Headline

Ada Anak Pejabat Lembata Terima Bantuan Siswa Miskin

Lewoleba, mediantt.com — Ada-ada saja ulah licik sejumlah oknum pejabat di Lembata memanipulasi data agar anak-anaknya bisa menerima bantuan siswa miskin (BSM). Banyak siswa yang seharusnya lebih pantas menerima BSM hanya bisa mengeluh. Tim uji petik dari Dinas PPO Kabupaten Lembata pun menemukan fakta bahwa banyak anak pejabat yang terima BSM.

Pejabat di Dinas PPO Lembata yang mengurus masalah BSM, Silvester Sili Nilan, kepada media ini, Kamis lalu, menjelaskan, BSM saat ini perlu dikoreksi dan diperbaharui, karena data BSM saat ini bukan produk yang dihasilkan di masa kepemimpinannya ini. “Saya bertanggungjawab terjadi apa yang terjadi saat ini, tapi data BSM yang ada saat ini perlu dkoreksi dan diperbaharui. Keluhan dari masyarakat soal sejumlah anak pejabat juga menerima BSM itu benar, padahal BSM itu idealnya diperuntukan bagi siswa yang merupakan anak dari keluarga kurang mampu dan yang memiliki kartu jaminan sosial,” tegasnya.

Ia menandaskan lagi, “Tim kami sudah turun uji petik lapangan dan menemukanfakta tentang kebenaran sesuai apa yang menjadi keluhan masyarakat bahwa benar ada anak pejabat juga terima BSM. Saat ini kami sedang melakukan evaluasi agar ke depan jika ada bantuan bagi pelajar dari keluarga kurang mampu, kita harus salurkan tepat sasaran”.

Menurutnya, ada temuan di beberapa sekolah seperti di SMU Negeri 2 Nubatukan, SMUN Loang, namun sekali lagi soal pendataan dan penetapan siswa miskin secara riil ada yang berbeda. Kriteria penerima BSM, sebt dia, harus siswa yang orang tua miskin yang mengantongi kartu perlindungan social (KPS) yang dikeluarkan oleh Dinas Sosial.

“Data siswa tahun 2013 yang dikirim ke pusat bermasalah, tapi Dinas PPO   kabupaten tidak memiliki hak intervensi karena pendataan itu hasil kerjasama kementrian dan badan pusat statistik, dinas hanya menerima feed back dan membuat evaluasi,” katanya.

Hasil penelusuran media ini, bahwa berdasarkan juknis BSM, nama-nama para siswa miskin direkrut oleh instansi teknis. Ini artinya ada hal yang keliru telah dilakukan Dinas PPO Lembata dalam menempatkan siswa penerima BSM.

Sekretaris Dinas PPO Lembata, Apolonaris Mayan, ketika dikonfirmasi mengatakan, terkait masalah BSM dinas tengah melakukan evaluasi.

“Hasil uji petik lapangan memang ada hal yang perlu mendapat perhatian serius Dinas PPO dan karena itulah kita mengkaji ulang metode pendataan dan penetapan siswa penerima BSM,” katanya.

Menurut dia, siswa dari keluarga kurang mampu memang banyak namun melihat kuota yang diberikan pusat terbatas, maka dinas akan mengatur secara baik         sehingga BSM benar-benar terserap untuk siswa yang berasal dari keluarga tidak mampu.

“Banyak keluhan masyarakat terkait tidak adanya transparansi dalam pendataan dan penetapan siswa penerima BSM, ini harus menjadi bahan evaluasi Dinas PPO Lembata pada tahun-tahun mendatang dalam menetapkan siswa-siswa penerima               bantuan, sehingga BSM tepat sasaran dan tidak lagi ada anak pejabat ikut menikamti bantuan untuk orang miskin itu,” tegas Apol. (steni/jdz)