Headline

Gawat, Daerah Kekeringan di NTT Makin Meluas

Kupang, mediantt.com — Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mencatat, wilayah yang dilanda kekeringan di provinsi berbasis kepulauan itu terus bertambah.

“Pekan lalu, BPBD NTT mencatat ada 18 dari 22 kabupaten/kota di NTT yang di landa kekeringan, tetapi pekan ini bertambah menjadi 20 kabupaten,” kata Kepala BPBD NTT Tini Tadeus di Kupang, Senin (3/8/2015).

Menurut dia, kekeringan itu akibat anomali iklim yang berdampak pada berkurangnya curah hujan di tahun 2015.

“Sesuai laporan yang kami terima sampai hari ini, terdapat 20 Kabupaten di NTT yang dilanda kekeringan, kecuali Kabupaten Malaka dan Kota Kupang. Untuk spot kekeringannya di 270 Desa dan Kelurahan,” kata Tini.

Ke-20 kabupaten yang dilanda kekeringan tersebut adalah Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara, Belu, Sumba Timur, Sumba Tengah, Sumba Barat, Sumba Barat Daya, Manggarai, Manggarai Barat, Manggarai Timur, Nagekeo, Ngada, Sikka, Ende, Flores Timur, Lembata, Alor, Rote Ndao dan Sabu Raijua.

Dia mengatakan, langkah yang sedang dilakukan adalah mengoptimalkan pemanfaatan aset, berupa mobil tanki yang sudah dibagikan, dan tangki yang dimiliki Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Sosial yang ada di Kabupaten dan Kota untuk didistribusikan air langsung ke masyarakat.

Langkah lain yang dilakukan yaitu dengan memanfaatkan alat penjernihan air yang sudah dibagikan untuk mengolah air yang dimiliki masyarakat.

“Selain itu, saat ini sedang diupayakan pembuatan sumur dangkal dan sumur bor di daerah yang ada memiliki potensi air tanah,” kata Tini Tadeus.

Dia mengatakan, upaya yang sedang dilakukan pemerintah ini diharapkan dapat mengurangi beban masyarakat yang sedang mengalami kesulitan air. (ant/sp)

Foto : Ilustrasi kekeringan.