Promosikan Sekolah Swasta, BMPS NTT Gelar Festival SMA dan SMK

KUPANG – Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Provinsi NTT menggelar Festival SMK/SMA Swasta se-NTT. Kegiatan ini bertujuan mempromosikan sekolah-sekolah swasta di NTT.

Hal ini disampaikan Ketua BMPS NTT, Winston Neil Rondo, S.Pt Jumat (1/11/2019).

Menurut Winston, festival ini juga dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-91 tahun 2019 dan juga memperingati Hari Pahlawan 10 November.

“Festival ini direncanakan akan digelar pada 7-9 November 2019 yang dipusatkan di Aula Gedung DPD RI Provinsi NTT. Kita kerjasama dengan DPD RI sehingga kita akan menggunakan aula di DPD RI NTT. Ini adalah gebyar yang ke-2 bagi SMA dan SMK swasta yang diselenggarakan BMPS NTT,” kata Winston.

Dia menjelaskan, sejumlah kegiatan dalam festival ini antara lain, Seminar Pendidikan dengan narasumber Gubernur NTT, Ketua DPRD NTT, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT dan dari BMPS NTT serta praktisi Sekolah Pariwisata, Somy Pandie.

“BMPS NTT ingin mempromosikan talenta terbaik dari anak anak SMA dan SMK swasta di NTT, juga menyampaikan kepada publik bahwa SMA dan SMK swasta sanggup berkontribusi bagi pembangunan pendidikan di NTT,” katanya.

Dikatakan, kegiatan itu merupakan even kedua yang digelar BMPS NTT dan merupakan even bergengsi dengan melibatkan siswa SMA dan SMK swasta di NTT.

“Ini jadi wahana, media agar siswa saling bertukar pengalaman serta informasi agar publik juga bisa melihat soal mutu atau kualitas dari SMA SMK swasta yang ada di NTT,” ujarnya.

Dikatakan, semangat dari kegiatan dimaksud adalah untuk menunjukkan kepada publik, terutama dunia pendidikan bahwa SMA/SMK swasta tetap ada dan terus bergiat untuk pendidikan bangsa.

“Karena itu, kami berharap agar SMA/SMK swasta jangan sampai dilupakan dalam kebijakan-kebijakan pemerintah, dan berharap mendapatkan perlakuan dan kebijakan yang setara dan adil dari pemerintah,” kata Winston.

Mantan Ketua Fraksi Demokrat DPRD NTT ini juga mengatakan, ada beberapa mata lomba yang akan digelar, yakni lomba cerdas cermat bahasa Inggris, lomba pidato bahasa Indonesia, lomba tarian daerah, lomba lagu solo lagu nasional dan lagu daerah.

“Ada juga seminar pendidikan dan semua acara itu dikemas dalam payung tema besar ‘Pendidikan swasta mendukung pembangunan pariwisata sebagai prime mover pembangunan ekonomi NTT’. Kita ingin berkontribusi bagi program pemerintah NTT khususnya dalam bidang pariwisata,” ujarnya.

Lebih lanjut, dalam setiap kegiatan dalam festival itu akan bertemakan pariwisata, termasuk seminar pendidikan, yang mana bertujuan agar bagaimana dunia pendidikan swasta juga turut berkontribusi bagi pembangunan pariwisata.

Sedangkan lomba tarian daerah dan juga lomba solo dengan isunya memperkuat budaya daerah untuk berkontribusi bagi pembangunan pariwisata di NTT.

“Ini bukti bahwa pendidikan swasta tidak mau ketinggalan dan kami ingin bergandeng tantang dengan pemerintah sehingga menunjukkan bahwa out put pendidikan swasta di NTT siap untuk memenuhi dan memperkuat industri pariwisata yang sedang dikembangkan pemerintah daerah,” ujarnya.

Winston mengakui, saat ini sudah ada 35 sekolah yang telah mendaftar untuk berpartisipasi dan pembukaan pendaftaran masih berlangsung hingga 6 November 2019. Bahkan, saat ini kita masih menunggu dari Pulau Sumba dan mudah-mudahan ada peserta juga dari sana.

“Kita juga akan undang anggota Komite III DPD RI, Hilda Manafe, karena Komite III berkaitan langsung dengan pendidikan sehingga diharapkan beliu bisa hadir langsung dan berkontribusi dengan gagasan untuk membangun pendidikan di NTT,” ujarnya. (pk/jk)