Air Masuk Desa, Lamatuka Jadi Kampung Keluarga Berencana

LAMATUKA – Kerinduan masyarakat Desa Lamatuka, Kecamatan Lebatukan, Kabupaten Lembata, terobati. Betapa tidak, air Minum Bersih masuk Desa Lamatuka lewat Program Pamsimas yang diresmikan oleh Asisten Administrasi dan Reformasi Birokrasi Setda Lembata, Wens Ose Pukan, S.Sos. M.Ap baru-baru ini, mewakili Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur, ST. MT. Desa Lamatuka juga dinobatkan menjadi “Kampung Keluarga Berencana (KB)”.

“Air ini pemberian Tuhan yang patut disyukuri. Aset yang telah dibangun ini mesti dijaga. Masyarakat harus merasa memiliki. Air minum minum bersih amat penting bagi masyarakat yang bertahun-tahun merindukannya. Air ini menghidupkan, menyehatkan dan menginspirasi mengalir bersama air dan berpikir jernih seperti air untuk kepentingan pembangunan Lembata,” kata Sunur dalam sambutan tertulis yang dibacakan Wens Pukan.

Kehadiran Program Pansimas untuk mengatasi kebutuhan masyarakat akan air minum bersih di Desa Lamatuka ini, lanjut Sunur, patut diapresiasi karena para pengelola program telah sukses bersama masyarakat membangunnya secara partisipatif. Aset ini milik bersama mesti dijaga secara baik dan bertanggungjawab.   Bukan tidak mungkin, aset ini dapat dinikmati generasi dan anak cucu kita ke depan. Ini bukti kerja nyata dan kerja keras pemerintah, masyarakat dan pengelola program Pansimas.

Bupati Sunur mengatakan, air minum ini menyegarkan, menyehatkan, menghidupkan dan menginspirasi kita untuk bisa mengalir bersama air dan berpikir jernih seperti air. Kalau kita berpikir jernih seperti air, maka apa yang kita lakukan akan berjalan dengan baik. Apa yang kita titipkan kepada anak cucu kita juga pasti positif karena mengalir terus seperti air”.

Saat itu juga dilakukan pencanangan Kampung KB. “Saya tegaskan, pemerintah tidak membatasi anak cuma dua saja. Tetapi bagaimana kita menjaga jarak kelahiran anak pertama, kedua dan seterusnya. Itulah paling pokok, karena menjaga jarak kelahiran membuat kita mampu memenuhi kebutuhan keluarga. Keberlanjutan program ini, sangat penting. Jangan hari ini canangkan program dan berakhir. Kalau ada persoalan, mari kita diskusi dan berkomitmen satu hati membangun Desa Lamatuka untuk anak cucu kita,” tegas Sunur.

Kepala Desa Lamatuka, Kletus Lazar, menyampaikan terima kasih kepada Pemda Lembata karena  hadir melakukan serah terima air minum program Pansimas dan pencanangan kampung KB. “Kami sungguh rasakan dua program ini sangat bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat di Desa Lamatuka. Pemda Lembata menyediakan dana dukungan sebesar Rp 245 juta untuk program Pansimas. Sedangkan Pemerintah Desa saring dana sebesar Rp 35 juta untuk sukseskan program Pansimas. Tak kalah pentingnya, adanya partisipasi masyarakat dengan dukungan tenaga dan dana sebesar Rp 56 juta. Terima kasih utuk semua pihak yang telah mendukung suksesnya program ini,” ungkap Koordinator Program Pansimas Wilayah Lembata, Pieter Kolin.

Pieter Kolin menjelaskan, program dan kegiatan yang selama ini dilakukan antara lain, pengadaan pipa dan aksesoris dana sebesar Rp 175.600.000,-, pemasangan aksesoris  dana sebesar Rp 62.769.000,- pemasangan sambungan rumah 230 unit dana sebesar Rp 94.174.000,- pelatihan pengurus KKL  dan Satlak sebesar Rp 2.500.000,- Operasional KKL sebesar Rp 8.500.000,- Pelatihan Kapespam dan Promosi Pades sekolah sebesar Rp 7.000.000,- Total anggaran untuk Desa Lamatuka sebesar Rp 350 juta. Aset ini mahal perlu dijaga dan dimanfaatkan secara baik dan bertanggungjawab,” pesan Kolin.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Bencana Kabupaten Lembata, Ambrosius Leyn, S. Fil dalam laporannya mengatakan, kegiatan Pansimas dan pencanangan kampung KB adalah dua kegiatan yang sangat bersinergi dan menjadi kebutuhan masyarakat Desa Lamatuka. Hal ini penting, karena menyangkut peningkatan kualitas hidup keluarga dan penduduk. Ini implementasi dari program Presiden Joko Widodo, melalui program KKBPK dan Program Kependudukan.

Ada 6 Kelompok Kegiatan (Poktan) yang berperan di desa. Pendampingannya melibatkan instansi pemerintah. Misalnya, Dinas Pertanian, Dinas Kesehatan, Dinas Peternakan dan Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa. Kegiatan yang dilakukan mengembangkan ekonomi produktif. Antara lain, penanaman bawang, usaha pekarangan dengan tanaman obat keluarga, dan usaha peternakan. (Yan-Vq/Dinas Kominfo Lembata)