Nasib Tragis Sinaga, Tewas Gantung Diri Karena Sakit Hati dan Dendam

Kupang, mediantt.com – Nasib amat tragis dialami seorang Yohanes Sinaga, 14 tahun. Siswa kelas 2 SMP 13 Oebufu Kota Kupang ini tewas dengan cara mengenaskan; gantung diri dengan seutas tali di sebuah rumah tua di bilangan Kampung Amanuban, Kelurahan Oebufu, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, tepatnya di RT 03 RW 01. Sinaga ditemukan seorang warga Senin (14/10), dalam keadaan jazad sudah membusuk dan bengkak serta dikerubuti lalat.

Sinaga nekad gantung diri karena tidak tahan dengan hinaan yang diterima setiap hari. Hal ini ia ungkapkan secara jelas dalam sebuah surat wasiat yang ditemukan tidak jauh dari tempat ia gantung diri.

Keterangan yang dihimpun di tempat kejadian perkara (TKP) menyebutkan, siswa yang akrab disapa Yohan ini adalah anak yatim. Ibunya dibunuh oleh ayahnya sendiri beberapa tahun lalu. Hingga kini, ayahnya masih mendekam di penjara. Sejak kepergian ibunya, Yohan diasuh oleh pamannya, Nahor Letakaeb yang berdomisili di Jalan Amanuban, Oebufu, Kota Kupang. Nahor merupakan suami dari saudara kandung ibunya.

Dalam surat wasiat yang ditemukan polisi di dekat jazad itu, Yohan menitip pesan kepada keluarganya. Ia meminta maaf kepada keluarga yang selama ini telah menghidupi dirinya. Ia juga mengeluhkan kalau selama ini ia hidup dengan dendam kepada ayah kandungnya, termasuk mengeluh tentang hinaan dari keluarga tentang keturunannya.

Meski hidup sebatang kara, Yohan bertekad menggapai cita-citanya, bekerja dan membalas semua kebaikan keluarga yang telah menjaganya selama ini. Namun, takdir berkata lain. Yohan menghabisi nyawanya menggunakan seutas tali di sebuah rumah tua.

Ternyata rumah tua itu adalah bekas rumah milik orangtuanya, tempat ia dilahirkan. Di rumah itu pula Yohan pernah merasakan kasih sayang kedua orangtuanya. Namun, sejak kematian tragis ibunya, rumah itu tak berpenghuni.

Yohan diasuh oleh saudara ibunya, sementara beberapa saudaranya telah menikah. Dan, di rumah itu, Yohan menghabisi nyawanya. Ia memilih pergi menyusul ibunya.

Yohan ditemukan pertama kali oleh seorang warga bernama, Kristofel Key (57). Kepada wartawan Kristofel Key menuturkan, awalnya ia mencium bau tak sedap dari dalam rumah tua tersebut.

“Saya mau kasih makan kambing dekat TKP. Awalnya saya curiga dengan bau tak sedap dari dalam rumah tua itu. Kaget, ternyata bau itu jenazah korban yang tergantung dengan tali,” ujar Kristofel di lokasi kejadian.

Melihat kejadian itu, ia langsung menyampaikan ke warga sekitar, selanjutnya melapor ke Polisi.

Setelah diidentifikasi Polisi, jenazah korban dibawa ke RS Bhayangkara Titus Uly, Kupang untuk divisum. (jdz)

Ket Foto : Anggota Polsek Oebobo dibantu TNI saat mengevakuasi jasad korban, Senin, 14 Oktober 2019.