Menteri ESDM Akui SPBU Kompak Lembata Terindah di Dunia

Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) RI, Ignasius Jonan, tak disangka mengagumi Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kompak di Desa Balauring, Kecamatan Omesuri, Kabupaten Lembata, Provinsi NTT, sebagai “SPBU Terindah di Dunia”.

Pernyataan tulus dari Menteri Ignasius Jonan tanpa rekayasa itu karena menyaksikan langsung pemandangan indah di sekitar lokasi SPBU. Tepatnya, diatas puncak bukit, berhadapan dengan Teluk Balauring yang menjorok jauh ke dalam dengan pepohonan Bakau yang rindang hijau. Pemandangan ke Laut Biru dengan Sunset yang aduhai indah di senja hari.

“Saya sudah keliling beberapa negara di dunia. Ternyata, SPBU yang ada di Desa Balauring, Kecamatan Omesuri, Kabupaten Lembata ini terindah di dunia,” ungkap Menteri ESDM, Ignasius Jonan tanpa basa-basi dalam sambutannya ketika meresmikan 13 “Penyalur BBM Satu Harga”, (Jumat, 11/10/2019) di Desa Balauring, Kecamatan Omesuri, Kabupaten Lembata.

Mendengar penyataan Menteri Jonan bahwa SPBU Desa Balauring Terindah di Dinia, hati Eliaser Yentji Sunur, Bupati Lembata, berbunga-bunga. Bahkan Sunur tak menyangka muncul kekaguman sang menteri ESDM seperti ini. Memang luar biasa pemandangan dari Bukit SPBU Kompak ke Teluk Balauring.

Menurut Jonan, sangat tepat dipilihnya lokasi ini menjadi lokasi pembangunan dan peresmian 13 titik Penyalur BBM Satu Harga penutup diakhir tahun 2019, karena SPBU ini adalah SPBU dengan pemandangan terindah. Lokasi ini menghadap langsung ke Laut Flores, diatas bukit, tepat diatas Teluk Balauring. Dari SPBU tersebut terlihat jelas Desa Balauring yang menjadi Ibukota Kecamatan Omesuri.

Bupati Sunur, mengawali sambutannya, menggambarkan Lembata lahir sebagai kabupaten definitif pada tanggal 12 Oktober 1999, berdasarkan UU No. 52 Tahun 1999 tentang Pembentukan Kabupaten Lembata. Saat ini terdiri dari 9 kecamatan, 144 desa dan 7 kelurahan. Jumlah penduduk lebih dari 140.000 jiwa. Khusus untuk dua kecamatan di Timur Lembata yakni Kecamatan Omesuri dan Buyasuri mencapai 24.000 jiwa tersebar pada 40 desa.

Karena itu, ujar Sunur, pembangunan Penyalur BBM Satu Harga disini sangat tepat untuk memenuhi kebutuhan warga terhadap BBM yang selama ini pengisian dilakukan di Kota Lewoleba yang jaraknya sangat jauh.

Dihadapan Menteri ESDM, Bupati Sunur menyampaikan bahwa kehadiran Menteri Jonan bertepatan dengan HUT Otda Lembata ke-20, sehingga sangat wajar jika saat ini ia meminta sesuatu sebagai kado dari pak Menteri untuk rakyat Lembata mesti dilayani. Antara lain, bantuan Kapal Tangki untuk mengakut BBM dari Jawa ke Lembata karena selama ini daya angkut kapal kayu hanya sebanyak 30 Ton BBM, yang masih sangat minim untuk kebutuhan masyarakat Lembata.

Selain itu, Bupati Sunur juga meminta bantuan mobil untuk transportasi darat BBM, serta bantuan Sumur Bor demi memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat. Penyambungan listrik gratis kepada warga tak mampu kiranya mendapat perhatian pak Menteri ESDM.

Menanggapi sejumlah permintaan dari Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur, Menteri Jonan menyatakan mengabulkan seluruh permintaan tersebut karena memang sangat dibutuhkan masyarakat Lembata. Karena itu, lanjut Jonan, permintaan dimaksud segera ditindak lanjuti dengan mengirim surat kepada Menteri ESDM agar dilayani. Kalau untuk kapal tangki dapat dimanfaatkan kapal yang selama ini melayani kebutuhan BBM Wilayah Bali dan NTB, dan nantinya menyinggahi Kabupaten Lembata.

Sebelumnya, Kepala BPH Migas, M. Fanshurallah Asa mengatakan, puji Tuhan, pada hari ini kita bisa berkumpul dalam rangka Peresmian 13 Penyalur BBM Satu Harga yang tersebar di 6 Provinsi di Indonesia. Terkait pelaksanaan Program Akselerasi BBM Satu Harga, dapat dilaporkan perkembangannya sebagai berikut. Secara nasional, lanjut Asa, dari tahun 2017 sampai tahun 2019 telah dibangun 170 Penyalur BBM Satu Harga, dengan rincian 160 Penyalur oleh PT. Pertamina (Persero) dan 10 Penyalur oleh PT. AKR Corporindo,TBK.

Menurut Fanshurallah Asa, adapun sebaran 170 capaian Penyalur BBM Satu Harga Nasional adalah sebagai berikut. Sumatera 31 titik, Jawa 3 titik, Kalimantan 42 titik, Bali 2 titik, Nusa Tenggara 26 titik, Sulawesi 17 titik, Maluku dan Papua 50 titik.

Program Akselerasi BBM Satu Harga diperkirakan menjangkau sebanyak 580.893 Kepala Keluarga (KK). Penyalur BBM Satu Harga di Provinsi NTT sendiri sebanyak 15 Penyalur dengan rincian sebagai berikut. Tahun 2017 telah terbangun sebanyak 2 Penyalur BBM yakni, Kecamatan Waingapu, Kabupaten sumba Timur, dan Kecamatan Atambua, Kabupaten Belu.

Tahun 2018 telah terbangun 5 Penyalur BBM Satu Harga di Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur, Kecamatan Sabu Barat, Kabupaten Sabu Raijua, Kecamatan Amanuban Selatan, Kabupaten Timor Tengah selatan, Kecamatan Satarmese, Kabupaten Manggarai dan Kecamatan Ende Selatan, Kabupaten Ende.

Tahun 2019 telah terbangun 8 Penyalur BBM Satu Harga yakni, Kecamatan Poco Ranaka, Kabupaten Manggarai Timur, Kecamatan Pantai Baru, Kabupaten Rote Ndao, Kecamatan Omesuri, Kabupaten Lembata, Kecamatan Nubatukan, Kabupaten Lembata, Kecamatan Wolowaru, Kabupaten Ende, Kecamatan Kodi Utara, Kabupaten Sumba Barat Daya, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai dan Kecamatan Alor Timur Laut, Kabupaten Alor.

Kepala BPH Migas, Fansharullah Asa juga menjelaskan, secara nasional telah dilaksanakan peresmian 157 dan hari ini akan dilakukan 13 peresmian yang ke-158 sampai dengan 170 terpusat di Kabupaten Lembata, Provinsi NTT. Pihaknya juga melporkan, bahwa 12 Lembaga Penyalur PT. Pertamina (Persero) dan 1 Lembaga Penyalur PT. AKR Corporindo,TBK yang akan diresmikan oleh Menteri ESDM, Ignasius Jonan hari ini di Lembata yang tersebar di 6 Provinsi yakni, dua Penyalur di Kabupaten Lembata, dimana di Provinsi NTT 6 Penyalur yakni, 1 Penyalur di Kabupaten Ende, 1 Penyalur di Kabupaten Manggarai, 1 Penyalur di Kabupaten Sumba Barat Daya, 1 Penyalur di Kabupaten Alor, 2 Penyalur di Kabupaten Sorong Selatan dan 1 Penyalur di Kabupaten Tambrauw, Provinsi Papua Barat, 1 Penyalur di Kabupaten Lombok Barat, Provinsi NTB, 1 Penyalur di Kabupaten Lamandau di Provinsi Kalimantan Tengah dan 1 Penyalur di Kabupaten Pulau Morotai, Provinsi Maluku Utara, serta 1 Penyalur di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Provinsi Kalimantan Selatan.

Dengan kehadiran dua Penyalur BBM Satu Harga di Desa Balauring, Kecamatan Omesuri yang tentu saja juaga melayani pengisian BBM untuk masyarakat di Kecamatan Buyasuri, dan Penyalur BBM Satu Harga di Desa Waijarang, Kecamatan Nubatukan akan melayani masyarakat kota Lewoleba dan desa-desa di Kecamatan Nagawutung serta kecamatan lainnya.

Selain itu, terdapat sebuah SPBU milik alm. Amir Ratuloli sudah dibangun sejak lama telah melayani kebutuhan BBM bagi masyarakat Lembata selama bertahun-tahun. “Diharapkan tidak terjadi lagi antrian panjang pengisian BBM di Kota Lewoleba karena telah ada penambahan dua SPBU baru di Desa Waijarang dan Desa Balauring. Ini langkah maju yang dilakukan oleh Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur demi memenuhi kebutuhan BBM bagi masyarakat,“ kata Yos Ama Suba, warga Kota Lewoleba. (Karolus Kia Burin/Dinas Kominfo Lembata)