Headline

Julie Estelle Makin Tangguh Bertarung

JAKARTA – Julie Estelle sepertinya makin tangguh saja dalam menjalani adegan pertarungan. Setelah terlibat di film laga The Raid2, kini dia menunjukan kematangannya di film Headshot. Hal itu terlihat dari behind the scenes yang dipamerkan di Instagram dan media sosial lainnya.

Koreografi laga yang dihadirkan membuat penonton penasaran. Pertarungan, desingan peluru yang mewarnai hampir sepanjang film, serta balutan cerita penuh misteri hingga akhir membuat film itu terlihat beda.

Di akun Instagram julstelle, artis yang mulai populer saat membintangi Alexandria ini memperlihatkan foto-foto dirinya yang tengah memegang senjata tajam. Julie juga memperlihatkan beberapa adegan pertarungan menegangkan.

“Super cool, love it! Thank you @coratcoret_dessaf #characterposter #artwork #Headshotmovie,” kata Julie memberi catatan pada foto yang diunggahnya tersebut.

Dalam kisahnya, Julie Estelle  berperan sebagai Rika, wanita yang pandai bertarung dan menjadi lawan tanggung Ishmael yang dibintangi Iko Uwais.  Model cantik ini memang mendapat banyak adegan laga di film itu. Tentu saja dia tahu konsekuensinya, tubuhnya memar-memar. Akan tetapi Julie menganggap luka di tubuhnya itu terbayar saat melihat hasilnya.

Dia mendapat porsi adegan yang cukup banyak dan pertarungannya terlihat begitu menguras emosi. Salah satunya saat berkelahi dengan Iko, satu lawan satu. “Yang jelas karakter saya adalah petarung pembunuh yang dididik sejak kecil,” terang dia.

Film yang disutradarai Kimo Stamboel dan Timo Tjahjanto ini sepertinya sukses membuat Iko Uwais, Julie Estelle, dan Chelsea Islan terlihat beda di depan layar. Bagi penonton yang penasaran, film ini baru akan diputar di bioskop pada, Kamis (8/12/2016) mendatang.

Sebelumnya, adegan laga film Headshot ini telah mendapat sambutan hangat masyarakat internasional, di mana film produksi Screenplay Infinite Films ini sudah diputar dalam berbagai festival di berbagai negara. Sukses itu juga tak lepas dari peran Iko Uwais yang menjadi koreagrafi adegan laga.

“Tidak mudah menciptakan koreografi dan menata adegan laga dengan pemain-pemain yang memiliki latar beladiri berbeda. Tiga minggu merupakan waktu yang sangat sempit,” ujarnya. (sindo.com)

Foto : Jullie Estelle