Headline

Bangun Gereja Bukan Hanya Fisik, Tapi Juga Imbangi dengan Iman Umat

DORI PEWUT – Wakil Bupati Lembata Dr. Thomas Ola, SE.M.Si bersama para pimpinan OPD Lingkup Pemkab Lembata mengadakan kegiatan kunjungan kerja dan tatap muka bersama masyarakat Desa Dori Pewut, Kecamatan Atadei, Kabupaten Lembata, Sabtu, (27/7/19).

Kunjungan kerja dan tatap muka ini dalam rangka peletakan batu pertama renovasi pembangunan gedung Gereja Stasi St. Mikhael Lewaji Paroki Kalikasa. Wakil Bupati Lembata bersama rombongan disambut baik oleh masyarakat Desa Dori Pewut.

Kegiatan diawali dengan perayaan misa di gedung gereja lama yang bangunannya telah termakan usia.

Usai misa dilanjutkan dengan seremonial peletakan batu pertama oleh tua adat yang ditandai dengan pemotongan hewan, dan pemberian makan kepada leluhur lewotana setempat.

Ritual ini sebagai bentuk permohonan restu leluhur dalam renovasi pembangunan gedung gereja stasi yang menjadi pusat kerohanian umat katolik.

Ketua Dewan Stasi St. Mikhael Lewaji, Nasarilus Ola, mengucapkan terima kasih atas kehadiran Wakil Bupati Lembata bersama rombongan, yang merupakan motivasi dan semangat besar dalam pembangunan gedung gereja ini.

Pembangunan gereja ini didasarkan pada kondisi gedung gereja yang sudah termakan usia, untuk itu bersama umat stasi dan dewan stasi telah sepakat untuk membangun gedung gereja yang baru.

Wakil Bupati Lembata Dr. Thomas Ola, SE.M.Si, saat acara peletakkan batu pertama pembangunan gedung Gereja stasi St. Mikhael Lewaji, mengatakan, membangun rumah Tuhan bukan hanya membangun fisik semata tetapi harus diimbangi dengan membangun rohani keimanan umat.

“Kerelaan, sukacita dan kerjasama harus ada dalam diri semua pihak yang terlibat dalam pembangunan gedung gereja ini sehingga seberat apapun pekerjaan yang dilaksanakan, pasti akan bisa diselesaikan,” tandasnya.

Prinsip utama pembangunan rumah Tuhan adalah persembahan yang didasarkan pada keyakinan dan iman yakni memberi dengan kerelaan, jangan sedih ketika memberi dan jangan terpaksa saat memberi. Untuk itu mendukung pembangunan rumah ibadah, tidak hanyak umat Kristen tapi agam lain islam misalnya, dan kita selalu mendukung ini adalah satu proses membangun kemuliaan, membangun harta kekal di sorga. “Karena itu, kami perwakilan umat katolik di lewoleba datang hari ini untuk mendukung sepenuhnya dalam pembangunan gereja stasi St. Mikhael Lewaji ini,” katanya.

Sebelum mengakhiri sambutannya, ia meminta agar umat stasi St. Mikhael Lewaji terus memancarkan cahaya sinar taan tou dalam pembangunan gereja ini. “Kita semua tentu berharap agar pembangunan gereja ini dapat berjalan lancar. Untuk itu saya berharap jangan pernah untuk mememadamkan cahaya yang sudah memancarkan sinar ketulusan, keiklasan dan pengorbanan dalam proses pembangunan ini,” pintanya.

Ia juga ada menyampaikan terima kasih kepada Pastor Paroki Kalikasa, tokoh agama dan umat stasi serta panitia pembangunan yang telah berupaya mendukung pembangunan gereja ini.

Dipenghujung kegiatan ada penyerahan bantuan pembangunan Gereja Stasi St. Mikhael oleh Wakil Bupati kepada ketua panitia pembanguan gereja, berupa 225 buah semen yang terdiri dari 125 buah semen dari Pemda Lembata, dan 100 buah dari peguyuban ASN Atadei yang berdomisili di Kota Lewoleba. (Yan Moruk /Kominfo Lembata)