Headline

Gubernur Lebu Raya Aktifkan Lagi TBBM Larantuka

Mokantarak, mediantt.com – Kerinduan masyarakat Flores TImur dan sekitarnya, termasuk Solor, Adonara dan Lembata, akan pasokan BBM yang normal, akhirnya dijawab oleh Pertamina Pusat. Setelah stop beroperasi sejak tahun 2008, Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Larantuka di Desa Mokantarak, kembali diaktifkan oleh Gubernur NTT, Drs Frans Lebu Raya.

“Atas nama masyarakat NTT, khususnya rakyat Flotim, saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran Pertamina Pusat, yang telah menjawabi kerinduan masyarakat NTT pada umumnya, dan Flores Timur pada khususnya. Ini kerindauan yang sudah lama diperjuangkan, saat ini terjawab. Tentunya, dengan ini diharapkan agar kebutuhan akan bahan bakar bagi masyarakat di Kabupaten Fores Timur selalu dipenuhi,” tegas Gubernur Lebu Raya, pecan lalu, ketika meresmikan beroperasinya kembali TTBM Larantuka di Desa Mokantarak.

Lebu Raya berharap kepada Pemerintah Kabupaten Flores Timur dan seluruh masyarakat untuk menjaga dan mengawasinya dengan baik agar manajemen TBBM nyaman dalam melakukan pelayanan kepada masyarakat Flotim, baik di daratan Flotim, maupun di Solor, Adonara hingga ke Kabupaten Lembata. “Saya menghimbau agar semua pihak menjaga dan memanfaatkan sarana ini dengan baik. Ke depan pasti akan ada penambahan SPBU, SPDN. Karenanya komunikasi dan kerjasama mesti dibangun,” ujarnya.

General Maneger Pertamina Marketing Operation Region V Surabaya, Giri Santoso, mengatakan, pengoperasian kembali TBBM Larantuka, diharapkan bisa mendukung penyaluran BBM untuk masyarakat Flores Timur dan sekitarnya. “Dengan titik supply yang lebih dekat, penyalurannya juga lebih efektif,” tegasnya. Ia juga menyatakan siap melayani kebutuhan masyarakat, termasuk membangun APMS maupun SPBU, SPDN di tahun-tahun mendatang dan terus melakukan pengontrolan dan pengawasan terhadap siapa saja yang ‘nakal’ dalam pendistribusian BBM.

Tenaga Kerja Lokal

Sesuai data yang dihimpun, sejak TBBM Larantuka dinonaktifkan pada 2008, pasokan BBM untuk Kabupaten Flotim dan sekitarnya dialihkan dari TBBM Maumere yang berjarak sekitar 135 km, dengan waktu tempuh mobil tangki rata-rata 4 jam. Dengan adanya pengaktifan kembali TBBM Larantuka, maka TBBM Maumere dapat semakin kuat memasok BBM untuk wilayah yang relatif semakin sempit.

Selain TBBM Larantuka, Pertamina memiliki tujuh lokasi Terminal BBM yang tersebar di NTT, yakni TBBM Tenau, Atapupu, Waingapu, Kalabahi, Maumere, Ende dan Reo. Total kapasitas BBM di tujuh Terminal BBM tersebut mencapai 60.344 KL untuk produk premium, solar, minyak tanah, pertamax dan avtur. Santoso juga menjelaskan, dengan diaktifkannya kembali TBBM Larantuka, maka kapasitas stok BBM di NTT meningkat 1.000 KL untuk premium dan solar. TBBM Larantuka dilengkapi dengan dermaga berkapasitas 1.500 DWT untuk menerima pasokan melalui tanker dari TBBM Tenau, Manggis, Surabaya Group atau Kilang.

Menurutnya, TBBM Larantuka dioperasikan oleh anak perusahan Pertamina yaitu PT. Patra Niaga dibawah Pengawasan Pertamina, akan menyalurkan BBM ke daerah Flotim dan Pulau Lembata, Solor dan Adonara. Penyaluran BBM ditujukan kepada dua buah 2 SPBU di Larantuka, dua buah AMPS di Lembata dan Adonara, sebuah SPDN di Larantuka, tiga AMT di Larantuka, Adonara dan Lembata. Selain itu, TBBM Larantuka juga melayani pasokan BBM non subsidi untuk operasional PLN dan industri/kontraktor di Flores Timur.

“Dalam operasionalnya, PT Patra Niaga akan mempekerjakan dua puluh empat tenaga kerja, yang 90 persen berasal dari desa sekitar TBBM. Ini adalah komitmen kami untuk maju bersama-sama dengan penduduk lokal di sekitar wilayah operasi kami,” kata Santoso. (rob/jdz)