secara cepat. Jangan membuat orang menunggu pencairan kredit terlalu lama. “Kalau tidak bisa, katakan tidak.Kalau bisa, bilang bisa. Jangan membuat nasabah menunggu sampai satu bulan baru bisa cair. Model pelayanan seperti ini akan membuat orang berpindah ke bank lain. Sosialisasikan juga Kredit Usaha Rakyat (KUR) secara intensif agar makin banyak masyarakat memahaminya. Jangan sampai ada kesan KUR menjadi Kredit Usaha Repot,” tegas Lebu Raya.

Senada dengan Gubernur, Bupati Sumba Barat, Drs. Agustinus Niga Dapawole mengharapkan agar dengan gedung baru yang representatif, Bank NTT Cabang Waikabubak dapat memberikan  pelayanan yang lebih baik kepada para nasabah. “Bank NTT harus dapat merealisasikan mottonya yakni Melayani Dengan Sungguh. Berilah layanan yang berkualitas agar para nasabah menjadi nyaman berurusan dengan Bank NTT,” harap Bupati Niga Dapawole.

Sementara itu Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, Naek Tigor Sinaga mengungkapkan aset perbankan di NTT terus tumbuh secara positif. “Keadaan Bulan Februari 2018, total aset perbankan di NTT mencapai sekitar Rp 33,52 triliun atau meningkat sebesar 15,3 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu.

Angka ini berada di atas pertumbuhan nasional yang berada pada kisaran angka 10 persen. Dengan aset yang besar ini, kalangan perbankan siap mendukung aktivitas ekonomi masyarakat. Prinsipnya di mana ada geliat ekonomi,di situ ada aktivitas perbankan,” jelas Sinaga.

Kepala Divisi Trisuri Bank NTT, Harry Alexanderd, yang mewakili Plt Direktur Utama Bank NTT,  melaporkan, aset Bank NTT terus meningkat dari waktu ke waktu. “Sampai dengan Maret 2018, total aset Bank NTT adalah Rp 11,295 triliun. Dana yang terkumpul dari pihak ketiga dalam periode yang sama mencapai Rp 7,837 triliun. Sementara kredit yang disalurkan kepada nasabah sampai dengan Maret 2018 mencapai  Rp 7,651 triliun,” kata Harry.

Saat itu, Gubernur juga menyerahkan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) dari Bank NTT kepada Pemerintah Daerah Sumba Barat berupa empat unit motor roda tiga dan 12 unit tong sampah 3 R senilai Rp. 221.6000.000. Juga diserahkan secara simbolis tabungan pelajar kepada 5 perwakilan anak-anak Sekolah Dasar.

Tampak hadir pada kesempatan tersebut Wakil Bupati Sumba Barat, Unsur Forkompinda Kabupaten Sumba Barat, Kepala Dinas Kearsipan Provinsi NTT,Kepala Biro Humas Setda NTT,Sekretaris Daerah Kabupaten Sumba Barat, perwakilan perbankan, anak sekolah dan pelajar. (hms/aven)