Headline

Gubernur Laiskodat Ajak GMIT Bersinergi dengan Pemerintah

KUPANG – Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat mengatakan, Pemerintah dan Gereja khususnya GMIT harus saling bergandengan dan bersinergi untuk dapat menunjang pelayanan dan kemajuan bagi Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Hal itu diungkapkan saat memberikan sambutan pada Pembukaan Persidangan Sinode GMIT ke XXXIV tahun 2019 di Gereja GMIT Paulus Kota Kupang pada Selasa (15/10).

‘Untuk menjawab tantangan dalam masalah-masalah yang ada di NTT ini maka Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Harus ada dukungan dari Gereja terkhususnya GMIT dalam pembangunan Provinsi NTT. Pemerintah dan Gereja harus bersinergi dan berjalan beriringan, jelas Viktor.

Karena itu, untuk meningkatkan pembangunan, sebut Viktor, salah salah satunya di bidang Pendidikan. “Saya pikir ini dulu yang utama. GMIT dan Pemerintah harus menghasilkan sebuah pendidikan yang mampu mencetak orang-orang hebat. Hebat bukan hanya memiliki ilmu pengetahuan namun juga hebat dalam berkarakter. Moral seseorang itu sangat penting untuk bagaimana ia bisa menunjukkan kapasitasnya untuk membangun provinsi ini’, tegas Viktor.

Viktor juga turut memberikan apresiasi kepada GMIT yang selama ini sudah terus bekerja sama bersama Pemerintah NTT.

Ketua Majelis Sinode GMIT, Pdt. Dr. Mery Kolimon mengatakan, pentingnya kebersamaan dan kesatuan hati untuk mensukseskan persidangan tersebut.

“Dalam sidang ini ada banyak peserta yang merupakan perwakilan dari jemaat-jemaat dan klasis. Tentunya pasti ada perbedaan pendapat. Namun tentunya itu merupakan hal yang wajar sehingga kita berpikir bukan hanya secara pribadi namun menyatukan pikiran bersama dalam penataan pelayanan jemaat’,” katanya.

“Kita berjalan bersama. Sambung hati, sambung rasa, sambung suara, dan sambung iman,” tambah Pdt. Mery.

Ketua Umum Panitia Penyelenggara Fredrik L. Benu, mengatakan persidangan diikuti oleh peserta dari 46 klasis GMIT. ‘Para peserta yang hadir dalam Sidang Sinode GMIT XXXIV ini berjumlah 1000 orang yang berasal dari 46 klasis GMIT yang tersebar di NTT, Sumbawa NTB, Batam, dan Surabaya Jawa Timur,” jelas Fredrik.

Ia juga berharap, kiranya Sidang Klasis ini juga turut memberikan dukungan bagi semua di NTT sebagai saudara dalam kebhinekaan masyarakat Indonesia serta juga dapat dimaknai sebagai Gereja berperan dan mendorong jemaat agar hidup sederhana dan tidak hedonis.

Pembukaan Sidang tersebut ditandai dengan pemukulan gong oleh Ketua Majelis Sinode GMIT Pdt. Dr. Mery Kolimon yang turut disaksikan Ketua Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) Pdt. Dr. Henriette Tabita Hutabarat-Lebang bersama Ketua DPRD NTT Emi Nomleni, Anggota DPD RI Abraham Paul Liyanto serta Walikota Kupang Jefri Riwu Kore. (hms/jdz)