Headline

Golkar Daerah Lirik Sri Mulyani Dampingi Jokowi di Pilpres 2019

JAKARTA – Parta Golkar telah menegaskan untuk mendukung pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) bahkan akan kembali mengusung Jokowi di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Sebagai pendamping Jokowi di Pilpres nanti, saat ini muncul wacana dari pengurus Partai Golkar di daerah untuk mendukung Sri Mulyani Indarwati, yang kini menjabat sebagai Menteri Keuangan.

Soal pendamping Jokowi di Pilpres 2019 itu mengemuka dalam Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Partai Golkar oleh Bidang Pemenangan Pemilu Wilayah Indonesia I (Jawa dan Sumatera) yang digelar akhir pekan lalu. Sejumlah keputusan strategis dihasilkan dalam Rakornis itu.

“Salah satunya adalah DPP Partai Golkar dan semua DPD Golkar semakin kompak dan mantap untuk memenangkan Jokowi pada Pilpres 2019. Strategi pun telah disusun untuk bergerak kepada rakyat secara masif dan menyeluruh,” ujar Ketua Pemenangan Pemilu DPD Partai Golkar Jambi Gusrizal di Jakarta, Minggu (4/9).

Dikatakan, pada intinya, Partai Golkar di daerah mengapresiasi kegiatan pengurus pusat untuk menyiapkan lebih dini pemenangan Jokowi. Sikap itu didukung agar pemerintah bisa lebih berkonsentrasi untuk melayani rakyat.

“Jadi, pemilu biar diurus Partai Golkar,” kata Gusrizal.

Dikatakan, selain mendukung penuh Jokowi, kini Partai Golkar juga tengah mendata nama-nama tokoh yang akan mendamping Jokowi nanti. Salah satu nama adalah Menkeu Sri Mulyani. “Ada beberapa nama yang sedang dipertimbangan. Ada Sri Mulyani, Khofifah Indar Parawansa (Menteri Sosial), dan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X,” ujarnya.

Menurut Gusrizal, calon wapres pendamping Jokowi nanti harus memiliki sejumlah kriteria, terutama mempunyai visi, misi, kerangka kerja, dan semangat kerja yang sama dengan Presiden Jokowi. Namun, hal yang utama adalah cawapres itu mempunyai prinsip kerakyatan.

Korbid Pemenangan Pemilu Wilayah Indonesia I (Jawa-Sumatera) Nusron Wahid mengatakan, hal yang wajar jika ada usulah tentang cawapres pendamping Jokowi nanti. Namun, katanya, hal itu baru sebatas usulan, aspirasi, dan wacana.

“Namanya juga usulan, wacana. Silakan saja. Boleh boleh saja ada yang mengusulkan, namun itu menurut saya masih terlalu jauh,” ujar Nusron. Dia malah berpandangan, soal cawapres sebaiknya diserahkan ke Jokowi.

Saat ini, ujarnya, sebaiknya Partai Golkar fokus dulu ke pemilihan umum kepala daerah (pilkada) serentak 2017 dan 2018. “Sebaiknya kita susun strategi agar yang sudah kita tetapkan benar-benar mendapatkan dukungan rakyat. Karena, poin itu sebenarnya yang menjadi salah satu agenda utama Rakornis Partai Golkar Pemenangan Pemilu Wilayah Indonesia I yang dilaksanakan dalam dua hari ini,” tuturnya. (beritasatu.com)

Foto : Presiden Joko Widodo dan Menteri Keuangan Sri Mulyani