Ajakan Tuntaskan Buta Aksara Serentak di HAI Tahun 2018

WAIKABUBAK – Peringatan Hari Aksara Internasional (HAI) yang dirayakan seluruh warga dunia merupakan kesempatan bagi pemerintah dan seluruh masyarakat untuk menyoroti peningkatan tingkat melek huruf di dunia dan merenungkan tantangan keaksaraan yang tersisa di dunia.

Angka buta aksara usia 15 hingga 59 tahun di Indonesia berdasarkan provinsi, khususnya di wilayah Indonesia Timur, masih terdapat 11 provinsi yang memiliki angka buta huruf di atas angka nasional yaitu Papua (28,75 persen), Papua Barat, Maluku, Maluku Utara, NTB (7,91 persen), NTT (5,15 persen).

Provinsi NTT sebagai salah-satu provinsi dengan angka buta huruf yang masih berada di atas angka nasional tidak tinggal diam. Pada Mei 2016, Pemerintah Provinsi NTT telah mencanangkan Gerakan Literasi se-NTT.

Saat itu, Gubernur NTT Frans Lebu Raya, dalam siaran pers yang dikutip oleh Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT, Alo Min, menyatakan bahwa gerakan literasi ini harus menjadi kesadaran bersama semua komponen masyarakat untuk berkomitmen keluar dari sebuah belenggu. Krisis literasi yang terjadi di NTT bersifat multidimensional dan harus segera ditindaklanjuti dengan sebuah program yang nyata, yang mampu menyentuh akar permasalahan krisis literasi yang terjadi.

Melalui diskusi aktif yang dilakukan para pemangku kepentingan di tingkat Provinsi NTT yang melibatkan juga berbagai elemen masyarakat, tercetus ide untuk kembali melakukan pencanangan Gerakan Literasi se-NTT yang sifatnya tidak karitatif dan konkrit. Pencanangan Gerakan Literasi yang akan di-relaunch ini harus memuat sejumlah komitmen yang ke depannya harus ditindaklanjuti oleh seluruh pemangku kepentingan se-NTT, baik itu Pemerintah Propinsi dan semua Kabupaten/Kita yang ada di NTT.

Komitmen bersama yang akan dilakukan oleh seluruh delegasi kegiatan HAI, termasuk di dalamnya 17 bupati se-NTT yang direncanakan hadir, yang dipimpin oleh Gubernur NTT, Viktor Laiskodat tersebut memuat tujuh komitmen pemimpin se-NTT atau Pihu Parending Pareta.

Rencananya, komitmen ini akan dilakukan saat pembukaan Hari Aksara Internasional yang berpusat di Kota Waikabubak, Sumba Barat.

Selain ucap janji Pihu Parending Pareta, disela-sela acara pembukaan akan diadakan talkshow yang menghadirkan perwakilan dari pemerintah, pelaksana program dan guru mitra yang berproses dalam program INOVASI. program Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia atau disingkat INOVASI sendiri merupakan program yang dilaksanakan oleh Pemerintah Pusat, bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi NTT dengan didukung oleh pemerintah Australia.

Melalui program rintisan dan masukan kebijakan di masing-masing Kabupaten se-Sumba, capaian dari masing-masing program INOVASI dirasa penting untuk disebarluaskan kepada seluruh pemangku kepentingan se-NTT dengan harapan agar mampu memberikan motivasi kepada para pemangku kepentingan untuk memberikan perhatian lebih kepada problem literasi yang terjadi di daerahnya.

Selain hadir melalui talkshow, delegasi kegiatan HAI juga dapat berinteraksi langsung dengan wakil guru mitra INOVASI dari Provinsi Kalimantan Utara, Jawa Timur dan Nusa Tenggara Barat yang hadir di booth INOVASI pada Pameran Literasi dan Pembangunan HAI yang berlokasi di Bekas Kompleks Bupati Sumba Barat, Waikabubak. (*/jdz)