Headline

Lu-Olo Unggul Sementara Pilpres Timor Leste, Siapakah Dia?

DILI – Penghitungan suara pemilihan Presiden Timor Leste memperlihatkan untuk sementara Francisco Guterres, yang lebih dikenal dengan Lu-Olo, unggul atas calon-calon lain.

Siapa Lu-Olo, calon yang mendapat dukungan penuh dari Partai Fretilin dan CNRT, dua partai terbesar di Timor Leste ini?

Lu-Olo berasal dari keluarga sederhana dan sama seperti warga Timor Leste lain, ia aktif terlibat dalam gerakan bersenjata untuk membebaskan Timor Leste dari kekuasaan Indonesia.

Setelah referendum tahun 1999 yang menjadi dasar kemerdekaan Timor Leste, Lu-Olo terjun di dunia politik.

Pada 2007, ia mengikuti Pilpres Timor Leste dan kalah saat digelar pemungutan suara putaran kedua.

Ia juga mencalonkan diri di Pilpres 2012, tapi kalah suara dari presiden saat ini, Jose Maria Vasconcelos, yang juga dikenal dengan nama populernya, Taur Matan Ruak.

Matan Ruak sendiri tidak ambil bagian dalam pilpres kali ini, diperkirakan akan menjadi perdana menteri setelah pemilu parlemen pada Juli nanti.

“Saya yakin bisa memenangkan pemilihan dalam satu putaran,” kata Lu-Olo kepada para wartawan di Dili, Senin (20/3/2017), setelah memberikan suara.

Meski demikian ia menambahkan bahwa dirinya akan menerima apa pun hasil pemilihan.

Jika tak ada calon yang meraih 50 persen suara, pemilihan putaran kedua akan digelar pada April yang akan datang.

“Saya ingin mengubah nasib warga di semua sektor, seperti kesehatan, pendidikan, dan kehidupan ekonomi yang berkelanjutan,” katanya.

Lu-Olo adalah presiden Partai Fretilin dan pada pilpres kali ini mendapat dukungan dari Xanana Gusmao, mantan gerilyawan dan pemimpin CNRT yang memiliki pengaruh besar di panggung politik Timor Leste.

Para pengamat mengatakan, tantangan bagi pemerintah mendatang adalah mengurangi ketergantungan Timor Leste dari penerimaan minyak dan menambah pemasukan dari sumber-sumber lain seperti pertanian dan manufaktur.

Tantangan lain adalah mewujudkan kehidupan politik yang stabil di negara yang baru merdeka pada 2002 lalu.

“Persaingan politik (yang tajam) bisa memicu ketegangan,” kata Damien Kingsbury, analis masalah Timor Leste dari Universitas Deakin, Australia, seperti dikutip kantor berita Agence France-Presse.

Kingsbury memperkirakan Timor Leste akan dipimpin oleh satu pemerintah persatuan setelah pemilu parlemen.

Namun,  ia juga menambahkan tidak adanya oposisi yang kuat bisa melemahkan akuntabilitas pemerintah.

Selain Lu-Olo, ada tujuh kandidat lain yang ikut serta dalam pilpres 2017, pilpres pertama sejak pasukan PBB mundur dari Timor Leste pada 2012. (afp/bbc/kompas.com)

Ket Foto : Francisco Guterres atau lebih dikenal dengan Lu-Olo, berjanji akan meningkatkan kualitas kehidupan rakyat di berbagai bidang jika terpilih sebagai Presiden Timor Leste.