Headline

Tujuh Jenazah Penumpang AirAsia Ditemukan

JAKARTA – Kerja keras tim gabungan pencarian pesawat AirAsia QZ8501 membuahkan hasil. Hari ini (31/12), tim kembali berhasil menemukan empat jenazah korban pesawat yang kehilangan kontak tersebut. Keempat jenazah tersebut terdiri atas tiga laki-laki dan satu perempuan.

Detailnya, jenazah pertama ditemukan pada pukul 06.06 WIB yang diketahui berjenis kelamin laki-laki. Pukul 06.45 WIB, kembali ditemukan jenazah perempuan berpakaian pramugari dan pada 06.56 WIB ditemukan seorang jenazah laki-laki. Jenazah yang terakhir dilaporkan ditemukan sekitar pukul 13.00 WIB. Seluruh jenazah tersebut dilaporkan dalam keadaan utuh.

Dengan demikian, hingga berita ini diturunkan, sudah tujuh jenazah yang berhasil ditemukan tim SAR. Sebelumnya (Selasa, 30/12), tim SAR berhasil menemukan tiga jenazah penumpang.

Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) FHB Soelistyo mengungkapkan, keempat jenazah tersebut ditemukan di lokasi yang sama dengan tiga jenazah sebelumnya, yakni wilayah pencarian di sektor V. ”Total jenazah empat laki-laki dan 3 perempuan,” katanya di kantor Basarnas, Rabu (31/12).

Soelistyo mengatakan, saat ini enam jenazah berada di KRI Banda Aceh. Sedangkan satu jenazah lainnya berada di kapal milik Malaysia. ”Ditemukan pula satu life craft. Saat ini berada di kapal milik Malaysia,” terangnya.

Saat ini, dua helikopter sedang coba diterbangkan menuju lokasi KRI Banda Aceh untuk membawa jenazah ke daratan. Namun, karena buruknya kondisi cuaca, kedua helikopter harus kembali mendarat ke Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. Meski cuaca cukup buruk, Soelistyo memastikan proses pencarian terus berjalan. “Tidak distop, pencarian terus dilakukan. Kalau kapal-kapal kan masih bisa terus melakukan pencarian,” tandasnya. \

Terhambat Badai

Dari Pangkalan Bun dilaporkan, proses evakuasi korban pesawat AirAsia QZ8501 menemui kendala. Kapal Negara (KN) 224 SAR yang sudah bersiap menuju ke titik pencarian akhirnya harus berbalik arah karena cuaca yang tidak bersahabat.

KN 224 SAR dihantam badai saat baru keluar dari Teluk Kumai sejauh 10 nautical mile. Kapten kapal akhirnya memutuskan kembali ke Teluk Kumai sembari menunggu cuaca membaik.

Cuaca buruk memang mengiringi perjalanan KN 224 SAR menuju titik lokasi pencarian pesawat AirAsia. Hujan deras yang disertai angin kencang membuat kapal terombang-ambing di tengah laut. Sesaat setelah kapal putar balik, tiba-tiba mesin kapal mengalami black out (mati). Beruntung, kapten Kapal KN 224 SAR langsung mengambil tindakan sehingga kondisi tersebut dapat diatasi.

”Tinggi ombak di kisaran tiga meter dan jarak pandang sekitar 20 meter saja,” tutur Kapten Kapal KN 224 SAR Ahmad. Kondisi tersebut akan menyulitkan apabila kapal nekat meneruskan perjalanan.

Menurut Ahmad, dia memutuskan kembali ke Teluk Kumai demi keselamatan seluruh penumpang kapal, termasuk tim SAR. ”Jangan sampai kita niatnya nge-SAR, tapi malah kita yang di-SAR,” lanjutnya. KN 224 sedianya menjadi salah satu ujung tombak evakuasi korban pesawat AirAsia QZ 8501. Kapal tersebut membawa 20 anggota Basarnas Special Group (BSG) yang sudah siap untuk menyelam di koordinat pencarian.

Basarnas Terjunkan Pasukan Khusus

Badan SAR Nasional (Basarnas) mengerahkan pasukan terbaiknya untuk mencari dan mengevakuasi para korban pesawat AirAsia QZ 8501. Yakni, dengan menerjunkan tim dari Basarnas Special Group (BSG) untuk melakukan penyelaman. Langkah tersebut dilakukan menyusul temuan enam jenazah di sisi barat daya lepas pantai Pangkalan Bun.

Pagi ini (31/12), pasukan yang tergabung dalam BSG itu akan diterjunkan ke titik penyelaman di sekitar lokasi penemuan jenazah kali pertama. Tepatnya, di area sekitar koordinat 03°54.48″ LS dan 110°31.04″ BT. Di lokasi tersebut diyakini masih banyak terdapat korban lain yang belum dievakuasi.

Pengamatan Jawa Pos, 20 anggota BSG sudah bersiap-siap sejak dini hari. Tidak lama setelah Kapal Negara (KN) 224 SAR yang mereka tumpangi merapat ke pelabuhan Kumai, Kalteng, dini hari tadi (31/12), beberapa anggota BSG mengecek perlengkapan selam dan tabung oksigen.

”Penyelaman bisa dilakukan hingga kedalaman sekitar 35 meter,” tutur Komandan Kompi BSG Charles Baltajery. Prioritas utama adalah evakuasi jenazah yang bisa ditemukan. Mereka akan menyelam bersama anggota Basarnas dari kapal lain dan TNI AL.

KN 224 SAR bertolak dari pelabuhan Kumai sekitar pukul 07.00. ”Perjalanan dari teluk Kumai ke lokasi penyelaman diperkirakan sekitar lima jam,” tutur Kapten Kapal KN 224 SAR Ahmad. Cuaca pagi ini didominasi mendung tebal dan di sebagian kawasan Teluk Kumai mulai turun hujan. (jp/jdz)