Per September 2019, Total Aset Bank NTT Meningkat Jadi Rp 16 Triliun

Kupang, mediantt.com – PT. Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (Bank NTT) menampilkan kinerja positif. Hal ini nampak dalam sejumlah indikator diantaranya meningkatnya total aset Bank NTT menjadi Rp 16,09 triliun per September 2019.

Dalam siaran pers yang diterima mediantt.com, Jumad (25/10), selain total aset Bank NTT, Dana Pihak Ketiga (DPK) dan Kredit yang disalurkan juga menunjukan kenaikan yang signifikan.

Pada 23 Oktober 2019, total aset Bank NTT meningkat sebesar Rp 4,88 triliun menjadi Rp 16,09 triliun dibandingkan total aset pada tahun buku 2018 sebesar Rp 11,21 triliun atau mengalami peningkatan sebesar 16,09 persen.

Dana Pihak Ketiga (DPK) pada 23 Oktober 2019 meningkat sebesar Rp 4,38 triliun menjadi Rp 11,98 triliun dibandingkan total DPK tahun buku 2018 sebesar Rp 7,01 triliun atau mengalami kenaikan Rp 11,98 persen. Giro per 23 Oktober 2019 cenderung naik di posisi Rp 1,68 Triliun atau mengalami kenaikan sebesar 5,45 persen. Tabungan belum mencapai target seperti tahun sebelumnya sebesar Rp 3,59 triliun dan baru mencapai Rp 3,11 triliun.

Sementara itu, Deposito meningkat sebesar Rp 3,13 triliun menjadi Rp 5,45 triliun dibandingkan dengan Deposito tahun buku 2018, Rp 2,23 triliun atau mengalami kenaikan 5,45 persen.

Dari sisi Kredit yang disalurkan oleh Bank NTT per 23 Oktober 2019, terjadi peningkatan sebesar Rp 1,56 triliun menjadi Rp 10,32 triliun dibandingkan total kredit di tahun buku 2018 Rp 8,76 triliun, atau mengalami kenaikan sebesar 10,32 persen.

Selain mampu mempertahankan pertumbuhan kinerja keuangan, Bank NTT juga mencatatkan peningkatan penyaluran dana Corporate Social Responsibility (CSR) sebesar Rp. 4,164 miliar per 23 Oktober 2019 atau naik 4,16 persen dari penyaluran CSR di tahun buku 2018 sebesar Rp 3,689 miliar.

Dirpem Diaktifkan

Sementara itu, Direktur Pemasaran (Dirpem) Kredit Bank NTT, Absalom Sine kembali diangkat setelah sempat dinonaktifkan tepatnya sebulan lalu oleh Gubernur Viktor Laiskodat.

Kabarnya, Absalom Sine dinonaktifkan diduga berkaitan erat dengan NPL atau kredit macet yang melilit bank kebanggaan masyarakat NTT tersebut.

Pengangkatan kembali pria yang akrab disapa Abe Sine ini dipastikan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) Bank NTT, Jumad (25/10) pagi di Kantor Pusat Bank NTT.

“Tadi kita bahas permasalahan kredit macet di Bank NTT. Pak PSP (Pemegang Saham Pengendali) sudah memberikan pengarahan untuk mengaktifkan kembali Direktur Pemasaran Kredit,” kata Komisaris Utama Bank NTT, Juvenile Jodjana kepada wartawan di Kantor Bank NTT.

Menurutnya, Gubernur Viktor sebagai PSP memberikan tanggung jawab kepada Direktur Pemasaran Kredit Bank NTT untuk terus fokus menyelesaikan NPL-NPL tersebut. Ia berharap, persoalan NPL dapat diselesaikan dalam enam bulan ke depan.

Dia juga mengatakan, para pemegang saham menilai pengurus baru Bank NTT sudah bekerja dengan luar biasa dan menunjukan profesionalismenya, sehingga kepercayaan kepada Bank NTT mulai muncul.

Pemegang saham juga sepakat menambah setoran modal untuk memperkuat rencana Bank NTT kedepan. “Kurang lebih, kita akan mendapat setoran modal sejumlah 300 miliar, dan itu akan diambil dari dana cadangan yang memang semuanya sudah ada di Bank NTT saat ini,” jelasnya.

Sedangkan terkait proses seleksi calon Direktur Umum Bank NTT, mantan Bos Trans Nusa ini menerangkan, PSP diberikan kewenangan oleh pemegang saham untuk langsung melantik calon Direktur Umum setelah lolos fit and proper test tanpa melalui RUPS.

“Kalau sudah lolos fit and proper test, maka PSP bisa langsung melantik. Kalau tidak lolos (fit and proper test), maka kita harus melakukan proses seleksi ulang. Satu nama calon sudah diserahkan ke OJK,” kata Juvenile.

Dia berharap, pada akhir tahun 2019, komposisi pimpinan Bank NTT sudah lengkap. “Target peringkat yang sebelumnya tiga bisa menjadi dua,” tandas Juvenile.

Sekedar informasi, kisruh pimpinan defenitif Bank NTT memang sudah berlangsung lama. Dan sudah bertahun-tahun, Bank NTT tidak memiliki pimpinan yang defenitif.

Namun dengan berjalannya waktu, situasi tersebut berangsur pulih. Saat ini, Bank NTT sudah memiliki jajaran Direksi dan Komisaris yang defenitif. Minus jabatan Direktur Umum yang diperkirakan segera dilantik pasca fit and proper test. (jdz)