Headline

Suara Xanana untuk Lu Olo di Pilpres Timor Leste

DILI – Tasi Tolu, sekitar 10 km arah barat Dili, ibu kota Timor Leste, menjadi lautan manusia Jumat (17/3). Diperkirakan lebih dari 50 ribu orang tumpah di tempat itu. Didominasi merah, kuning, dan hitam. Warna dasar bendera Partai Fretilin (Frente de Revolucionaria de Timor Leste Independencia).

Puluhan ribu orang itu menghadiri kampanye terakhir Francisco Guterres alias Lu Olo, kandidat presiden Timor Leste. Bukan hanya warga Dili, Fretilin juga mengerahkan pendukung dari Distrik Ailiu, Manauto, Ermera, Baucau, hingga Viqueque. Aksi besar-besaran itu diadakan untuk menyaingi pendukung calon presiden Antonio da Conceicao alias Kalohan yang didukung Partai Demokrat (Partido Democratico) di Distrik Liquica, sekitar 40 km dari Tasi Tolu.

Tokoh karismatis Timor Leste Xanana Gusmao menghadiri kampanye Lu Olo. Xanana yang menjabat ketua Partai CNRT (Conselho Nacional Resistencia de Timorense) berkoalisi dengan Fretilin. Mereka mengusung Lu Olo sebagai calon presiden, menggantikan Taur Matan Ruak yang masa jabatannya akan berakhir pada 20 Mei.

”Saya kenal Lu Olo sejak gerilya di hutan. Dia tidak hanya bisa menjaga stabilitas negara ini, tapi dapat mengangkat nama negara di tingkat internasional,’’ kata Xanana.

Dukungan Xanana diprediksi membuka jalan bagi Lu Olo untuk memimpin Timor Leste. Sebab, pada 2013 CNRT yang mengusung Taur Matan Ruak juga sukses mengalahkan Fretilin. Nah, kini dua partai besar itu berkolaborasi.

Lu Olo yakin bisa merengkuh jabatan presiden Timor Leste. ”Saya berharap mendapat kepercayaan dari rakyat jadi presiden. Saya akan mempertahankan kedaulatan batas negara dan rakyat. Dengan demikian, proses pembangunan di negara ini terus berkembang,” katanya.

Dia berjanji memperkuat politik luar negeri di Asia Tenggara dan dunia. ”Sebagai negara berdaulat, saya akan mengikat negara ini dengan negara-negara besar lainnya di dunia. Mempererat hubungan kerja sama dan bilateral lewat penempatan para duta besar di negara-negara sahabat,’’ ujarnya.

Pemungutan suara akan dilakukan 20 Maret. Hari ini, sejak berakhirnya debat kandidat tadi malam, seluruh aktivitas kampanye dihentikan.

Ini kali keempat Timor Leste menggelar pemilu sejak lepas dari Indonesia pada 1999. Delapan kandidat bersaing mengejar kursi orang nomor satu di bekas provinsi ke-27 Indonesia yang berpenduduk 1,183 juta itu. Dua calon didukung partai politik, enam lainnya maju secara independen.

Berkaca dari pengalaman sebelumnya, calon presiden atau perdana menteri yang didukung Xanana selalu menang. Pada 2013 Panglima Perang Falintil, sayap militer Fretilin, Taur Matan Ruak maju sebagai calon independen. Dia disokong Xanana.

Hasilnya, lewat dua ronde yang berlangsung alot, Taur Matan Ruak mengungguli Francisco Guterres Lu Olo. Kali ini Taur Matan Ruak tidak mencalonkan lagi. Dia memilih mundur. Pesaing kuat Lu Olo adalah Antonio da Conceicao yang didukung Partai Demokrat.

Sekretariat Pelaksana Penyelenggara Pemilu Timor Leste (STAE) mencatat, 731.000 pemilih akan mengikuti pilpres kali ini. Jumlah tempat pemungutan suara (TPS) 944, termasuk TPS yang ada di Lisbon (Portugal) serta Darwin dan Sydney (Australia). (jp/jus/jdz)

Ket Foto : Pendukung calon Presiden Timor Leste Francisco Guterres Lu Olo memeriahkan kampanye terakhir di Tasi Tolu, Jumat (17/3) di Tasi Tolu.