Headline

Geliat Kupang Menuju Kota Moderen Bersama Walikota Jefry

Walikota Kupang Dr Jefry Riwu Rohi punya gagasan besar menjadikan Kota Kupang sebagai Kota Moderen. Dalam spirit Ayo Berubah, ibukota NTT ini sedang berbenah sangat serius. Walikota telah mendapat dukungan dana dari pemerintah pusat untuk pembenahan dimaksud. Apa saja?

KERJA keras Walikota Jefry beraama jajaran pemeribtah Kota Kupang mulai tampak. Tahun ini sedang dibangun enam taman baru. Ada yang telah selesai tapi belum diserahkan ke Pemkot Kupang. Yang lain juga sedang dikerjakan, seperti Taman Sonbay, Taman Adipura dan Taman Inaboi.

Sementara untuk tahun depan, menurut Jefry, akan dibangun Kupang Square yang berlokasi di kawasan Kota Tua Kelurahan LLBK, Kecamatan Kota Lama.

Kepada wartawan dalam acara Coffee Morning do Hotel Maya, Lamis )26/9), Jefry Riwu Kore menjelaskan, Kupang Square akan menjadi tempat rekreasi bagi warga Kota Kupang. Kawasan tersebut akan ditata menjadi lebih luas dan cantik. Tembok-tembok akan dibongkar sehingga kawasan ini terhubung langsung ke laut.

Selain itu, setiap Sabtu, kawasan ini menjadi area bebas kendaraan bermotor. Lalu lintas akan dialihkan sehingga warga bebas rekreasi. “Nanti bisa ada pertunjukan seni dan lain-lain. Anak-anak muda bisa berkreasi,” kata Jefri.

Menurutnya, pembangunan Kupang Square ini tidak menggunakan APBD Kota Kupang. “Ini murni dibangun menggunakan dana dari pemerintah pusat. Kita lobi ke pusat untuk penataan kota, sehingga kita bisa dapat bantuan,” kata mantan anggota Komisi X DPR RI ini.

Selain membangun Kupang Square, pemerintah pusat juga membantu penataan kota, yakni pembangunan trotoar dari Bandara El Tari sampai Bundaran Tirosa.

Juga, membangun trotoar sepanjang Jalan Sudirman, Kuanino. Dan akan menata Pantai Kelapa Lima, yakni lokasi depan Hotel Aston. “Jadi nanti pedagang-pedagang ditata. Tidak boleh menutup akses ke laut. Prinsipnya ditata supaya warga bisa mengakses laut,” tegas Jefri.

Program Kupang Hijau

Selain rencana brsar diatas, Walikota Jefry juga dalam waktu dekat melaunching program Kupang Hijau. Program ini disiapkan untuk menghijaukan Kota Kupang sekaligus sebagai media menanam air.

Menurut walikota, salah satu misi Pemkot adalah mewujudkan kota yang berwawasan lingkungan. Dan melalui program ini dapat menjadikan Kota Kupang semakin hijau dan bersih.

Ia mengatakan, program Kupang Hijau, yakni selain menanam pohon, juga menanam air. Lokasi yang menjadi fokus Pemkot yakni Kelurahan Naioni, Sikumana, Belo dan Kolhua. “Ketiga lokasi tersebut merupakan wilayah penting untuk dijadikan wilayah penghijauan yang nantinya dapat manangkap dan mempertahankan air bawah tanah yang cukup,” katanya.

Jefri juga mengatakan yang ditanam nanti bukan anakan, tapi menanam pohon yang ukurannya sudah cukup besar, sehingga lebih mudah tumbuh. “Itu yang sudah menjadi tempat untuk saya sampaikan kepada lurah untuk bisa tanam pohon, bukan tanam anakan. Jadi kita akan tanam pohon beringin yang sudah agak besar sedikit,” katanya.

Ia juga mengemukakan, Pemkot telah mempersiapkan hampir 2.000 pohon pada tahap awal. Total keseluruhan 5.000 pohon. Ia juga akan mengeluarkan instruksi agar setiap ASN menanam satu pohon. Demikian juga setiap warga kota menanam satu pohon.

Selain menanam pohon, setiap rumah tangga juga wajib memiliki satu lubang resapan air di rumah tinggal. “Kita imbau masyarakat dengan program yang namanya satu rumah satu pohon, satu lubang resapan dan satu ASN satu pohon. Kita harapkan imbauan ini sebagai semangat kepedulian terhadap lingkungan lewat menanam pohon dan menanam air,” tandasnya.

Air Mancur

Menanggapi kritik soal tidak adanya air mancur di Taman Bundaran Tirosa, Jefry mengatakan, pembangunan dan pemeliharaannya masih menjadi tanggung jawab kontraktor, yakni PT. Monodon Pilar Nusantara.

Karena itu, Pemkot Kupang belum punya hak membenahi taman Tirosa. Namun, taman ini bakal dipercantik pada Desember 2019. Pasalnya, akan dipasang air mancur seperti desain awalnya.

“Sering ada keluhan dari masyarakat tamannya kotor dan tandus, kami belum bisa ikut campur karena itu masih tanggung jawab kontraktor. Kita tidak bisa tanam pohon,” ujar Jefri.

Ia menjelaskan, taman yang akan menjadi land mark Kota Kupang itu tidak sesuai rencana awal. Sebab, sebagian anggaran tidak disetujui DPRD Kota Kupang. Akibatnya, hingga saat ini air mancurnya tidak bisa dibuat.

Namun, Jefri mengatakan, air mancur akan didanai dari CSR. “Kita minta CSR. Banyak juga lampu jalan yang kita dapat dari luar, termasuk air mancur. Dulunya memang tidak disetujui teman-teman DPRD, tidak ada itu air mancur di Taman Tirosa. Jadi pakai CSR. Rencananya Desember sudah jadi,” kata Jefri. (jdz)