Headline

Melihat Etalase Indonesia Yang Megah di Pos Lintas Batas Motaain

MOTAAIN –  Selasa, 29 November 2016. Matahari di wilayah perbatasan Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Timor Leste masih dalam puncak teriknya. Tepat pukul 11.30 Wita. rombongan wartawan peliput Tour de Timor berkesempatan melihat Pos Lintas Batas Negara (PLBN) di Motaain, setelah menyingahi sejumlah obyek wisata, seperti Kolam Susu di Desa Dualaus, Teluk Gurita, Pantai Sukaer Laran dan Pantai Pasir Putih di wilayah Atapupu.

Memasuki wilayah perbatasan,  tampak dari kejauhan gedung baru pos perbatasan Indonesia yang telah rampung, dengan kombinasi arsitektur tradisional dan modern yang terlihat padu. Atapnya berbentuk kubah seperti bentuk atap rumah adat NTT.

Salah satu putra daerah, Egy Atok, menggambarkan kondisi kantor imigrasi maupun bea cukai yang ada saat ini sangat memberi rasa bangga, berbeda dengan bentuk sebelumnya.

“Kalau dulu itu cuma kayak bentuk terminal. Satu bangunan saja. Jauh berbeda dengan punya Timor Leste,” ujarnya di PLBN Motaain, Atambua, Selasa (29/11/2016).

Informasi yang dihimpun mediantt.com, PLBN Motaain yang dibangun dengan anggaran sekitar Rp 82 miliar tersebut meliputi sejumlah bangunan dan pos berupa Gerbang Tasbara dan pos jaga, karantina, pemeriksaan imigrasi, bea cukai, hingga pasar rakyat khusus perbatasan Motaain dan fasilitas pendukung lainnya.

Saat ini pembangunan semua fasilitas itu fasilitas hampir rampung dikerjakan, dan sedang dalam masa uji coba. Tampak beberapa pekerjaan pemasangan kanopi untuk pejalan kaki di sekitar area PLBN. Praktis hanya pasar rakyat khusus perbatasan Motaain yang pengerjaannya belum banyak selesai. Pasalnya, pengerjaan pasar rakyat ini sendiri baru dimulai pada awal bulan Januari 2016 lalu.

Tidak sama lagi seperti dulu yang terlihat kontras dengan Pos Batas Negara milik Timor Leste, kini etalase Indonesia tampak membanggakan untuk bisa dilewati oleh orang-orang Timor Leste dan Indonesia yang melewati area tersebut.

Seperti disaksikan mediantt.com, Pos Batas Negara Timor Leste menjadi pemisah antara NKRI dan negara yang dilepas pasca referendum tahun 1999 tersebut. Kondisi PLBN Motaain yang kini jauh lebih besar, megah dan indah seketika mempertebal rasa optimisme dan memicu semangat cinta tanah air.

Tentu, ini menjadi kebanggaan masyarakat, khususnya kepada penduduk setempat di sekitar perbatasan. Rencananya, Presiden Joko Widodo akan meresmikan PLBN ini langsung pada tanggal 12 Desember 2016, sebelum menghadiri puncak Hari Nusantara (Harnus) di Lembata.

PLBN Motaain yang segera diresmikan ini berdiri di atas lahan seluas 8,03 ha dengan luas bangunan mencapai 8,554,12 meter persegi yang berupa bangunan dua lantai.

Bangunan utama ini akan menjadi pusat pelayanan keimigrasian terpadu. Seluruh pelayanan akan dilakukan di satu gedung yang sama dan dilakukan dengan alur yang lebih teratur dengan cukup melakukan satu kali pelaporan.  

Mulai Tertib

Kepala Sub Seksi Penyuluhan Kantor Bea dan Cukai Cabang Atambua, Daud Melkisedek Maniata, ketika dikonfirmasi wartawan menjelaskan, saat ini pihaknya sedang melakukan uji coba semua fasilitas Bea dan Cukai yang ada di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motaain, yang menurut rencana akan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada 13 Desember 2016.

“Dari uji coba ini kelihatannya sudah mulai tertib, sekarang semua bisa dikontrol dengan baik. Yang menjadi kekurangannya belum ada tanda petunjuk jalan atau arah yang terpasang,” kata putra Alor ini.

Menurut dia, mengingat hubungan masyarakat di perbatasan yang masih bersaudara dengan masyarakat di Timor Leste, maka selain Kartu Pas Lintas Batas (PLB) yang disiapkan Imigrasi, sedangkan untuk barang Bea dan Cukai mengeluarkan Kartu Identitas Lintas Batas (KILB).

“Karena masyarakat di dua wilayah ini masih bersaudara, kita tidak bisa terapkan kebijakan yang terlalu ketat. Sehingga kebijakan kita, Imigrasi mengeluarkan PLB atau sering disebut buku merah, sedangkan untuk barangnya sendiri, Bea Cukai mengeluarkan KILB.  Sepanjang mereka bisa tinggal di sekitar perbatasan ini, kalau ada acara adat, keagamaan dan lain sebagainya, mereka juga bisa diperbolehkan membawa ternak,” jelas Daud.

Ia juga mengakui, jumlah personil Bea Cukai di PLB Motaain saat ini berjumlah 20 orang, masih mengalami kekurangan, sehingga masih butuh penambahan. “Kami sudah berkoordinasi dengan kantor pusat untuk penambahan SDM di PLB Motaain,” ujarnya, dan menambahkan, Bea Cukai selalu membangun komunikasi yang baik dengan aparat keamanan di perbatasan Motaain,baik dari Indonesia maupun Timor Leste. (jdz)

Ket Foto : Tampak Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motaain dari depan.