Headline

Tim Ekspedisi Kapsul Pembawa Mimpi Tiba di NTT

Kupang, mediantt.com — Tim ekspedisi pembawa kapsul mimpi masyarakat Indonesia di tahun 2085 mendatang, Jumat (21/11/2015), akhirnya tiba di NTT. Kapsul tersebut membawa tujuh mimpi seluruh masyarakat Indonesia untuk 50 tahun ke depan.

Tim ekpedisi kapsul 2085 itu telah tiba di Kabupaten Belu setelah melewati beberapa provinsi di Indonesia beberapa waktu lalu. Kapsul pembawa mimpi itu dibawa oleh para kaum muda wilayah perbatasan RI dan RDTL.

Sepasang muda-mudi ketika membacakan mimpi masyarakat NTT yang dibawa dalam Kapsul 2085 itu menyatakan, ada limja free trade zone yang ada di kawasan pulau Timor Barat, di mana terwujudnya jalur lalu lintas yang baik sepanjang kawasan Timor Barat yang menghubungkan Mota’ Ain-Tablolong, terwujudnya Bandara Internasional A. A. Bere Tallo dan pelabuhan laut internasional Atapupu di kawasan Asia Pasifik.

Ketua Daerah Gerakan Kkapsul 70 tahun Indonesia merdeka, Bobby Lyanto, mengatakan, ekspedisi kapsul waktu itu akan melewati 43 kota dan 34 provinsi yang akan menjadi simbol peringatan gerakan ayo kerja yang di dalamnya berisikan 35 piagam harapan dari 34 provinsi dan satu piagam dari presiden.

Selanjutnya, kapsul waktu 2085 itu akan disimpan di sebuah monument di Kabupaten Merauke, Papua, pada Desember 2015.

Menurut Bobby, kapsul waktu 2085 itu dibawa menggunakan pesawat khusus dan tiba di Bandara A. A. Bere Tallo, Kabupaten Belu disambut meriah oleh masyarakat Belu dan pemerintah setempat.

Menurutnya, kapsul waktu itu akan diisi dengan harapan masyarakat di tahun 2085 mendatang. Untuk sementara, kapsul waktu itu disimpan di Markas Kodim 1605 Belu. Ketika tiba di tempat itu terdapat tujuh mimpi yang dibacakan oleh sepasang pemuda terkait mimpi masyarakat Indonesia 70 tahun mendatang.

Bobby juga menjelaskan ketujuh mimpi besar masyarakat Belu yakni NKRI harga mati, Indonesia makin cerdas, damai dan sejahtera, mendambakan pemimpin yang lahir dari rakyat guna mempersatukan Indonesia yang tercinta.

Selain tujuh harapan itu, masyarakat Belu juga berharap NTT sebagai daerah perbatasan bisa menjadi model pembangunan martabat bangsa yang semakin sejahtera serta terwujudnya Free Trade Zone di kawasan Timor Barat. (che)