Headline

ASDP Kupang Operasikan Lima Kapal Ferry Angkut Mudik Lebaran

KUPANG – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Kupang, Selasa (4/6), memberangkatkan lima armada kapal ferry dari Pelabuhan Bolok Kupang, untuk mengangkut para penumpang yang ingin berliburan Lebaran di kampung halaman mereka masing-masing.

“Lima kapal ferry yang diberangkat itu untuk melayani rute penyeberangan Kupang-Rote Ndao dan Kupang-Kalabahi serta rute penyeberangan Kupang-Lembata-Adonara-Solor-Larantuka,” kata Manager PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Kupang, Burhan Sahim di Kupang, Selasa (4/6).

Dia mengemukakan hal itu, berkaitan dengan tingginya permintaan dari para pengguna jasa pelayaran antarpulau di Nusa Tenggara Timur (NTT) itu, menjelang Lebaran tahun ini dan respon ASDP terhadap animo tersebut.

“Untuk rute pelayaran Kupang-Rote, memang sudah lima hari terakhir ini tidak bisa beroperasi karena alasan cuaca, sehingga kami memberangkatkan dua kapal sekaligus pulang pergi (PP),” ujarnya.

Khusus untuk rute Kupang-Kalabahi, tambah dia, memang terjadi lonjakan penumpang yang cukup signifikan, sehingga pihaknya memutuskan untuk memberangkatkan dua kapal yang dijadwalkan bertolak dari pelabuhan Bolok pada Selasa, pukul 12.00 WITA.

Dia menambahkan, pelayaran antarpulau ke beberapa lintasan di wilayah itu selama satu pekan terakhir memang terganggu karena cuaca di wilayah perairan laut yang tidak terlalu kondusif.

Hanya beberapa lintasan penyeberangan yang masih cukup aman untuk dilayani, sehingga tidak terjadi penumpukan penumpang maupun kendaraan yang berlebihan di pelabuhan Bolok, Kupang Barat. “Kami berharap, cuaca secepatnya membaik sehingga tidak mengganggu pelayanan pada saat arus balik Lebaran 2019,” katanya berharap.

Tambah Loket Tiket

Burhan Sahim juga menjelaskan,
PT ASDP Cabang Kupang telah menambah loket pelayanan tiket, untuk mengatasi antrean panjang di loket-loket penjualan tiket.

“Selain mengatasi antrean, penambahan loket pelayanan tiket juga untuk menghindari penggunaan calo dalam pembelian tiket yang justru merugikan penumpang,” katanya.

“Kami selalu mengimbau pengguna jasa untuk membeli tiket dengan tertib dan jangan menggunakan calo karena kami menambah jumlah loket pelayanan tiket penumpang,” tambahnya.

Mengenai arus balik, dia mengatakan, diperkirakan puncak arus balik lebaran 2019 jatuh pada 9 Juni 2019, dan didominasi oleh para pegawai atau pekerja kantoran.

Namun, jelas dia, akan terjadi pergerakan penumpang sejak tanggal 7 – 13 Juni 2019. “Tapi tidak seperti saat arus mudik, para penumpang biasanya akan balik secara bertahap dan terurai, karena pergerakan awal hanya pegawai kantor, sementara anak-anak masih liburan,” katanya. (ant)