Headline

Melangkah dan Maju Bersama dalam Spirit NTT Bangkit Menuju Sejahtera

Kepemimpinan NTT periode 2018-2023 dibawah komando duet Viktor Bungtilu Laiskodat-Josef Nae Soi, telah memasuki usia satu tahun. Kerja keras kedua pemimpin ini telah membekas dan meninggalkan jejak di hati rakyat. Ada harapan besar agar NTT bisa berubah dalam spirit utama; NTT Bangkit menuju Sejahtera. Berikut refleksi atas satu tahun kinerja Gubernur dan Wagub NTT.

TIDAK terasa duet Viktor Bungtilu Laiskodat-Josef Nae Soi memasuki satu tahun memegang kemudi Provinsi Nusa Tenggara Timur. Bersama DPRD NTT, masyarakat, alim ulama, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pendidikan, lembaga swadaya masyarakat, dan elemen-elemen lainnya di seluruh pelosok tanah Flobamora bergandengan tangan, merapatkan barisan, kemudian bahu-membahu bekerja sekuat tenaga dan penuh kesadaran dengan sumber daya manusia, sumber daya alam, dan sumber dana yang dimiliki guna memajukan daerah ini lebih sejahtera lahir dan batin dalam satu tagline, “NTT Bangkit Menuju Sejahtera”.

Momentum satu tahun ini juga tentu belum saatnya bagi kita mengevaluasi sejauh mana keberhasilan atau kemajuan yang diraih bersama pemerintah dan masyarakat sebagai tolok ukurnya, baik kualitas maupun dari aspek kuantitas. Namun paling kurang momentum satu tahun ini dapat menjadi saat di mana pemerintah dan semua pihak melihat apa yang sudah, sedang, dan akan dikerjakan bersama guna mewujudkan berbagai rencana dan program yang telah dibuat guna mengejar ketertinggalan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja (APBD) I atau sumber-sumber pendanaan pemerintah pusat, terutama dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) atau sumber-sumber resmi lainnya yang disyaratkan peraturan perundang-undangan.

Dalam berbagai kesempatan, baik Gubernur maupun Wakil Gubernur sudah berulangkali menegaskan bahwa Provinsi Nusa Tenggara Timur memiliki letak yang sangat strategis bila dilihat dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ibaratnya bila NKRI sebagai sebuah kitab besar, Nusa Tenggara Timur merupakan preambule, mukadimah yang memiliki posisi strategis.

Hal ini juga sudah disampaikan baik Gubernur dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur dalam safari bersama untuk bertemu dan menyerap aspirasi masyarakat menjelang dan saat proses pemilihan gubernur-wakil gubernur tahun lalu. Bahkan dalam berbagai kesempatan, baik dalam kegiatan-kegiatan formal maupun pertemuan dengan masyarakat di desa-desa.

Mulai dari Kabupaten Manggarai Barat di ujung barat Flores dan kabupaten-kabupaten lainnya di daratan Flores seperti Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, Sikka, hingga Kabupaten Flores Timur di ujung timur Pulau Flores. Kemudian Kabupaten Lembata hingga Kabupaten Alor. Berikut dari kabupaten-kabupaten di Pulau Sumba, Kabupaten Rote Ndao hingga Kabupaten Sabu Raijua (Sarai). Kemudian kabupaten dan kota di Pulau Timor mulai dari Kabupaten Kupang, Kota Kupang, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Timor Tengah Utara (TTU), Kabupaten Belu hingga Kabupaten Malaka di tapal batas Republik Indonesia dengan negara tetangga, Republik Demokratik Timor Leste (Timor Leste).

Dari aspek geostrategis, letak Nusa Tenggara Timur sangat menguntungkan dibandingkan daerah-daerah lain di Indonesia ditinjau dari aspek politik maupun ekonomi. Sebagai provinsi yang memiliki daratan yang sama, memudahkan Nusa Tenggara Timur dapat berinteraksi dengan negara tetangga, Timor Leste.

Aspek kultur maupun geneologis, NTT sangat diuntungkan karena sama-sama memiliki adat-istiadat, budaya, kekerabatan bahkan bahasa yang sama di beberapa wilayah kabupaten, terutama di TTS, TTU, Belu bahkan Malaka.

Posisi Nusa Tenggara Timur yang berbatasan dengan Australia juga sangat strategis, terutama dalam kerja sama di bidang pendidikan, termasuk bidang pariwisata yang merupakan penggerak utama, prime mover, pembangunan daerah. Nusa Tenggara Timur dapat menarik sebanyak mungkin wisatawan dari negeri Kanguru itu untuk membelanjakan uangnya di NTT.

Demikian pula dari pertahanan dan keamanan, Nusa Tenggara Timur menjadi wilayah yang mampu menghalau para imigran menuju Australia. Selain potensi wisata tersebut, berbagai potensi unggulan lain yang dimiliki daerah ini di antaranya rumput laut, kelor, kopi, daging, dan aneka komoditi unggulan lainnya dapat diekspor ke Australia dan Timor Leste.

Sebagai provinsi yang memiliki ratusan pulau, baik yang berpenghuni maupun tak berpenghuni, Nusa Tenggara Timur juga memiliki berbagai macam obyek wisata alam dan wisata budaya yang sungguh memesona, Tiap tahun, para wisatawan domestik maupun mancanegara tergila-gila menyambangi tanah Flobaborata sebagai daerah yang memiliki daya tarik luar biasa besar.

Berbagai obyek wisata mulai dari bagian barat hingga timur Pulau Flores sungguh memesona. Pulau Komodo sudah menjadi obyek wisata menjanjikan di Nusa Tenggara Timur. Kita juga memiliki aneka wisata lainnya seperti obyek wisata 17 Pulau di Riung, Danau Tiga Warna Kelimutu, Prosesi Semana Santa di Larantuka, Flores Timur maupun desa nelayan Lamalera sebagai destinasi wisata internasional yang terkenal dengan Lefa; tradisi perburuan ikan paus secara tradisional.

Begitu pula Kabupaten Alor yang terkenal dengan eksotisme alam dan budaya yang selalu memikat hati para wisatawan domestik maupun mancanegara. Potensi yang dimiliki NTT ini merupakan kekayaan alam yang mesti dikelola dengan baik untuk memajukan masyarakat dan daerah.

Di tengah berbagai potensi sumber daya alam yang dimiliki NTT demikian besar ini, apakah kita layak masih disebut sebagai provinsi termiskin dan terkebelakang dalam pawai pembangunan nasional? Ini merupakan pertanyaan reflektif, tetapi menurut hemat gubernur dan wakil gubernur, semua itu merupakan potensi yang dimiliki namun belum dikelola dengan baik untuk memajukan masyarakat agar lebih sejahtera.

Oleh karena itu, tak ada pilihan lain kecuali kita semua: baik Gubernur-Wakil Gubernur, DPRD, dan masyarakat Nusa Tenggara Timur, menanggalkan pola dan cara berpikir dan cara kerja lama yang kurang produktif untuk bergandengan tangan bekerja cerdas untuk memajukan daerah dengan potensi yang kita miliki. Kita meninggalkan pola kerja lama, mesti bekerja dengan cara-cara yang cerdas, bahkan di luar kebiasaan yang kurang produktif menuju kebiasaan elegan, out of box menuju perubahan yang lebih baik lagi.

Upaya memajukan Nusa Tenggara Timur tentu juga menuntut kerja cerdas para aparatur sipil negara (ASN). Karena itu, dalam berbagai kesempatan Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat dan Wakil Gubernur Josef Nae Soi selalu mengingatkan agar para ASN bekerja keras dan bertanggung jawab.

Nusa Tenggara Timur membutuhkan kualitas sumber daya manusia yang memiliki karakter melayani. Hal itu sudah menjadi komitmen sejak dipercaya memimpin daerah ini satu tahun lalu.
Sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur, tentu duet ini memiliki tanggung jawab besar menciptakan sumber daya manusia yang unggul dalam rangka melayani masyarakat di daerah ini dengan sebaik-baiknya.

Marilah kita semua memiliki komitmen yang sama bekerja lebih giat lagi agar NTT semakin hari semakin maju dalam satu tekad bersama: NTT Bangkit Menuju Sejahtera. Tuhan berkati selalu. (kerja sama Biro Humas dan Protokol Setda NTT)