Headline

Lepas 14 Calon Haji, Wabup Thomas: Jadilah Haji Suci dan Teladan Bagi Masyarakat

LEWOLEBA – “Terima kasih yang tulus bagi 14 calon Haji-Hajah dari Kabupaten Lembata karena sudah mendaftar untuk menunaikan ibadah ke Tanah Suci Mekkah. Jika saja tidak ada yang mendaftar, jelas tidak ada duta calon Haji dari Lembata. Calon Haji ini tampak usia masih muda, dimana usia pengabdian bagi keluarga, masyarakat dan Lewotana Lembata masih panjang. Anda kalian harus komitmen menjadi Haji yang suci, putih bersih dan teladan hidup yang baik bagi umat dan masyarakat dimana anda berkarya. Karena anda menjadi haji bukan hanya untuk mengabdi diri sendiri, dan keluarga. Tapi pengabdian anda juga untuk masyarakat, bangsa dan negara. Khususnya mengabdi untuk Lewotana Lembata tercinta,” ungkap Wakil Bupati Lembata, Dr. Thomas Ola, SE.MSi saat melepas 14 calon Jemaah Haji di Aula Kopdit Ankara, Lewoleba, Rabu (24/7).

Wabup Thomas menilai, pakaian haji berwarna putih simbol kesucian, dan merupakan warna yang streril dari berbagai godaan dunia agar tetap suci dan murni hati. Karena itu, harus jaga kaki untuk melangkah yang tepat dan menjadi teladan hidup bagi masyarakat. Pakaian anda juga ada unsur warna hijau. Itu adalah warna alamiah dan warna keceriaan. Sebelum berangkat ke Tanah Suci, pamit baik-baik dengan alam dan leluhur serta keluarga agar tetap setia menjaga dan melindungi sampai kembali dengan selamat di tanah air, Lewotana Lembata. Sedangkan warna kuning simbol kematangan, kedamaian, kebersihan dan menjadi contoh bagi yang lain.

Salah satu aspek yang harus menjadi perhatian serius kita bersama, tegas Wabub Thomas, masalah sampah harus menjadi musuh kita bersama. Kabupaten Lembata juga sedang gencar memerangi sampah. Masalah sampah plastik berserakan dimana-mana. “Karena itu, kepada calon haji dari Lembata hendaknya menjadi pioner dalam memerangi sampah. Apakah ketika berada di Surabaya dan Tanah Suci Mekkah, kalian harus menjadi contoh memungut sampah plastik yang kini merambah kota. Jangan pernah kotori Tanah Suci Mekkah dengan kotoran atau sampah jenis apapun,” tegas Wabup Thomas yang didampingi Wakil Ketua l DPRD Kabupaten Lembata, Yohanes De Rosari, SE.

Kopiah berwarna hitam, lanjut Thomas, itu simbol keagungan, keperkasaan dan kekuatan. Karena itu, kalian harus menjadi haji yang dihormati dan disegani. Kalian harus bersikap penuh cinta dan melayani umat dan masyarakat disekitarnya. Wabup Thomas, diakhir amanatnya mengingatkan, para haji jangan hanya berdoa untuk keselamatan diri sendiri dan keluarga. Tapi juga berdoa untuk pemerintah dan dan masyarakat Lembata agar mengemban tugas berat bekerja lebih baik, jujur dan ikhlas demi kemajuan Lewotana Lembata.

Wabup Thomas juga menyerahkan Bendera Kabupaten Lembata agar menjaga harkat dan martabat serta nama baik Lembata dalam perjalanan ke Tanah Suci Mekkah. Selain itu, menyerahkan secara simbolis bantuan tiket Pesawat dari Pemkab Lembata kepada calon haji untuk tujuan Lewoleba-Kupang-Surabaya pergi pulang.

Wakil Ketua DPRD Lembata, Yohanes De Rosari, SE, mengatakan, kita patut bangga karena duta haji dari Kecamatan Nubatukan terus bertambah. Artinya, secara faktual, menggambarkan pertumbuhan perekonomian masyarakat mulai maju dan berkembang ketika mereka mendaftar menjadi calon haji setiap tahun. Secara ekonomis orang mendaftar menjadi calon haji adalah mereka yang punya uang yang cukup.

Tetapi menurut Yohanes, bukan hanya kesiapan uang untuk naik haji, tapi juga kesiapan iman dan taqwa yang baik yang tentu saja telah diterima lewat pelatihan Menasik haji. “Alangkah indahnya, mulai sekarang kalian berlomba untuk menabung demi sukses menunaikan rukun Islam yang kelima itu. Aspek kesabaran juga menjadi faktor penting karena calon haji harus bisa antri panjang dan belum tentu lolos menjadi calon haji. Para calon haji juga diharapkan untuk taat terhadap semua regulasi dan tata tertib dalam urusan haji. Perjalanan ke Mekkah jauh dan melelahkan, karena itu, kalian harus jaga kesehatan,“ ujar Yohanes.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lembata, Haji Ishak Sulaiman, S.Ag mengatakan, urusan haji dan keberangkatannya ke Tanah Suci Mekkah bukan hanya urusan Pemerintah Daerah dan Kementerian Agama Lembata. Tapi menjadi urusan nasional. Artinya, jelas Ishak Sulaiman, menjadi urusan kita bersama. Baik Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah masing-masing. Jika dikatakan sebagai tugas nasional dan tugas bersama, marilah kita saling mendukukung dan berkoordinasi sesuai tugas dan kewenangan masing-masing agar urusan haji dan keberangkatannya sukses, aman dan lancar. Tentu saja sukses menjadi kebanggan kita bersama.

Menurut Haji Ishak Sulaiman, tahun ini calon haji dari Lembata 14 orang, 8 laki-laki dan 6 perempuan. Sedangkan total untuk NTT sebanyak 469 orang di luar daftar tunggu yang semakin banyak.

Dikatakan, ada tiga tugas utama pemerintah untuk mengurus calon haji yakni pelayanan yang baik dan tulus, pembinaan, dan perlindungan jemaah haji baik sejak keberangkatan ke Mekkah maupun sampai kembali ke tanah air Indonesia. Kementerian Agama Kabupaten Lembata, senantiasa berkoordinasi dengan Pemda Lembata, Pemerintah Pusat dan bahkan dengan Pemerintah Arab Saudi agar calon haji dari Indonesia dapat menunaikan ibadah haji dengan baik, aman, nyaman, sukses dan lancar. (Karel Burin/Dinas Kominfo Lembata)