Headline

50 Tahun STFK Ledelero, Gubernur NTT: Jadi Garam dan Terang Dunia

MAUMERE – Dalam tema “Dipanggil untuk Mencintai Kebenaran”, Sekolah Tinggi Filsafat Katholik (STFK) Ledalero, di Maumere Flores, menggelar pesta emas 50 tahun. Dalam perayaan berahmat ini, Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat berharap, sekolah para calon imam dan misionaris ini tetap menjadi garam dan terang dunia.

Permintaan Gubernur Viktor ini disampaikan dalam sambutan tertulis yang dibacakan Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTT, DR Jelamu Ardu Marius, M.Si pada puncak peringatan 50 tahun STFK Ledalero di Maumere, Minggu (8/9/2019).

Menurut Gubernur  STFK Ledalero pada awalnya didirikan untuk mendidik dan membina calon imam (pastor) katolik, namun dalam perkembangan lebih banyak alumni Ledalero berkarya di masyarakat, entah profesi di bidang birokrasi, politisi, bisnis, pengajar, dosen, wartawan dan lain sebagainya.

“Selama 50 tahun berkarya, tidak sedikit sumbangsih yang diberikan oleh STFK Ledalero untuk mewujudkan generasi Nusa Tenggara Timur yang cerdas secara intelektual dan spritual,” tandas Marius yang juga alumni STFK Ledalero.

Ia juga menambahkan, “Prestasi yang telah diukir oleh sekolah ini memberi nilai yang penuh makna bagi eksistensi dan kemajuan peradaban di daerah ini juga mendorong peradaban negara dan dunia”.

Ia juga mengatakan, lembaga ini telah memberikan harapan penuh keyakinan kepada setiap anak di Nusa Tenggara Timur bahwa daerah ini harus dibangun dengan semangat dan optimisme baru, harus dibangun dengan kerja keras dan berpikiran cerdas.

“Dengan melihat berbagai keberhasilan tersebut, Pemerintah Provinsi NTT mengapresiasi dan mengharapkan agar STFK Ledalero kedepannya harus menghidupkan kembali semangat para misionaris pendahulu, khususnya dalam bidang pemberdayaan masyarakat. Kita memerlukan pendorong, pembimbing dan panutan di dalam masyarakat. Karena itu, STFK Ledalero harus menghasilkannya, sesuai dengan tema 50 Tahun STFK Ledelero yaitu ‘Dipanggil Untuk Mencintai Kebenaran’,” kata Gubernur.

Pemerintah Provinsi juga memberikan sedikit sumbangan yang diserahkan langsung oleh Kepala Badan Keuangan Provinsi. NTT, Zakarias Moruk, sebagai bentuk apresiasi dan terima kasih Pemerintah Provinsi NTT atas sumbangsih STFK Ledalero terhadap Nusa Tenggara Timur.

Ketua Panitia Perayaan 50 Tahun STFK Ledalero menyampaikan terima kasih kepada Gubernur NTT, para Bupati dan Walikota Kupang dan seluruh stakeholder serta para alumni yang telah memberikan sumbangsih dan berharap STFK Ledalero agar lebih baik kedepan.

Hadir pada acara tersebut Uskup Maumere sebagai konselebran utama Mgr. Edwaldus Marting Sedu, Pr, Uskup Larantuka, Mgr. Fransiskus Kopong Kun, Pr, Uskup Emeritus Mgr. Gerulfus Kherubim Parera, SVD, Superior General SVD, Pater Paulus Budi Kleden, SVD, Wakil Bupati Sikka Romanus Woga serta ratusan biarawan/wati, dan umat Katolik di wilayah Flores dan sekitarnya.

Untuk diketahui, STFK Ledalero merupakan peningkatan dari Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero, yang didirikan oleh Serikat Sabda Allah (SVD: Societatis Verbi Divini) sebagai tindak lanjut atas ensiklik Maximum Illud Paus Benediktus XV 30 November  1919.

Pada bulan Januari 1969, Sekolah Tinggi Filsafat dan Teologi Katolik (STF/TK ) Ledalero secara resmi berdiri sebagai salah satu bagian dari “Seminari Tinggi St. Paulus” Ledalero.

STFK Ledalero pada awalnya didirikan untuk mendidik dan membina calon Pastor Katolik. Namun dalam perkembangannya, lebih banyak alumni Ledalero berkarya sebagai anggota masyarakat. Tercatat ribuan alumni Ledalero berkarya di masyarakat, entah profesi di bidang birokrasi, politisi, pebisnis, pengajar, dosen, wartawan, dan lain-lain. (yos)