Headline

Besok Presiden Jokowi Panen Perdana ‘Emas Putih’ di Nunkurus

KUPANG – Presiden Joko Widodo (Jokowi) dijadwalkan melakukan panen perdana ’emas putih’ atau garam di Desa Nunkurus, Kabupaten Kupang, Rabu (21/8) besok. Setelah panen garam, Jokowi langsung kembali ke Jakarta.

Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTT, Dr. Marius Jelamu, M.Si, melalui Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum Biro Humas dan Protokol Setda NTT, Very Guru, ketika dikonfirmasi Selasa (20/8), memastikan kedatangan Presiden Jokowi besok.

Menurut agenda, jelas Very, Presiden Jokowi tiba di Bandara El Tari sekitar pukul 09.30 Wita. Istirahat sejenak di Bandara El Tari, Jokowi dan rombongan langsung menuju Nunkurus melakukan panen perdana garam. “Sekitar setengah jam di sana, Presiden dan rombongan menuju Kantor Bupati Kupang di Oelamasi membagikan sertifikat tanah kepada pemilik tanah di tambak garam,” jelas Guru.

Dari Kantor Bupati Kupang, jelas Very, Presiden dan rombongan makan siang di restoran di sekitar Pelabuhan Tenau Kupang. “Setelah makan, Presiden meninjau Pelabuhan Tenau. Dari Tenau langsung balik ke Bandara dan kembali ke Jakarta,” katanya.

Kedatangan Presiden Jokowi ke Kabupaten Kupang memanen garam di Nunkurus, juga sudah beberapa kali disampaikan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat. Pemda NTT, kata Gubernur Viktor, sangat serius memproduksi garam untuk kebutuhan dalam negeri yang sejauh ini masih harus diimpor dari Australia.

“Kualitas garam NTT merupakan salah satu yang terbaik di Indonesia. Karena NTT punya pantai yang relatif bersih. Juga musim hujannya relatif sedikit dan musim panasnya panjang. Sehingga garam yang kita hasilkan betul berkualitas dan punya nilai ekonomis tinggi,” kata Gubernur Viktor.

Viktor memastikan di masa kepemimpinannya bersama Wagub Josef Nae Soi, NTT harus bisa menyumbang garam untuk kebutuhan dalam negeri. “Selama ini Provinsi NTT kalau ke Jakarta selalu meminta bantuan dari Pemerintah Pusat. Di masa kepemimpinan saya, NTT harus memberi. NTT harus bisa menyumbang 1 juta metrik ton untuk memenuhi kebutuhan garam secara nasional. Karena kita masih mengimpor 3,7 juta metrik ton. Produksi garam kita sesungguhnya sudah memiliki pasar yang jelas,” tandas Gubernur NTT, Viktor
Bungtilu Laiskodat.

Aparat keamanan telah menyiagakan ribuan personil untuk pengamanan Presiden. Tahun 2019, Presiden Jokowi sudah tiga kali mengunjungi NTT.

Lahan Bermasalah

Sementara itu, Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP) Kupang, meminta Presiden Jokowi untuk membatalkan kunjungannya untuk panen garam dan pembagian sertifikat tanah gratis. Karena lahan tambak garam masih bermasalah.

“Sebaiknya Pak Jokowi atasi soal genting di Papua, ketimbang datang memberi legitimasi kepada perampas hak rakyat Desa Nunkurus,” kata Aktivis Bara JP, Hildebertus Selly kepada wartawan, Selasa (20/8).

Menurut dia, lokasi panen garam tersebut berada di tanah milik rakyat yang dicaplok oleh PT Timor Life Stock Lestari. Jika Presiden memberi legitimasi atas lokasi tambak garam tersebut, maka sama dengan Presiden membiarkan penderitaan kepada rakyat yang telah memilihnya.

Karena itu, sebagai Relawan Jokowi, pihaknya tidak mau kehadiran Presiden Jokowi membawa petaka bagi rakyat di Nunkurus. “Prinsip kami adalah kehadiran Jokowi memberi kegembiraan kepada rakyat, keadilan, kesejahteraan dan kebaikan bagi semua,” katanya. (*/jdz)