Headline

Partai Golkar Beri Sinyal ke Inche Sayuna Jadi Pimpinan DPRD NTT

KUPANG, mediantt.com – Jatah kursi pimpinan DPRD NTT untuk Partai Golkar bakal menjadi milik Dr Inche Sayuna. Srikandi politik yang kini menjabat Sekretaris Golkar NTT itu telah mendapat sinyal persetujuan dari DPP Partai Golkar.

Wakil Sekjen DPP Partai Golkar Bidang Pemenangan Pemilu Indonesia Timur, Herman Hayong, ketika dikonfirmasi Selasa (6/8), membenarkan sinyal itu.

Ia mengatakan, penentuan kursi pimpinan DPRD NTT dari Partai Golkar sudah mendekati final. Sebab, Plpara pimpinan DPP Partai Golkar telah memberikan sinyal bahwa kursi pimpinan DPRD NTT diberikan kepada Dr Inche Sayuna, yang saat ini menjabat Sekretaris DPD Partai Golkar Provinsi NTT.

Herman Hayong menjelaskan, sebelum Pileg 2019 digelar sinyal itu sudah diberikan Ketum DPP Partai Golkar saat berkunjung ke NTT. Demikian pula para senior Partai Golkar yang berkampanye di NTT saat pileg lalu, juga secara lisan memberikan dukungan kepada srikandi Partai Golkar NTT sebagai Pimpinan DPRD NTT baik Akbar Tanjung, Aburizal Bakri dan Agung Laksono.

“Persyaratan umum sesuai juklak penentuan pimpinan DPRD oleh DPP Partai Golkar dipenuhi oleh Hugo Kalembu, Thomas Tiba Owa dan Inche Sayuna. Tapi nilai lebih ibu Inche mewakili unsur perempuan dan jabatan di partai sebagai Sekretaris DPD,” tegas Herman.

Ia juga mengatakan, rapat pengambilan keputusan segera digelar pasca pembacaan putusan Mahkamah Konstitusi terkait berbagai gugatan tanggal 6-9 Agustus.

“Sebagai salah satu peserta rapat tim seleksi pimpinan DPRD di DPP Partai Golkar, saya perkirakan keputusan yang akan dihasilkan tidak berbeda dengan apa yang disampaikan,” tegasnya.

Karena saat ini, menurut dia, Partai Golkar memberi perhatian yang lebih pada peran perempuan dan kelompok milenial dalam politik, sehingga memberi motivasi yang lebih besar bagi partisipasi perempuan dan kaum milenial dalam berpolitik, khususnya melalui Partai Golkar.

“Saat ini arah kebijakan Golkar memang memberi ruang dan peran lebih besar bagi kaum perempuan dan generasi milenial agar kehadiran mereka dalam panggung kepemimpinan politik lokal dapat menjadi inspirasi bagi kaumnya untuk lebih berpartisipasi aktif dalam dunia politik. DPP Golkar sungguh menyadari bahwa kehadiran mereka membawa sudut pandang tersendiri dan sifat-sifat yang khas ke dalam organisasi,” tandas Herman.

Kehadiran perempuan dan kaum milenial, lanjut dia, memperkaya kemajemukan dalam organisasi dan kepemimpinan. Jika kita ingin menjadi organisasi kreatif dan tanggap menghadapi tantangan zaman, maka mengakomodasi peran perempuan dalam kepemimpinan politik adalah sebuah keharusan.

Menyinggung soal penentuan dan keputusan pimpinan DPRD untuk 13 kabupaten se-NTT sekaligus dibahas dalam rapat tim di DPP Partai Golkar dalam waktu dekat.

“Semua penentuan pimpinan DPRD pasti mengikuti juklak yang berlaku tanpa memandang latar belakang calon pimpinan DPRD,” demikian Herman Hayong. (jdz)