Headline

Jokowi Akui Pos Lintas Batas Motaain Terlalu Megah

MOTAAIN – Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu Motaain, yang berbatasan dengan Distrik Bobonaro, Timor Leste, akhirnya diresmikan oleh Presiden Joko Widodo, Rabu (28/12). PLBN itu berada di Des Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, NTT. Jokowi pun menyatakan kagum dan terlalu mega proyek PLBN Motaain yang menelan anggaran sebesar Rp 82 miliar, diatas lahan seluar 8,3 hektare.

“Setelah jadi, malah terlalu baik jadinya sekarang. Terlalu megah dan terlalu baik,” kata Jokowi dalam sambutannya saat meresmikan PLBN Motaain. Jokowi datang bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo.

Acara persemian PLBN ini juga dihadiri Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, dan Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil.

Ia bercerita ketika ia datang ke Perbatasan Motaain pada Desember 2014, penampakan fisik pos tersebut jauh lebih buruk jika dibandingkan dengan kantor kelurahan. Ia kemudian memerintahkan pos itu segera dibangun lebih baik dari pos negara tetangga.

Menurutnya pembangunan PLBN Motaain soal kebanggaan dan wajah Indonesia. “Waktu itu saya beri waktu paling lambat dua tahun PLBN ini harus selesai. Kita bisa membangun dan kita juga punya anggaran,” ujarnya.

Presiden mengatakan peresmian tersebut masih terbatas pada pos karena pada 2017, masih akan dilanjutkan pembangunan tahap II yang meliputi mess pegawai, wisma Indonesia, car wash, x-ray mobile, pasar perbatasan, lapangan olahraga, pos Pamtas TNI dan pos Polri.

Selain itu untuk menumbuhkan ekonomi masyarakat yang bermukim di perbatasan sedang dibangun pasar perbatasan “Saya minta di 2017 harus diselesaikan pasar tradisionalnya agar bisa jadi titik pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat,” ujarnya.

Presiden mengatakan, saat ini ada tujuh PLBN sedang dipugar menjadi megah dan indah. Tampilan pos lintas batas tersebut harus didukung pelayanan yang lebih baik dari karyawn imigrasi, bea cukai, dan karantina. Para karyawan harus memberikan pelayanan secara baik, tidak boleh melakukan punggutan liar (pungli).

“Siapapun yang melintas di sini, jangan sampai ada pungli. Hati-hati kalau saya sudah ngomong seperti ini,” tegasnya.

Presiden menegaskan jangan sampai ada oknum tidak bertanggungjawab merusak perbaikan sistem pelayanan di pos linta batas negara. Pasalnya menurut Jokowi, ia mendengar ada pungli di perbatasan. “Saya berikan penekanan hati-hati jangan lagi ada pungli. karena saya dengar (ada pungli),” tandasnya.

Kegiatan lain yang dilakukan preiden di perbatasan RI-Timor Leste ialah memberikan makanan tambahan kepada anak-anak di Puskesmas Silawan, dan menyerahkan sertifikat tanah rakyat kepada 1.500 orang yang diwakili 14 orang.

Presiden dan rombongan juga meninjau pembangunan PLBN Motamasin di Kecamatan Kobalima, Kabupaten Malaka. PLBN Motamasin dibangun dengan anggaran Rp145 miliar di atas lahan seluas 11,29 hektare saat ini baru mencapai 90 persen sehingga belum diresmikan.

Begitu pula PLBN Wini yang terletak di perbatasan Kabupaten Timor Tengah Utara dan Distrik Oekusi masih dalam pembangunan. PLBN ini dibangun di atas lahan seluas 4,42 hektare dengan anggaran sebesar Rp136 miliar.

Setelah kembali di Perbatasan RI-Timor Leste, Jokowi dijadwalkan meresemikan pengoperasian Kapal Pembangkit Listrik Karadeniz Powership Gokhan Bey Marine Vessel Power Plant (MVPP) berkapasitas 2×60 Megawatt di Pelabuhan PLTU Bolok di Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, dan meresmikan gedung baru kantor gubernur NTT di Jalan El Tari Kota Kupang. (mi/jk)

Ket Foto : Area pos lintas batas negara Motaain.