Headline

Menyambut Kemenangan Toleransi

JAKARTA – Masa liburan selalu membawa kegembiraan bagi masyarakat. Bila masa tersebut terkait dengan momen keagamaan, wajah-wajah para penganutnya tentu memancarkan kebahagiaan. Anggota masyarakat lainnya pun turut menikmati jeda dari pekerjaan ataupun kegiatan sekolah.

Masa liburan perayaan Natal tidak terkecuali. Banyak di antara kita yang sudah menyiapkan bekal finansial sejak awal tahun. Tujuannya untuk berlibur di saat Natal sampai perayaan pergantian tahun nanti.

Puluhan sampai ratusan triliun rupiah diperkirakan mengguyur tempat-tempat wisata dan kampung halaman di berbagai wilayah di Tanah Air. Tidak pelak, para pedagang dan penyedia jasa mendapatkan berkah darinya.

Antusiasme masyarakat sedikit banyak terlihat dari padatnya lalu lintas jalan menuju ke luar kota. Penumpang transportasi umum antarkota membeludak siap menghabiskan masa liburan di tempat tujuan masing-masing.

Di balik hiruk pikuk sebagian besar masyarakat, terdapat segilintir orang yang tidak menyukai sukacita itu. Ketika yang lain merencanakan liburan, kelompok pelaku teror merencanakan penyerangan. Bom-bom dirakit dan siap diledakkan di lokasi-lokasi yang menjadi sasaran.

Beruntung, menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru, Tim Densus 88 Antiteror terus bekerja keras melakukan antisipasi. Polri berhasil memergoki sebelum para pelaku teror bisa melancarkan aksi bom bunuh diri. Sejumlah terduga teroris ditangkap disertai temuan bom-bom aktif hasil rakitan.

Barangkali tidak banyak masyarakat yang menyadari betapa upaya Polri tersebut telah menyelamatkan banyak jiwa. Dalam waktu yang hampir bersamaan, serangan bom bunuh diri dan aksi teror menyeruak di negara-negara lain, tanpa dapat dibendung.

Sekali lagi, apresiasi patut kita berikan kepada tim kepolisian dan aparat keamanan secara keseluruhan. Kita pun berharap mereka tidak berpuas diri sehingga menjadi lengah. Jangan sampai ada satu pun teroris yang berhasil meledakkan bom di tengah keramaian perayaan Natal dan Tahun Baru.

Kepada masyarakat, percayakan keamanan kepada pihak kepolisian. Penganut agama Nasrani silakan melakukan ritual Natal dalam kedamaian tanpa takut pada intimidasi. Masyarakat yang lain mari menikmati liburan dengan tenang.

Tugas kita semua hanya menjaga toleransi. Hindari perkataan dan perilaku yang menyinggung kerabat, teman, dan sesama warga negara. Hindari pemaksaan kehendak ataupun perbuatan mengambil alih kewenangan aparat keamanan.

Negara ini ialah negara hukum. Bila menyaksikan pelanggaran hukum, laporkan dan serahkan penanganannya kepada aparat. Bukan malah main hakim sendiri.

Perlu pula kita ingatkan pemerintah untuk memastikan kesiapan jalan dan layanan transportasi publik berjalan lancar. Pengalaman buruk di masa mudik Lebaran lalu harus menjadi pelajaran agar tidak terulang kembali. Selamat Hari Natal bagi yang umat yang merayakan. Mari kita bersama merayakan keberagaman dan kemenangan sikap toleran. Sukacita bagi seluruh rakyat. (mi/jdz)

Foto : Ilustrasi