Headline

Victory-Joss Janji Tuntaskan Jalan Provinsi dan Sekolahkan 10 Ribu Anak NTT

Lewoleba, mediantt.com – Calon Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat dan rombongan, Kamis (22/2) pagi, tiba di Bandara Udara Wuno Pito, Lewoleba, Lembata, untuk kampanye di dua titik: Desa Umaleu, Kecamatan Buyasuri, dan Aula Dekenat, Lewoleba.

Tiba di Bandara, Viktor disambut dengan sapaan adat dan suguhan tarian anak-anak SMK Stella Maris Lewoleba. Maxi Hadung Boleng, tokoh masyarakat menyuguhkan tuak dan tembako koli kepada Calon Gubernur Viktor Laiskodat.

“Selamat datang di Lembata, Calon Gubernur Bapak Viktor Bungtilu Laiskodat. Masyarakat dan tanah Lembata menerimamu sepenuh hati dan mendukungmu menuju NTT 1. Tuhan berkati; Lewotana Leu Awuq menyertai dalam niat tulus ini,” tutur Hadung Boleng.

Rombongan Cagub Viktor pun langsung menuju titik pertama di Kedang. Setelah bertemu dan berdialog dengan warga, Cagub Viktor kembali ke Lewoleba untuk kampanye dialogis di Aula Dekenat. Di hadapan ratusan massa, Viktor menjelaskan visi, misi dan program kerjanya. Viktor juga menyorot soal jalan provinsi yang belum seluruhnya rampung.

Karena itu, ia menegaskan, jika rakyat NTT termasuk Lembata pada 27 Juni memilih Victory-Joss, maka seluruh jalan provinsi yang rusak akan dikerjakan sampai hotmix.

Cawagub Josef Nae Soi pun dalam kampanye di Ende, menyatakan akan merampungkan seluruh jalan provinsi itu dalam wakti lima tahun sampai hotmix. Bahkan, sudah ada investor yang menawarkan diri berinvestasi membangun jalan di NTT.

“Belum jadi gubernur dan wakil gubernur saja sudah ada calon investor yang telah menyampaikan niat untuk berinvestasi di NTT. Bahkan ada yang sudah siapkan dana Rp 5 triliun untuk bangun jalan di daerah ini,” kata Nae Soi saat kampanye dialogis di Desa Saga, Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende, Rabu (21/2/2018).

Cagub Viktor juga mengatakan, dalam lima tahun kepemimpinan, Victory-Joss akan menyekolahkan 10 ribu anak NTT ke luar negeri. Tapi, sebut dia, biaya sekolah tidak diambil dari dana APBD, namun menggunakan anggaran hasil lobi dengan jaringannya, baik di dalam maupun luar negeri.

‘Setiap tahun kita akan biayai 2.000 anak NTT untuk belajar di luar negeri. Kita tidak akan gunakan dana sepeser pun dari APBD, tetapi ada pihak lain yang sudah siap membantu kita karena mereka tahu kondisi sumber daya manusia kita,” kata Viktor Laiskodat.

Menurut Viktor, program ini sudah ditawarkan kepada berbagai pihak baik dalam negeri maupun luar negeri dan mereka memberikan respons sangat positif dan siap membiayai anak-anak NTT yang mau bersekolah ke luar negeri.

“Tenaga-tenaga yang akan dikirim bersekolah ke luar negeri adalah yang kita butuhkan sesuai potensi daerah ini. Misalnya tenaga profesional untuk bidang pariwisata, industri garam, dan bidang usaha lainnya,” tegasnya. (jdz)