Headline

Minati Sektor Maritim, Investor Asing Siapkan Rp 119 T

JAKARTA – Sektor maritim makin menjadi incaran para investor dari luar negeri. Sesuai keinginan Presiden Joko Widodo untuk menjadikan Indonesia sebagai negara maritim, lima investor asing telah menyatakan minat untuk menanamkan modalnya di tanah air.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani menyatakan, tiga di antara lima investor tersebut telah menyebutkan komitmen nilai investasi yang mencapai USD 9,3 miliar (Rp 119,5 triliun). ’’Lima investor itu berasal dari Australia, Jepang, Amerika Serikat, Korea Selatan, dan RRT,’’ katanya, Minggu (22/2).

Menurut dia, lima perusahaan tersebut terdiri atas tiga perusahaan yang bergerak di bidang industri galangan kapal dan dua sisanya di industri perikanan. Dia memastikan bahwa pemerintah akan membantu proses realisasi rencana investasi itu. ’’Berdasar hasil berbagai pertemuan BKPM dengan pihak investor, setidaknya ada tiga investor yang segera melakukan proses realisasi. Satu di antaranya merupakan investor bidang industri yang akan melakukan perluasan,’’ tuturnya.

Wakil ketua komite tetap pengembangan pasar pangan dan agribisnis kamar dagang industri (Kadin) tersebut menambahkan, tiga investor itu telah menerima penjelasan terperinci tentang berbagai peraturan dan insentif yang diberikan pemerintah terkait dengan industri galangan kapal maupun industri perikanan.

Sementara itu, untuk dua sisanya, dia menuturkan bahwa pihaknya akan mengawal minat investasi tersebut sehingga nilai investasinya bisa segera dipastikan. ’’Marketing officer investasi BKPM terus mengawal minat investasi itu agar segera dapat terealisasi,’’ imbuhnya.

Sebelumnya, pada akhir 2014, pemerintah sepakat memberi berbagai insentif bagi industri galangan kapal, khususnya untuk industri galangan kapal di luar Batam. Yakni, berupa restitusi pajak pertambahan nilai (PPN) atau tidak dipungut, bea masuk ditanggung pemerintah (BMDTP) untuk impor komponen yang bersinggungan dengan industri lain, pembebasan bea masuk (BM) impor komponen, dan pengurangan pajak (tax allowance).

Pemberian insentif tersebut diharapkan dapat meningkatkan investasi sektor galangan kapal di luar Batam yang jumlahnya mencapai 80 perusahaan sehingga dapat berkembang seperti 110 perusahaan serupa di Batam yang selama ini sudah menikmati fasilitasi insentif kawasan perdagangan bebas atau free trade zone. Dukungan tersebut diberikan untuk mendongkrak investasi sektor galangan kapal yang diperkirakan mencapai Rp 30 triliun pada 2015.

Sementara itu, pada 2015, BKPM menargetkan, nilai investasi sebesar Rp 519,5 triliun akan tumbuh 14 persen daripada tahun sebelumnya. Target investasi tersebut terdiri atas penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp 175,8 triliun dan penanaman modal asing (PMA) Rp 343,7 triliun.

Franky memaparkan, target investasi itu akan didorong di semua sektor industri, yakni primer sebesar Rp 97,6 triliun, sekunder atau hilir sebesar Rp 211,9 triliun, serta jasa sekitar Rp 147,1 triliun. BKPM akan fokus pada beberapa sektor seperti kelistrikan, substitusi impor, infrastrukstur, maritim, industri padat karya, serta pertanian. (jp/jk)