Headline

Indahnya Keajaiban Alam di Kelabba Maja

Ada ngarai yang indah di Pulau Sabu. Kelabba Maja, nama yang disakralkan masyarakat Sabu sebagai tempat ritual adat dan pemujaan Dewa Maja. Panorama alam menuju Kelabba Maja sungguh indah, dengan lautnya yang biru bening dipadu ombak putih. Sungguh ajaib karya agung Tuhan di Sabu.

HARI itu, Selasa, 16 Agustus 2016, pukul 11.30 Wita. Rombongan Wartawan dari Kupang yang dipandu Joey Rihi Gah dan John Seo, berangkat dari Seba dengan sebuah Avansah dan mini bus. Mobil melewati jalan Trans Sabu yang membelah Pulau Sabu dan menghubungkan Kota Seba dengan Kecamatan Liae dan Hawu Mehara. Sekitar 12 KM pertama, jalan raya masih terbilang baik dengan aspal cukup mulus. Namun selepas Bukit Pemulu, salah satu titik tertinggi di Sabu, kondisi jalan mulai rusak. Aspal jalan banyak terkekupas, berupa jalan tanah berbatu yang menanjak terjal.

Dalam perjalanan sesekali berhenti untuk motret ketika melihat panorama indah-menarik. Salah satunya, di dekat sebuah bukit cantik di pinggir jalan Desa Ledeke. Bukit dengan lekuk-lekuk indah tersebut, menarik perhatian karena berwarna merah muda kecoklatan (peach).  Di Pulau Sabu memang banyak tanah yang berwarna peach seperti itu.

Setelah mengambil gambar di bukit cantik itu, perjalanan dilanjutkan. Rutenya menanjak dengan kondisi jalan yang tidak terlalu bagus. Tiba di sebuah pertigaan dengan jalan tanah, kendaraan ke arah kiri. Rutenya lebih menantang. Jalan berkelok-kelok naik turun bukit, dengan kondisi jalan berubah-ubah, mulai dari jalan tanah, jalan berbatu hingga jalan yang di-semen di kanan kiri. Bahkan beberapa kali harus menyeberangi sungai kering tanpa jembatan, dengan panorama di kanan kiri jalan amat menarik; mulai dari rumah-rumah penduduk berdinding bambu dan beratap ilalang, bukit-bukit gersang dengan sapi, kuda dan domba yang merumput, hingga laut biru membentang di kejauhan.

Rombongan wartawan pun tiba di destinasi baru wisata alam Sabu, Kelabba Maja. Keindahannya luar biasa. Tebingnya berukir indah berwarna gradasi merah marun, pink, coklat dan kelabu, yang makin elok diterpa sinar matahari yang terik di siang itu. Kami mencoba mengakrabi keajaiban alam yang luar biasa itu. Tampak pilar-pilar batu berwarna merah mudah dengan puncak berbentuk mirip jamur berwarna merah tua, yang tampak seksi menggoda. Ada kelegaan yang tak bisa dilukiskan karena bisa menjejaki salah satu keajaiban alam yang letaknya sangat tersembunyi.

“Luar biasa indah tempat ini. Segala lelah dan kepenatan terbayar begitu melihat tebing dan pilar-pilar batu yang sangat mempesona ini,” kata Retno, wartawan Kursor,

Para wartawan pun mendekati, menyentuh, mencumbuh, mengabadikan tempat ajaib tersebut. Ada pilar-pilar batu bertopi mirip jamur berada di lembah dengan tebing-tebing berukir cantik penuh warna. Sangat menakjubkan.

“Kelabba Maja bukan tempat wisata sembarangan. Tempat yang masih tersembunyi ini dianggap keramat oleh warga Sabu karena merupakan tempat untuk pemujaan terhadap Dewa Maja dan tempat untuk menyelenggarakan berbagai upacara adat seperti meminta hujan. Turis ataupun pengunjung yang ingin mengunjungi Kelebba Maja harus ditemani pemandu,” tutur Ever Wue, warga yang menjaga dan memandu wisatawan yang berkunjung ke Kelabba Maja.

Menurut Ever, obyek wisata Kelabba Maja dengan keunikannya yang merupakan gabungan antara wisata, petualangan dan juga budaya ini erat kaitannya dengan agama warga setempat. Sebab, warga setempat mempercayai Kelabba Maja sebagai tempat berdiamnya Dewa Maja atau dewa bagi masyarakat yang tinggal di Dusun Kelanalalu, Desa Wadu Medi, Kecamatan Hawu Mehara itu. “Lokasi Kelabba Maja terdiri dari tiga batu besar yang melambangkan bapak, ibu dan anak yang ditengahnya ada batu yang dijadikan altar persembahan kurban bagi Dewa Maja,” kat Ever.

Ia juga menuturkan, lokasi ini dikeramatkan oleh warga dan selalu dilakukan ritual berupa pemotongan hewan kurban untuk dipersembahkan kepada Dewa Maja, sebagai persembahan akan keselamatan dan kesuburan. “Biasanya ritual dilaksanakan pada bulan Juli saat purnama. Warga akan memberikan sesajen berupa sorgum, kacang hijau dan hewan,” kata Ever.

“Saya benar-benar bersyukur bisa menyaksikan dengan mata kepala sendiri, salah satu keajaiban alam yang dimiliki Indonesia, yang ada di Pulau Sabu. Mungkin Tuhan sedang tersenyum saat menciptakan Kelebba Maja, sehingga tercipta pahatan alam yang begitu menakjubkan. Semoga Kelebba Maja tetap alami seperti ini dan bebas dari tangan-tangan jahil yang merusak keindahannya,” kata rekan wartawan, Thomas Duran.

Nah, untuk mengunjungi Kelebba Maja di Pulau Sabu, Anda harus terbang ke Kupang, NTT, selanjutnya dari Kupang ada tiga pilihan moda transportasi menuju Sabu. Pilihan pertama dengan pesawat Susi Air. Ini cara tercepat dan termahal mencapai Kota Seba (Sabu) tapi dengan jadwal yang pasti. Susi Air terbang ke Sabu setiap hari tapi kapasitas penumpangnya hanya 12 orang. Jadi Anda harus memesan tiket jauh-jauh hari agar kebagian tiket. Pilihan kedua dengan kapal cepat yang berangkat dari Pelabuhan Tenau, dengan lama perjalanan sekitar 4 jam.

Pilihan terakhir adalah dengan ferry yang berangkat dari Pelabuhan Bolok, dengan lama perjalanan sekitar 14 jam. Ferry ini juga hanya beroperasi seminggu dua kali, yaitu Hari Senin dan Jumat. Bagi Anda yang memiliki waktu banyak, Anda bisa memilih kapal cepat atau ferry. Selanjutnya dari Kota Seba, bisa mencari pemandu (guide) yang bisa mengantarkan Anda ke Kelebba Maja. Yuk, mari berkunjung ke Kelebba Maja. (jdz)