Headline

Akibat Hujan Lebat, Warga Atakera dan Leworaja Gagal Panen

LEWORAJA, mediantt.com – Hujan lebat disertai angin kencang yang melanda seluruh wilayah NTT, berdampak buruk bagi petani di Kecamatan Wulandoni, khususnya di Desa Atakera dan Leworaja. Petani di dua desa pesisir itu mengaku mengalami gagal panen karena hujan yang berlebihan itu  Padahal, menurut petani, bulan seperti ini harusnya mereka sudah bisa panen. Mereka justru mengalami gagal penen.

Kepada mediantt.com di Atakera, Selasa (19/3), salah seorang petani
Samat Mayeli, mengatakan, biasanya memasuki bulan Maret masyarakat petani siap memanen tanaman padi, jagung dan kacang tanah. Namun hujan menurut perhitungan, yang seharusnya sudah berkurang setelah tahun baru Cina ternyata hujan masih lebat mengguyur hingga awal pekan ketiga Marey ini.

Menurut dia, keadaan cuaca yang ekstrim ini menghalangi petani untuk tidak segera menuai tanaman yang siap panen.

Disebutkan, cuaca yang ekstrim dengan hujan deras menyebabkan bencana pada 13 Maret tengah malam di Desa Tirer, Kecamatan Nagawutung, terjadi longsor dan banjir dasyat, mengakibatkan banyak warga kehilangan tempat tinggal.

Dari Desa Atakera dan Desa Leworaja, Kecamatan Wulandoni, juga mengalami kerugian akibat hujan yang terus turun dengan lebat tersebut.

“Tahun ini kami mengalami kerugian panen kacang tanah karena terlambat panen akibat hujan yang terus-menerus yang menyebabkan tidak dapat turun untuk panen,” kata Samat.

Ia juga mengatakan, kacang tanah yang siap panen banyak yang tumbuh kembali dan sudah berkecambah. “Tahun-tahun sebelumnya hasil kacang tanah bisa mencapai belasan karung ukuran 50-an kilogram. Tapi tahun ini hanya dapat tiga setengah karung,” ujarnya.

Ia menambahkan, “Kami takut turun ke kebun karena takut akan terjadi longsor lagi seperti yang terjadi pada 27 Desember 2018 lalu yang mengakibatkan hancurnya jaringan pipa air minum bersih”. (frk)