Headline

19 Wartawan Jawa Timur ‘Belajar’ Tentang NTT di Sekretariat DPRD

KUPANG, mediantt.com – Sebanyak 19 wartawan yang tergabung dalam Kelompok Kerja (Pokja) DPRD JawaTimur, Senin (5/8), bersama pejabat Sekwan DPRD Jatim, berkunjung ke Sekretariat DPRD NTT. Mereka datang untuk ‘belajar’ lebih komprehensif tentang NTT yang terkenal dengan toleransi terindah tapi masih terkategori daerah miskin.

Seperti disaksikan mediantt.com, rombongan Sekwan Jatim bersama para wartawan itu tiba di DPRD NTT pukul 15.30 Wita. Rombongan dipimpin oleh Kabag Humas Sekretariat DPRD Jatim, Imam Qholil bersama beberapa pejabat. Mereka diterima Sekretaris DPRD NTT, Thobias Ngongo Bulu, dan sejumlah wartawan desk DPRD NTT di ruang sidang pimpinan DPRD NTT.

Kabag Humas Setwan Jatim, Imam Cholil menjelaskan maksud dan tujuan kedatangan bersama Pokja Wartawan DPRD Jatim tersebut yakni untuk studi komparatif ke Sekretariat DPRD NTT. Selain itu ingin mengetahui lebih banyak tentang NTT yang terkenal dengan toleransinya.

“Selain ingin menjalin silaturahmi, tukar informasi bersama wartawan di sini, kami juga ingin tahu lebih banyak tentang NTT dan ingin merasakan langsung toleransi yang terbangun baik di daerah ini,” kata Imam.

Ia mengatakan, DPRD Jawa Timur memiliki hubungan yang harmonis dengan media baik cetak, elektronik, maupun online dan semuanya kompak. “Semua kita akomodir sehingga hubungan gubernur, dewan, dan wartawan akomodatif,” tuturnya.

Koordinator Pokja Wartawan DPRD Jatim, Riko Abdiono mengatakan, masyarakat Jawa Timur banyak mendengar cerita tentang NTT, namun tidak lengkap. Karena itu, para juru warta itu berkunjung untuk mendapatkan informasi langsung tentang aspek pemerintahan maupun kesejahteraan di NTT.

“Banyak cerita tentang NTT tapi tidak lengkap, kami dengar dan juga tahu bahwa banyak tokoh nasional yang berasal dari NTT, salah satunya Bapak Frans Seda. Selain itu, dari berita-berita yang kami baca, menyebutkan bahwa NTT adalah daerah urutan ketiga termiskin di Indonesia, setelah Papua dan Papua Barat. Karena itu, mungkin kita bisa saling sharing informasi tentang banyak hal, termasuk hubungan pemerintah dengan media massa,” ujarnya.

Menurut Riko, media massa sangat berperan dalam sebuah pembangunan. Karena dalam diskusi media dengan pimpinan daerah, tidak selalu hanya sebatas membahas pemberitaan, tetapi terkadang sampai pada aspek merancang bagaimana bentuk perhatian pemerintah terhadap masyarakat.

“Pada peran inilah kemudian adanya Pokja Wartawan DPRD Jatim, bahkan kami sering menggelar seminar menyangkut kepentingan-kepentingan masyarakat, dengan mengundang gubernur, dinas-dinas terkait agar menemukan solusi dalam sebuah keputusan/kebijakan yang tetap membela hak rakyat,” katanya.

Sekretaris DPRD NTT, Thobias Ngongo Bulu menyampaikan terima kasih atas kunjungan Setwan dan Pokja Wartawan DPRD Jatim yang dalam rangka studi komparatif di Sekretariat DPRD NTT. Dia juga mengapresiasi kemitraan yang terjalin antara Setwan DPRD Jatim dengan wartawan sehingga adanya Pokja dimaksud.

“Memang di sini belum sampai ada pokja, tapi hubungan dengan media tetap terjalin dengan baik. Ke depannya kalau memang bisa, maka akan kita bentuk Pokja di Setwan DPRD NTT,” kata Thobias.

Sementara itu, Pemred Portal berita mediantt.com, Joseph Diaz, mewakili wartawan peliput di DPRD NTT mengatakan, hubungan wartawan dengan Setwan Provinsi NTT selama ini terjalin baik. Karena itu, dengan adanya kunjungan dari Setwan Jatim dan Pokja Wartawan tersebut bisa menjadi inspirasi dan pertimbangan bagi Setwan NTT untuk paling tidak melakukan hal serupa dengan Setwan Jatim.

“Meski demikian, media atau wartawan akan bekerja dengan sistem yang ada, dengan berpegang pada kaidah-kaidah jurnalistik dalam melakukan kontrol,” tegas Diaz. (ama)