Headline

Sudah Saatnya Tenun Ikat NTT Dilestarikan dan Dipromosikan

KUPANG – Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat menegaskan, citra dan motif tenun ikat NTT harus dilestarikan dan terus dipromosikan hingga ke belahan dunia. “Bapak Gubernur meminta agar kita semua harus melestarikan dan mempromosikan tenun ikat asal NTT,” tegas Gubernur melalui Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, DR. Jelamu Ardu Marius, M.Si dari balik gagang telpon saat dihubungi RRI Kupang dalam acara Sudut Pandang yang dipandu penyiar, Christin, Kamis (17/10/2019).

Mantan Kadis Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT yang saat itu sedang bersama Gubernur VBL dalam acara Seminar Nasional The 71 th International Credit Union Day Local Service, Global Reach bersama Credit Union (CU) Menuju NTT Sejahtera di Hotel Sylvia Kupang, lebih lanjut menjelaskan, keberpihakkan Gubernur VBL dalam menghargai karya cipta tenun ikat NTT yang dihasilkan para perempuan hebat di NTT dengan mewajibkan para ASN untuk mengenakan sarung tenun ikat NTT pada setiap hari Selasa dan Jumat. Juga, serta setiap Kamis, mengenakan baju motif tenun asal NTT.

Bahkan, menurut mantan Kepala Biro Ekonomi Setda NTT, jauh sebelum menjadi istri Gubernur VBL, Ibu Julie Sutrisno Laiskodat telah memperkenalkan dan mempromosikan motif tenun ikat asal NTT hingga belahan dunia.

“Ibu Julie telah lama promosikan motif tenun ikat asal NTT hingga belahan dunia,” ucap Marius.

Sementara itu, Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Valeri Guru mengatakan, Provinsi NTT dikenal bukan hanya keindahan alam dan panoramanya tetapi dikenal juga dengan tenun ikatnya. “Tenun ikat merupakan maha karya kaum perempuan NTT yang telah mendunia sehingga telah mengangkat harkat dan martabat masyarakat NTT,” kata dia saat tampil di studio pro 1 RRI Kupang, Kamis pagi.

Motif-motif yang tertuang dalam tenun ikat NTT, sebut dia, menggambarkan betapa kayanya daya imajinasi kaum perempuan NTT, kaya akan pengetahuan dan wawasan kebudayaan yang dituangkan dalam karya seni yang maha dahsyat. “Ini merupakan aset daerah NTT yang harus terus dikembangkan sehingga mendapatkan hak paten dan diakui secara sah berasal dari NTT,” katanya.

Di tempat yang sama, Icha Ratu Kore, Mahasiswi Fakultas Komunikasi Fisip Undana Kupang berharap, agar anak-anak muda atau generasi milenial di Provinsi NTT merasa bangga dalam mengenakan sarung dan baju motif tenun ikat asal NTT. “Saat ini, anak-anak muda asal NTT dan di provinsi lainnya di Indonesia sangat bangga mengenakan baju motif tenun ikat NTT. Sekarang ini, kami senang mengenakan motif NTT dalam berbagai kesempatan dan telah menjadi gaya busana di kalangan anak muda,” tandas Icha.

Tidak sekadar mengenakan tenun ikat motif NTT, sebut Icha yang kini sedang magang di Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, anak-anak muda di NTT juga ikut mempromosikan tenun ikat melalui media sosial. “Salah satu aksi nyata kami adalah dengan membuat tagar #ayopakaitenun yang saat ini mencapai 500 postingan dan tagar #tenunikatntt yang mencapai 31.800 postingan. Kami berharap agar promosi melalui sosial media ini dapat membantu menyebarluaskan keindahan NTT melalui tenun ikat,” ucap Icha, sambil tersenyum. (hms/jdz)